Beberapa Nelayan Diduga Hilang di Perairan Australia


SUKABUMI Kab–Gelombang tinggi di laut selatan Jawa membuat sebuah kapal Nelayan Kapal Motor (KM) Mentari yang ditunggangi empat orang nelayan asal Pelabuhanratu, Kabupaten Sukabumi, Jawa Barat, hilang sejak 18 hari lalu. Diduga kapal penangkap ikan jenis rumpon tersebut karam di laut Australia akibat diterjang gelombang pasang.

Menurut Ketua Badan SAR Daerah Kabupaten Sukabumi, Okih Fajri, berdasarkan penelusuran GPS, terakhir kali terdeteksi KM Mentari berada di lintang 9 radius 126 mil atau berada di perairan perbatasan antara laut Cilacap dan laut Pulau Christmas, Australia.

“Sudah 18 hari ini kapal dan empat orang nelayannya tidak kunjung kembali. Terakhir kali terekam melalui GPS, kapal itu berada di sekitar perbatasan laut Australia. Sejauh ini kami kesulitan untuk melacak dan mencarinya,” ujar Okih.

Dia menduga, KM Mentari telah karam akibat diterjang gelombang laut yang tengah pasang karena didera angin barat. Saat ini kondisi angin membuat ombak semakin besar di laut lepas terutama di wilayah laut Cilacap, Kabupaten Sukabumi.

KM Mentari merupakan jenis kapal rumpon yang dinahkodai Ambo serta tiga anak buah kapal (ABK). Kapal ini meninggalkan perairan Pelabuhanratu sejak akhir tahun 2011 silam.  Rencananya mereka akan menangkap ikan di sepanjang Teluk Pelabuhanratu selama satu pekan. Namun hingga Selasa sore, Ambo beserta seluruh ABK KM Mentari hingga sore ini belum kunjung kembali.

Sebelumnya Pengawas Syahbandar Pelabuhan Perikanan Nusantara Palabuhanratu (PPNP) sudah mengeluarkan larangan bagi nelayan Sukabumi untuk tidak melaut karena kondisi cuaca yang ekstream. Pantauan PPNP, tinggi gelombang di luar Teluk Pelabuhan Ratu mencapai 2,5-3 meter. Sementara gelombang di dalam teluk mencapai dua meter. Selain itu, kecepatan angin mencapai 15 knot/detik. Kondisi ini jauh di atas normal. Ini sangat membahayakan bagi para nelayan yang nekat melaut.

Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) memperkirakan puncak musim angin barat akan terjadi Februari sampai Maret mendatang. Artinya, gelombang tinggi di sekitar Pelabuhan Ratu kemungkinan akan meninggi lagi. Sep

Lihat Juga...