SDN 2 Gunungguruh Terapkan 10 Pembiasaan Akhlak Mulia

siswa-sdn-2-gunungguruh-bermai

Sekolah Dasar Negeri (SDN) 2 Gunungguruh di Jalan Pajajaran Kampung Cimenteng Desa Gunungguruh Kecamatan Gununggurh Kabupaten Sukabumi, terus berupaya mewujudkan Sekolah yang memiliki lingkungan yang bersih, nyaman dan disiplin sehingga siswa senang belajar dan dapat mengembangkan potensi. Hal tersebut tidak terlepas dari Visi dan Misi yang juga menjadi tolak ukur dari sebuah keberhasilan yang diraihnya:

Visi

“Sekolah yang memiliki lingkungan yang bersih, nyaman dan disiplin sehingga siswa senang belajar dan dapat mengembangkan potensinya  sebagai daerah industri silandasi dengan kahlak mualia”

 

Misi

1. Menciptakan lingkungan sekolah yang bersih dan nyaman.

2. Mengembangkan pembiasaan prilaku disiplin warga sekolah.

3. Menciptakan suasana belajar yang menyenangkan dan berkualitas.

4. Mengembangkan bakat, minat, dan potensi siwa sesuai dengan daerah industri.

5. Melaksanakan 10 pembiasaan akhlak mulia.

 

Strategi

1. Meningkatkan suvervisi atau pengemasan.

2. Memberdayakan potensi guru dalam memecahkan masalah yang ada

3. Memberdayakan managemen berbasis sekolah

4. Meningkatkan kesejahtraan guru.

5. Melaksanakan kegiatan ekstrakulikuler.

 

SDN 2 Gunungguruh dibangun diatas tanah seluas  896 m2 , bediri  di tahun 1983. Kini memiliki jumlah siswa sebanyak 271 siswa, juga memiliki 6 lokal kelas satu diantaranya dipergunakan kantor.  Sementara jumlah guru yang ada hanya 8 Guru Pegawai Negeri Sipil (PNS) 3 Guru Honor.  Seluruh tenaga pendidik yang ada dinilai cukup handal karena telah memiliki latar belakang pendidikan S1 juga dibekali ilmu yang memadai sebagai mana diamanatkan dalam Undang- Undang Nomor 14 tahun 2005. Bahkan, sesuai dengan tuntutan di era globalisasi saat ini guru di sekolah itu diharuskan untuk memiliki pola pikir (mindset) dan pola tindak (actionset) terutama dalam mengimplementasikan dan mengembangkan kurikulum  (KTSP) yang berlaku sekarang. Disamping itu, perubahan pola pikir dan pola tindak dalam mengelola kelas dan melaksanakan proses pembelajaran, setiap guru disekolah tersebut dituntut untuk lebih kreatif dan inovatif dalam meningkatkan mutu layanan pendidikan khususnya layanan proses pembelajaran sesuai dengan standar proses dan sesuai dengan Permendiknas nomor 41 tahun 2007. Bahkan baru-baru ini guru di seluruh Indonesia menyelesaikan Pendidikan dan Pelatihan Profesi Guru (PLPG) sebagai bagian dari rangkaian sertifikasi guru. PLPG merupakan kegiatan yang harus dilaksanakan oleh guru untuk meningkatkan kompetensi baik itu kompetensi professional, kompetensi pedagogic, kompetensi sosial maupun kompetensi kepribadian. Salah satu contoh adalah dari sisi prestasinya, SDN 2 Gunungguruh dari semenjak berdiri telah mengantongi ratusan penghargaan dari berbagai perlobaan baik itu tingkat Kecamatan, Kabupaten bahkan tingkat Provinsi. Misalnya saja, sebagai juara 1 catur tingkat kecamatan 2010, juara I pidato tingkat kecamatan 2010, juara III silat putri 2011, juara III silat putra 2011, juara III Volli putri  dan masih banyak lagi penghargaan yang telah diperolehnya.  Jadi tidak diragukan lagi sekolah ini bisa mencetak anak didik berbakat, berminat dan berpotensi optimal serta dapat dipertanggungjawabkan.

kepala-sdn-2-gunungguruhKeberhasilan tersebut tidak terlepas dari seorang pemimpin atau kepala sekolah yang selalu komitmen dan optimis membangun tim kerja yang epektif serta mengembangkan budaya mutu. Pejabat sementara Kepala SDN 2 Gunungguruh mempunyai rencana dan bercita-cita menjadikan SD ini sebagai SD yang paling unggul dalam berbagai bidang di Kecamatan Gunungguruh khususnya, bahkan sampai tingkat Kab/Provinsi. ”Masa depan bangsa tergantung dari bibit-bibit yang dicetak sedini mungkin. Sebab itu, kami optimis sekolah ini dapat bersaing dengan sekolah lain. Selain itu, kami juga memiliki guru yang sangat berpotensi,” ujar Kepala SDN 2 Gunungguruh Dedi S. Pd, SD kepada www.sukabumizone.com

Menurutnya, keberhasilan tersebut akan dapat diraih apabila dapat bekerja sesuai dengan tupoksi yang ditentukan. ”Tugas pun akan terselesaikan dengan baik sesuai visi dan misi. Apalagi didukung peranserta masyarakat yang baik, sehingga kami yakin sekolah ini mampu bersaing dengan sekolah-sekolah lain, ” tutur pria ramah ini.

Permen No 24 Tahun 2007 tentang standar sarana dan prasarana bahwa kapasitas maksimal ruang kelas adalah 28 peserta didik. Sebab SD ini sekarang tidak memiliki prasarana sebagai –berikut :

  1. Ruang kelas (28 Peserta didik/Ruang kelas)
  2. Ruang perpustakaan
  3. Laboratorium IPA
  4. Ruang pimpinan
  5. Tempat beribadah
  6. Ruang UKS
  7. Jamban
  8. Gudang
  9. Ruang sirkulasi
  10. Tempat bermain/orahraga

aktivitas-guru-sdn-2-gunungguruh-di-kantorApabila dicermati dari sisi kualitas Sumber Daya Manusia (SDM) dan program yang digulirkan, sekolah itu memiliki kualitas yang memadai. Namun, pada kenyataanya SD ini belum memiliki indikator minimal prasaranan sebagaimana dimaksud diatas. “Kami akan berusaha mengajukan pada pemerintah terkait kekurangan Sapras saat ini,” pungkasnya. Bang

Informasi Terbaru Minggu, (16/6/2013) : Kenaikan Kelas dan Pelepasan Kelas 6 SDN 2 Gunungguruh

SUKABUMIZONE.COM,SUKABUMI–SDN 2 Gunungguruh Kecamatan Gunungguruh Kabupaten Sukabumi meriahkan kenaikan kelas dan pelulusan dengan berbagai kreasi siswa di Gedung SDN 2 Gunungguruh  Minggu, (16/06). Diantaranya beberapa kesenian khas Jawa Barat yang dimainkan oleh siswa seperti, kabaret, drama berbahasa sunda, tari-tarian, pembacaan do’a-do’a, lagu-lagu, perpisahan, angklung, dan lain sebagainya. Bahkan, bagi siswa berprestasi secara umum dan langsung mendapat sambutan sekaligus menerima hadiah dari sekolah.
Kepala Sekolah SDN 2 Gunungguruh Adah Djubaedah menjelaskan, segala persiapan hingga pelaksanaan pentas kesenian pada kenaikan kelas tersebut diserahkan sepenuhnya kepada orang tua murid yang dikomandoi komite sekolah. ” Hal inilah yang membanggakan kami, karena orang tua murid dapat berperan aktif dalam kegiatan ini.”ujarnya.
Menurutnya, pihak sekolah sendiri hanya sebagai pembimbing dan pengawas.” Kami tidak turun tangan secara langsung karena semuanya sudah diserahkan kepada orang tua murid dan itu semua terlihat baik tampak dari semarak dan meriahnya acara ini sehingga mendapat respon positif dari warga,” pungkasnya. Dendi

Lihat Juga...