Terindikasi Puluhan Warga Jabar Gabung ISIS


“10 Diantaranya Meninggal”
SUKABUMIZONE.COM, SUKABUMI — Keberadaan kelompok Islamic State of Iraq dan Syria (ISIS). Kini menjadi polemik terhadap semua kalangan. Pasalnya, Islam yang bernuansa regional itu sangat bertolak belakang dengan Undang-Undang Pancasila dan kebinekaan Negara Kestauan Republik Indonesia (NKRI). Hal tersebut, senada di lontarkan Kepala Polisi Daerah (Kapolda) Jawa Barat (Jabar) Irjen Polisi Drs. Mohammad Iryawan saat melakukan kunjungan Silaturahmi Kantibmas di Pondok Pesantren Al-Mubayyidiyyah di Kampung Cikakak Rt 04/06 Desa Sukamaju Palabuhanratu Kabupaten Sukabumi Jawa Barat Kamis, (06/11).
” Kelompok ISIS sangatlah bertentangan dengan keutuhan NKRI. Apalagi, dalam agama Islam tidak disarankan untuk saling membunuh,” kata Mohammad Iryawan kepada wartawan www.sukabumizone.com Kamis, (06/11).
Pihaknya mewakili jajaran Polri menyampaikan untuk segera menolak keberadaan ISIS. Pasalnya, jelas tidak ada manfaatnya dan tidak rahmatan lilalamin.” Menurut akidah yang ada dan fakta dilapangan seperti itu. Jadi kami anjurkan untuk bersama menolak kelompok ISIS,” tandasnya.
Menurutnya, ada 80 warga Jabar yang saat ini terindikasi telah bergabung dengan ajaran ISIS dan 10 orang diantaranya teridentifikasi tewas. Kapolda mengimbau peran warga, aparat desa dan ulama terutama di lingkungan pesantren agar mewaspadai setiap gerakan atau ajakan untuk berjihad di melawan yang menyimpang dari ajaran islam.sebagian warga yang masuk kelompok ISIS. Bahkan, 10 orang diantaranya meninggal dunia dengan dalil mati sahid dan sisanya masih berada di Iraq dan Syiria.” Masyarakat yang ikut terlibat dalam kelompok ISIS mayoritas berumur 40 tahunan. Tetapi, dari umur 20 hingga 30 tahun juga ada. Sebab itu, Polda Jabar beserta jajarannya melakukan antisipasi dengan cara mendeklarasikan menolak keberadaan ISIS di setiap wilayah Provinsi Jawa Barat.” Kami libatkan unsur FKPD baik di wilayah kabupaten maupun kota termasuk tingkat kecamatan, para tokoh agama, masyarakat dan unsur lainnya agar menolak keberadaan ISIS,” pungkasnya. Dendi/Bambang

Lihat Juga...