SDN Cijolang Dambakan Pranserta Masyarakat

 

 

 

 

 

 

 

 

SDN Cijolang yang beralamat di Kampung Cijolang Desa Parakanlima Kecamatan Cikembar Kabupaten Sukabumi, terus berupaya mewujudkan pembinaan siswa berpribadi dan berakhlak mulia. Hal tersebut dilakukan demi terciptanya sebuah pengembangan pendidikan yang maksimal sesuai dengan visi dan misi yang selalu menjadi tolak ukur dari sebuah keberhasilan yang diraihnya. Berikut uraian visi dan misi SDN Cijolang.

VISI
TERWUJUDNYA PEMBINAAN SISWA MENUJU PRIBADI YANG BERAKHLAK MULIA, CERDAS DAN TERAMPIL.
MISI
1. MEWUJUDKAN KEBIASAAN BERIBADAT, MEWUJUDKAN SIKAP DAN PERBUATAN YANG BERAKHLAK MULIA DALAM KEHIDUPAN SEHARI-HARI
2. MENINGKATKAN MUTU PEMBELAJARAN DAN HASIL BELAJAR SISWA MELALUI PENDEKATAN PAKEM
3. MELAKSANAKAN PEMBINAAN BAKAT DAN KREATIFITAS SISWA MELALUI KEGIATAN EKSTRAKURIKULER
4. MENCIPTAKAN SUASANA LINGKUNGAN SEKOLAH YANG KONDUSIF
TUJUAN
1. PEMBUDAYAAN RELIGIUS ISLAMI DAN BERMASYARAKAT
2. PENERAPAN KOMPETENSI PROFESIONAL GURU DALAM PEMBELAJARAN BIDANG AKADEMIS DAN NON AKADEMIS
3. PENCAPAIAN RATA-RATA HASIL BELAJAR SISWA MELALUI STANDAR NASIONAL
4. MENINGKATKAN PENATAAN LINGKUNGAN SEKOLAH SEBAGA PENDUKUNG PROSES PEMBELAJARAN
Sekolah tersebut dibangun diatas tanah seluas 2000 M2 dan bediri pada tahun 1957. Memiliki 6 lokal kelas satu diantaranya dipergunakan ruang kantor, serta diisi oleh 166 siswa. Selain itu, mempunyai 8 Guru Pegawai Negeri Sipil (PNS) termasuk kepala sekolah 3 Guru Honor. Seluruh staf pengajar yang ada dinilai cukup memadai karena dibekali ilmu yang sesuai dengan Undang-Undang RI Nomor 20 Tahun 2003 Tentang Sistem Pendidikan Nasional Tahun 2003. Selain itu, sesuai dengan tuntutan di era globalisasi saat ini guru di sekolah itu juga diharuskan untuk memiliki pola pikir dan pola tindak terutama dalam mengimplementasikan dan mengembangkan kurikulum (KTSP) yang berlaku sekarang. Disamping itu, perubahan pola pikir dan pola tindak dalam mengelola kelas dan melaksanakan proses pembelajaran, setiap guru disekolah tersebut dituntut untuk lebih kreatif dan inovatif dalam meningkatkan mutu layanan pendidikan khususnya layanan proses pembelajaran sesuai dengan standar proses dan sesuai dengan Permendiknas nomor 41 tahun 2007. Bahkan baru-baru ini guru di seluruh Indonesia menyelesaikan Pendidikan dan Pelatihan Profesi Guru (PLPG) sebagai bagian dari rangkaian sertifikasi guru. PLPG merupakan kegiatan yang harus dilaksanakan oleh guru untuk meningkatkan kompetensi baik itu kompetensi professional, kompetensi pedagogic, kompetensi sosial maupun kompetensi kepribadian. Sehingga tidak diragukan lagi sekolah ini bisa menciptakan siwa yang dapat dipertanggungjawabkan. Salah satu contoh adalah dari sisi prestasinya, SDN Cijolang bias mengantongi banyak penghargaan dari berbagai perlobaan. Misalnya saja, sebagai juara I atletik dan juara 1 pencak silat tingkat kecamatan.
Sekolah itu dipimpin oleh seorang Kepala Sekolah yang berkualitas dan profesional. Suwarni, S.Pd, telah mampu memotifasi seluruh tenaga pendidik di sekolah tersebut. Ia adalah pigur kepala sekolah yang selalu optimis dalam bekerja. “Kami sangat optimis membangun dunia pendidikan disekolah ini, meskipun tak jarang menuai kontropersi dari masyarakat yang belum sadar pentingnya pendidikan ,”jelas Suwarni kepada WWW.SukabumiZone.Com.
Menurutnya, tidak ada yang tidak mungkin apabila orang mau berusaha. Sehingga ia yakin dalam menciptakan suasana pembelajaran yang nyaman di sekolah yang dipimpinya. “Untuk dapat memajukan sekolah ini lebih baik ke depan kami akan tetap semangat dan bekerja keras,” ujarnya.

Sarana Prasarana Tidak Memadai

 

 

 

 

 

 

 

Apabila dicermati dari sisi kualitas SDM dan program yang digulirkan, sekolah itu memiliki kualitas yang memadai. Namun, disayangkan sarana dan prasarana penunjang pendidikan yang seharusnya ikut menunjang tidak seperti yang dibayangkan. 1 kelas rusak parah gentingnya bocor, dan kayu penyangganya lapuk. Parahnya lagi 1 keals sudah lama ambruk. “Kami sudah berupaya mengadukan permasalahan ini kepada intansi terkait. Namun, sampai saat ini belum ada respon. Entah sampai kapan kami menunggu adanya bantuan perehaban untuk bengunan yang rusak ini dan ambruk ini,” tandasnya. Sebab itu, ia berupaya terus menjalin kerjasama dengan berbagai elemen untuk terus mendongkrak keberhasilan pendidikan di sekolah yang dipimpinya tersebut. “ kami yakin dengan kebersamaan maka tujuan kami dapat tercapai sesuai dengan target. Meskipun tidak dipungkiri masyarakat disini belum sepenuhnya peduli terhadap pendidikan,”tandasnya.Sep

 

Informasi Terbaru: Kegiatan Kenaikan Kelas 19 Juni 2012

Beberapa Sekolah Dasar Meriahkan Kenaikan Kelas


SUKABUMIZONE.COM,SUKABUMIKab–Kenaikan kelas atau yang akrab dikenal samenan, masih menjadi tradisi di dunia pendidikan setiap akhir tahun ajaran di Kabupaten Sukabumi. Namun, seiring peraturan pemerintah tentang sekolah gratis kegiatan ini pun tidak begitu menjadi prioritas. Di Kecamatan Cikembar Kabupaten Sukabumi misalnya, ada beberapa sekolah yang mengadakan samenan ada pula yang tidak. Sekolah Dasar Negeri (SDN) Cijolang dan SDN Cibodas diantaranya yang menggelar acara samenan secara meriah.
Kepala SDN Cijolang Suwarni, S.Pd didampingi Bendahara Wahyu mengatakan, untuk mengikat talisilaturahmi antara staf pengajar dengan masyarakat maka pihaknya menggelar acara kenaikan kenaikan kelas secara meriah. “Itu pun hasil musyawarah masyarakat melalui tim komite sekolah. Sebab, kenaikan kelas yang laksanakan secara meriah ini bukan sesuatu yang diwajibkan,”kata Wahyu kepada wartawan www.sukabumizone.com.
Menurutnya, atas permintaan masyarakat setiap tahunya SDN Cijolang selalu mengadakan samenan. “Ya, kami harus mengikuti hasil keputusan musayawarah selagi tidak melanggar aturan yang ada,”tuturnya.
Acara tersebut diisi oleh berbagai kreasi anak-anak yang lebih mengangkat budaya daerah. “Bahkan, pada malam harinya kami sepakat untuk menggelar acara wayang golek. Tentu manfaatnya sangat banyak salah satunya memperkenalkan budaya kita kepada anak sedini mungkin,”ulasnya.
Di tempat terpisah Kepala SDN Cibodas A Nana Wasana, S.Pd, menjelaskan, kenaikan sekolah yang dilaksanakan secara spesial itu, merupakan salah satu bentuk kebahagiaan pihak sekolah beserta masyarakat setelah seluruh anak didik di sekolah tersebut menerima kelulusan.”Alhamdulillah seluruh siswa disekolah ini lulus 100 persen untuk melanjutkan kejenjang yang lebih tinggi. Meski kami masih memiliki beberapa siswa tidak naik kelas,”jelasnya.
Kegiatan samenan yang digelar disekolah itu diisi dengan berbagai kreasi anak seperti tari jaipong, pencaksilat, pupuh, tari tradisional dan lain sebagainya. “Tentunya kami pun turut serta ingin memperkenalkan seni daerah dari anak mengenyam sekolah dasar. Sehingga mereka tidak terlindas jaman yang lebih mengangkat budaya asing,”tandasnya.
Ia berharap, dukungan dan peranserta masyarakat terus terjalin dengan baik. “Karena tanpa dukungan semua pihak acara seperti ini tidak mungkin terlaksanak. Kami pun berharap pemerintah dapat mendukung dengan berbagai program yang digulirkan untuk menunjang sarana prasarana pendidikan,”pungkasnya. Dendi Koswara

 

Poto :

Informasi Terkini 2013: SDN Cijolang Meriahkan Kenaikan Kelas 2012/2013

Kenaikan kelas atau yang akrab dikenal samenan, masih menjadi tradisi di dunia pendidikan setiap akhir tahun ajaran di Kabupaten Sukabumi. Namun, seiring peraturan pemerintah tentang sekolah gratis kegiatan ini pun tidak begitu menjadi prioritas. Namun masih ada beberapa sekolah yang tetap memeriahkanya dengan berbagai pentas siswa. Misalnya saja SDN Cijolang Kecamatan Cikembar Kabupaten Sukabumi Jawa Barat. Kepala Sekolah SDN Cijolang Suwarni diwakili Wahyu menjelaskan, resepsi kenaikan kelas tersebut adalah mulai dari kelas satu sampai kelas lima sekaligus perpisahan siswa kelas enam. “Dalam acara tersebut juga ditampilkan beberapa kreatifitas seni budaya sebagai bentuk evaluasi ulang materi pelajaran yang sudah disampaikan, dan yang lebih penting lagi adalah uji mental para siswa saat menampilkan kreatifitasnya di hadapan Kepala Sekolah, Dewan Guru, Komite, Wali Murid, juga undangan yang hadir,”katanya.
Lanjut Wahyu, Acara ini berlangsung tentu saja berawal dari keinginan para wali murid dan komite sekolah. “Sementara pihak sekolah hanya fasilitator. Walaupun demikian, kami mendukung sepenuhnya baik waktu, pikiran, tenaga juga finansial. Sebab, acara samenan ini disamping sebagai wahana ajang kreatifitas siswa sekaligus hiburan bagi masyarakat setempat, terutama bagi para wali murid, pihak sekolah dan tamu undangan,”pungkasnya. Dendi

 

 

 

 

 

 

 

 

Lihat Juga...