Ratusan Hektar Sawah di Sukamaju Terancam Gagal Panen


“Irigasi Tergerus Longsor”
SUKABUMIZONE.COM, SUKABUMI–Ratusan hektar sawah di Desa Sukamaju Kecamatan Cikembar Kabupaten Sukabumi Jawa Barat, terancam gagal panen. Pasalnya, irigasi Sungai Cicatih Kampung Genteng tergerus longsor hingga menyebabkan pasokan air terganggu.
Dari informasi yang dihimpun www.sukabumizone.com, longsornya tebing setinggi 50 meter dan lebar sekitar 100 meter setelah diguyur hujan deras yang melanda daerah tersebut Rabu, Pukul 12.00 WIB malam. Selain faktor alam kejadian longsor diduga kuat juga diakibatkan aktivitas salah satu perusahaan yang bergerak di bidang Ayam Builer.
Salah seorang Warga Genteng Rt 02/Rw 03 Desa Sukamaju Asdi (85) yang juga sebagai pekerja pengairan di desa tersebut mengatakan, kontruksi bangunan pelebaran proyek ayam itu tidak memenuhi standar. Sehingga, ketika hujan deras tanah puh tidak dapat menahan beban. “Akibatnya, material longsoran menimbun irigasi. Padahal, irigasi tersebut merupakan saluran utama sebagai jalannya air yang mengairi ratusan hektar sawah dan kolam ikan milik warga,” keluh Asdi kepada www.sukabumizone.com.
Dengan adanya longsor ini ungkap Asdi, aliran air bersih bagi warga dan irigasi untuk mengairi area persawahan terputus.” Dikhawatirkan petani gagal panen musim ini,” ungkapnya.
Selain itu, apabila tidak cepat ditangani saluran irigasi dengan lebar 2,5 meter itu yang mengaliri sawah seluas 476 Hektar di Desa Sukamaju meliputi blok Cihonje, Pasir Pogor dan Sukamaju akan menimbulkan kerugian besar.” Kami harap pemerintah maupun pihak perusahaan dapat segera memperbaiki saluran irigasi ini,” tandasnya.
Di tempat yang berbeda, keluhan yang sama juga dilontarkan asal Warga Cihonje Rt 02/ 05 Desa Sukamaju Ariyanto (40) yang juga sebagai penjual ikan di kampung tersebut mengeluhkan, akibat dari tanah longsor yang menimpa saluran irigasi telah berdampak pada saluran air yang megaliri kolamnya menjadi tersendat dan mengakibatkan kerugian yang tidak sedikit.” Biasanya pemasukan dalam satu minggu satu kwintal ikan. Namun, dengan peristiwa seperti ini ikan tidak bisa dijual dengan kerugaian mencapai Rp. 4000.000,- per minggu,” keluhnya.
Menurut Ariyanto, bukan hanya pemilik kolam yang akan berkurang pendapatannya. Namun, faktor ekonomi warga bisa terganggu sebab selain irigasi,  jalan umum yang menghubungkan Kampung Cijambe dengan Kampung Genteng terputus akibat tertimpa longsor. “Dampaknya sudah jelas dan efeknya bisa fatal apabila tidak ditangani dengan cepat,” harapnya.
Sementara itu, pemilik perusahaan yang bergerak di bidang Ayam Builer Budiyanto menjelelaskan, peristiwa longsor terjadi disebabkan dari kelabilan tanah.” Insident ini murni musibah. Bahkan, kami juga sebagai pengusaha kena imbasnya dan mendapatkan kerugian,” singkatnya. Dendi

Lihat Juga...