Seni Bela Diri Pencak Silat Miliki Pengaruh Kuat

(Bagian I)

Berkembangnya seni bela diri silat disemua kalangan nampak agresif.  Bahkan, berdampak positif bagi kesatuan antar ber agama.  Silat juga menjadi budaya rakyat yang konon memiliki serjarah menarik tentang sepak terjang para pendekar, demi membela kebenaran dan menumpas kezaliman.

Penulis:Nur S                                                                                                                               

Diantara hiruk pikuk dan deru budaya-budaya daerah bahkan budaya asing yang merambah negri ini, silat adalah salah satunya seni atau olah raga bela diri Indonesia yang memiliki pengaruh kuat di masyarakat .  Betapa tidak, karena silat lebih cenderung kepada ikatan persaudaraan dan memicu hubungan batin yang berlandaskan keyakinan.   Di satu, kampung yang letaknya tidak  jauh dari pusat keramaian, terdapat satu perguruan ( Paguron )  pencak silat yang akrab dikenal Danur Wenda di Pangkalan Rt 01 /07 Kelurahan Jayamekar Kecamatan Baros Kota Sukabumi serta di ketuai sosok  sesepuh yang sederhana dan santun akan sikap keperibadian dirinya , berwibawa serta welas asih .Selain itu, memiliki talenta dalam bidang seni silat khususnya yang telah ia geluti selama puluhan tahun.  Karakteristik sosok tokoh selalu menjadi panutan di masyarakat  bahkan di luar daerah.  Menurut cerita ia pendekar tampa tanding yang tak pernah lari dari medan laga. “  Silat itu artinya, silaturahmi antara umat beragama , silat juga bukan hanya nama satu kumpulan atau perguruan untuk di pelajari gerak fisiknya saja. Namun, silat adalah cinta akan kedamayan melalui bahasa hati .”  Kata Bubun yang juga kelahiran Tahun 1942 itu.

Menurutnya, banyak nama-nama teknik yang dikenal diantaranya, Cimande, Cikalong, Cisadane, Sabanar, Madikari dan lain sebagainya.  “Semua juga bagus dan mempunyai kelebihan masing-masing” tempas tokoh Danur  Wenda kepada sukabumizone.com.

Lanjutnya, hidup memiliki ilmu dan akal yang menentukan masa depan seseorang, baik di dunia maupun di kehidupan nanti yang langgeng. Apapun bentuknya,  ilmu yang bermanfaat bagi kehidupan orang banyak tentu akan membawa keberkahan dan kemuliaan. Ia selalu ingin membantu siapa saja yang membutuhkan tenaganya untuk menolong orang sakit ataupun terkena musibah.” Segala yang menentukan kesembuhan orang sakit itu hanyalah Gusti Allah , kita hanya syari’at saja,” kata.  Memang benar adanya ,tokoh yang satu ini bukan hanya mahir maenpo saja.Tapi, mampu mengobati patah tulang. Dengan keihlasannya untuk menolong sesama, tak jarang orang yang patah tulang dengan tehnik pengobatan tradisional yang dipelajarinya dapat sembuh.  Danur  Wenda adalah salah satu diantara

sekian banyak nama-nama silat kondang di Sukabumi, dan sebelum Danur  Wenda, masih ada nama terdahulu seperti, sinur wenda, laras konda,gelandang setra dan yang terahir adalah danur wenda. Pencak silat sebuah budaya lokal yang memiliki banyak pemahaman di dalamnya, bergantug kultur di daerah masing-masing. Kekayaan budaya Indonesia yang demikian menjadikan makna.

Sebuah kesalahan jika silat dipandangan hanya sebagai bela diri untuk menjaga keselamatan. Padahal, ada hal yang lebih besar yang dapat diperoleh dalam mempelajari  seni tersebut.Tak sekedar mendapatkan kemampuan bertarung, saat ini bela diri justru lebih pada keinginan hidup sehat dan menjalin persaudaraan.

Danur wenda, meupakan hasil perpaduan serta sari dari berbagai aliran silat di jawa barat yang ada Sukabumi. “ Maenpo merupakan gerak yang sangat gesit, ada empat pengertian dalam ilmu silat, yakni, USIK ( gerakan). KAREP (kemauan).  RASA (dorongan batin) . BERANI ( menghadapi kesukaran) kalima pancer,” tegasnya.

Adapun jurus-jurus  mematikan telah pelajarinya yang merupakan gabungan dari berbagai jurus serta guru yang telah teruji kemahirannya.  Ia berguru kesemua aliran silat tingat tinggi yang beredar di tanah jawa, lalu ia ambil intisarinya yang telah diujinya  kehebatan gerakan menjadi salah satu wadah.  “ Bersukur kepada Tuhan atas nikmat ilmu yang telah dianugrahkan kepada mahluknya. Kami berharap generasi penerus padepokan ini untuk menjaga kehormatan sikap dan perilaku yang berahlaq mulia. Itu lebih tinggi derajatnya ketimbang memiliki sekeranjang emas dan kedudukan tinggi. Orang yang besar bukanlah orang yang pintar dan berduit, akan tetapi orang yang mengunakan ilmu dalam akalnya. Silat bukan untuk dipergunakan mencari musuh,tapi silat juga bukan untuk lari dari musuh, kiat berlatih dan belajar apapun pasti tarap kesempurnaan akan tercapai, pahamilah jiwa dan ilmu, “ tuturnya.

Lihat Juga...