Diduga Salah Paham, Kantor Desa Sukamaju Dipadati Warga


SUKABUMIZONE.COM, SUKABUMI– Puluhan warga Desa Sukamaju Kabupaten Sukabumi Jawa Barat, padati Gedung Desa Sukamaju untuk melakukan diskusi dengan pemerintah Senin, (27/10). Disinyalir, hal tersebut terjadi akibat lemahnya taransparansi publik akan kebijakan pemerintah dalam melayani warganya. Bahkan, salah satu organisasi mahasiswa rencananya akan melakukan demo. Namun, entah dengan alasan apa aksi tersebut urung dilakukan para mahasiswa.
Salah seorang warga Kampung Tegal Panjang Sudrajat mengatakan, peristiwa itu terjadi akibat kesalah pahaman antara warga, pemerintah dengan perushaan.” Saya tidak mahu peristiwa ini di manfaatkan oleh pihak yang tidak bertanggung jawab. Ya, sebenarnya jika diteliti secara cermat kepedulian perusahaan terhadap warga seluruh poin telah di penuhi oleh perusahaan,” kata Sudrajat kepada wartawan www.sukabumizone.com Senin, (27/10).
Kepala Desa Sukamaju Anang menjelaskan, pihaknya meniali perusahaan tampak baik. Pasalnya, poin-poin dalam program CSR telah dicukupi oleh perusahaan. Menurut Anang, yang menandatangani ijin perusahaan sebelumnya adalah Pejabat Sementara Kepala Desa Sukamaju pada tahun 2011. Hanya saja, pembangunan perusahaan di 2014 ini ada pengembangan.” Saat ini kami hanya menerima tandatangan warga sekitar 71 orang dari jumlah sekitar 105 orang. Kemungkinan besar, demo yang tidak terjadi ini dimanfaat kan oleh oknum yang tidak bertanggung jawab dan kami pun tidak tahu apa tuntutan mereka karena jika dilihat dari perijinan perusahaan sudah selesai hingga seratus persen,” tandasnya.
Sementara itu, Owner perusahaan yang bergerak di ayam builer Budianto memaparkan, pihaknya dalam mendirikan perusahaan itu telah melalui aturan yang benar. Bahkan, semua program CSR dan kompensasi terhadap kepedulian warga sekitar telah di cukupi.” Kami telah membangun sumur bor untuk kepentingan warga,” imbuhnya.
Camat Cikembar Dodi berharap, peritiwa ini dapat disikusikan dengan baik dan santun untuk itu, ia himbau kepada seluruh warga harus menjalin hubungan Ukhuwah Islamiyyah.” Apabila ada warga yang belum paham kami anjurkan segera hubungi Kepala Desa, Kecamatan maupun Kapolsek. Jangan sampai menebarkan issu yang tidak jelas. Kami mohon seluruh warga tetap kondusif dan terus menjaga ketertiban dan kenyamanan,” pungkasnya. Dendi

Lihat Juga...