Desa Padabeunghar Jadikan Budaya Sebagai Tonggak Keberhasilan Pembangunan

kepala-desa-padabeunghar-deni-sutisna-1Kepala Desa Padabeunghar Deni Sutisna

Demografi dan Letak Geografis :

Desa Padabeunghar dengan luas wilayah 1.349.000     Ha, yang terdiri dari 4 Dusun dengan 09 Rukun Warga (RW) dan 45 Rukun Tetangga (RT). Desa Padabeunghar memiliki batas wilayah administratif sebagai berikut :

  • Sebelah Utara berbatasan dengan Kecamatan Cikembar
  • Sebelah Timur berbatasan dengan Desa Sindangresmi
  • Sebalah Selatan berbatasan dengan Desa sindangresmi
  • Sebelah Barat berbatasan dengan Desa Bojongjengkol

desa-padabeunghar-3

Secara visualisasi, wilayah administratif dapat dilihat dalam peta wilayah Desa Padabeunghar sebagaimana gambar di bawah ini :

Gambar : 1

Peta Administratif Desa Padabeunghar

peta-desa-padabeunghar-kecamatan-jampang-tengah

Sumber : Data Desa Padabeunghar

 

Topografi :

Desa Padabeunghar merupakan desa yang berada di daerah yang berlereng (berbukit), dengan kemiringan antara 300 – 450. dan ketinggian antara 300 – 450 m dpl (diatas permukaan laut). Di sebelah Utara dibatasi oleh Sungai Cimandiri yang sekaligus menjadi Batas dengan Kecamatan Cikembar, dan disebelah selatan dengan Desa Sindangresmi.

 

Hidrologi dan Klimatologi :

 

Aspek hidrologi suatu wilayah desa sangat diperlukan dalam pengendalian dan pengaturan tata air wilayah desa. Berdasarkan hidrologinya, aliran-aliran sungai di wilayah desa Padabeunghar membentuk pola Daerah Aliran Sungai, yaitu DAS Cimandiri Tercatat beberapa sungai maupun solokan baik skala kecil, sedang, dan besar, terdapat di desa Padabeunghar,

seperti :

  • Sungai Cimandiri (Terbesar, merupakan batas wilayah dengan Kecamatan Cikembar),
  • Solokan Jentreng,
  • Solokan Masbar,

Disamping itu ada pula beberapa mata air yang bisa digunakan sebagai sumber mata air bersih, maupun sumber air untuk pertanian.

Mata air utama yang menghidupi masyarakat Desa Padabeunghar adalah diantaranya :

  1. Mata Air Kiara Caian,
  2. Mata Air Leuweung Picung,
  3. Mata Air Laban gede,
  4. Mata Air Leuwipeundeuy,
  5. Mata Air Cikawung,
  6. Mata Air Ciburahol,
  7. Mata Air Ciburial,
  8. Mata Air Cisalak,
  9. Mata Air Ciarsa,
  10. Mata Air Cibuntu,
  11. Mata Air Cirampo,
  12. Mata Air Ciwelit.

Secara umum akhir-akhir ini terjadi penurunan kualitas curah hujan dan jumlah hujan dibanding keadaan selama tahun-tahun sebelumnya, hal ini dapat menjadi sangat berpengaruh terhadap beberapa sumber mata air yang menjadi sumber kehidupan masayarakat penggarap sawah. Ditunjang pula oleh terjadinya pembalakan hutan yang tidak terkendali, akibat kurangnya pengawasan dari semua pihak terkait.

desa-padabeunghar-2

Luas dan Sebaran Penggunaan Lahan :

Pada umumnya lahan yang terdapat di Desa Padabeunghar digunakan secara produktif, dan hanya sedikit saja yang tidak dipergunakan. Hal ini menunjukkan bahwa Kawasan Desa Padabeunghar memiliki Sumber daya alam yang memadai dan siap untuk diolah. Luas lahan berupa sawah Semi teknis 86.026 Ha, Tadah hujan 97.36   Ha, dan yang lainnya berupa pekarangan 67.45 Ha, Hutan Rakyat 50 Ha, Pangangonan 50 Ha, dan lain-lain. Untuk lebih jelasnya mengenai luas tanah dan penggunaannya dapat dilihat pada tabel berikut ini.

 

Tabel : 2

Luas Lahan Menurut Jenis Penggunaan

Di Desa Padabeunghar Tahun 2009

Sawah (Ha) Darat [Ha]
Teknis ½ Teknis Tadah Hujan Pekarangan Pemukiman Hutan Rakyat Pengangon-an Hutan Negara Lain-lain
86.026 97.36 67.45 50 50

 

Sumber : Data Desa Padabeunghar

 desa-padabeunghar-8-copy

Keadaan Sosial Kependudukan :

Penduduk Desa Padabeunghar berdasarkan data terakhir hasil Sensus Penduduk Tahun 2010 tercatat sebanyak 7239 jiwa, Tahun 2009 sebanyak 7142 Jiwa, Tahun 2008 sebanyak 7053 jiwa, tahun 2007 sebanyak 6970 Jiwa, mengalami kenaikan setiap tahunnnya rata-rata sebesar 1.28 %. Untuk lebih jelasnya dapat dilihat pada tabel : 3 di bawah ini.

 

Tabel : 3

Jumlah Penduduk Desa Padabeunghar

Tahun 2008-2010

No Tahun Jumlah Laju Pertumbuhan
1 2008 7053 1.26 %
2 2009 7142 1.25 %
3 2010 7239 1.34 %

 

Sumber : Data Desa Padabeunghar

 

Jumlah rumah tangga di Desa Padabeunghar Tahun 2010, sebanyak 2173 Rumah Tangga/KK.

Tabel : 4

Jumlah Rumah Tangga per Dusun

Di Desa Padabeunghar Tahun 2010

 

No Dusun Jumlah

Rumah Tangga/ KK

1 Padabeunghar 573
2 Leuwipeundeuy 614
3 Panyindangan 646
4 Cirampo 340
JUMLAH 2173

 

Proyeksi jumlah penduduk di Desa Padabeunghar Tahun 2011 berjumlah 7347 jiwa, Tahun 2015 Berjumlah 7888 jiwa.

 

  • Kesehatan

Tenaga kesehatan di Desa Padabeunghar pada Tahun 2010 terbagi atas medis/dokter – orang, keperawatan 1 Orang, bidan 1 orang, dukun beranak 6 orang. Untuk lebih jelasnya dapat dilihat pada tabel 6 berikut ini.

 

Tabel : 5

Jumlah Tenaga Kesehatan dan Partisipasi Masyarakat

Di Desa Padabeunghar Tahun 2011

 

No Tenaga Kesehatan Jumlah Ket.
1 Medis Doktor Umum
Dokter Spesialis
2 Keperawatan Bidan 1
Perawat 1
3 Partisipasi Masyarakat Dukun Bayi 6
Posyandu 7
Poskesdes 1
POD
Desa Siaga
Kader Kesehatan Aktif 38
Paraji Sunat
JUMLAH 54  

 

Sumber : Data Desa, dan Desa Siaga Mutiara Jaya Desa Padabeunghar

 

Jumlah kelahiran bayi (persalinan) pada tahun 2010 adalah sebanyak = 91 jiwa, yang terdiri atas bayi lahir hidup sebanyak = 89 jiwa, bayi lahir mati sebanyak = 2 jiwa. Untuk lebih jelasnya dapat dilihat pada tabel 7 berikut ini.

desa-padabeunghar-9-copy 

Tabel : 6

Jumlah Kelahiran Hidup dan Kematian Bayi

Di Desa Padabeunghar Tahun 2008 – 2010 (Jiwa)

No Uraian 2008 2009 2010 Rata-rata
1 Bayi Lahir Hidup 123 133 91 115
2 Jumlah Kematian Bayi 2 0.6
JUMLAH 123 133 93  

Sumber : Data Desa dan Desa Siaga Mutiara Jaya Desa Padabeunghar

 

  • Pendidikan

Pendidikan merupakan salah satu modal dasar pembangunan. Sehingga pendidikan adalah sebuah Investasi (modal) di masa yang akan datang.

Di Desa Padabeunghar tahun 2008-2010, jumlah guru dan murid tiap tahunnya mengalami peningkatan. Guru pada tahun 2010 berjumlah = 73 Orang,

dengan jumlah murid PAUD sebanyak 110 orang, SD sebanyak 758 orang, SLTP sebanyak = 482 Orang,. Untuk lebih jelasnya dapat dilihat pada tabel 7 di bawah ini.

 

Tabel : 7

Data Pendidikan/Sekolah Formal dan Non Formal

Di Desa Padabeunghar Tahun 2008 – 2010

No Uraian PAUD SD SLTP
1 Guru 15 37 21
2 Murid 110 758 482

 

Sumber : Data Desa Padabeunghar

 

Pada masa kepemimpinan kepala desa ini, jumlah sarana prasarana sekolah, maupun jenjang terus diupayakan baik kuantitas maupun kualitasnya, baik itu negeri maupun swasta, dari mulai TK/PAUD/RA s.d. SLTP.

 

  • Ketenaga Kerjaan

Berkaitan dengan perkembangan situasi dan kondisi ketenagakerjaan di Desa Padabeunghar sampai akhir tahun 2010, masih menunjukkan keadaan kondusif, walaupun di pihak lain masih dihadapkan pada keterbatasan lapangan kerja dan jumlah pencari kerja yang cukup banyak. Banyaknya pencari kerja di Desa Padabeunghar adalah sebagai akibat penambahan angkatan kerja baru dan pemutusan hubungan kerja (PHK). Kondisi ini terus berlangsung di berbagai lapisan dan tingkatan sektor-sektor usaha strategis yang banyak menyerap tenaga kerja. Keadaan seperti ini memberikan kontribusi sangat besar terhadap jumlah pencari kerja yang tidak terproyeksikan sebelumnya.

Untuk tahun 2010 jumlah pencari kerja laki-laki sebesar 100 Orang, sedangkan perempuan sebanyak 222 orang, sedangkan pencari kerja perempuan yang dapat ditempatkan lebih besar daripada laki-laki yaitu 99 % dan laki-laki sebesar 25 %.

Dari segi pendidikan, lulusan SLTA menempati urutan tertinggi dari jumlah persentase pencari kerja yang berhasil ditempatkan terhadap total pencari kerja, yaitu menurut tingkat pendidikan mencapai angka 64 %.

Dalam hal penyerapan tenaga kerja, jumlah tenaga kerja yang ditempatkan mengalami kenaikan dibandingkan dengan tahun sebelumnya, sementara jumlah pencari kerja yang terdaftar mengalami penurunan.

Faktor lain yang menjadi penyebab utamanya adalah kompetensi yang dimiliki, dikaitkan dengan skill yang dibutuhkan oleh lapangan kerja.

 

  • Pemuda dan Olahraga

Dalam hal kepemudaan, pada tahun 2010 tidak terlepas dari aktifitas dan eksistensi Karang Taruna, baik level desa maunun level RW, sedangkan jumlah anggota karang taruna aktif untuk level desa berjumlah + 25 orang, serta hampir seluruh usia karang taruna terlibat aktif di kepengurusan Tingkat RW, baik pengurus aktif, maupun anggota biasa.

Sedangkan organisasi keolahragaan yang ada di desa Padabeunghar cukup variatif, namun semua organisasi tersebut masih dikelola secara amatir, dan hanya penyaluran kegemaran saja. Untuk lebih jelasnya data organisasi keolahragaan dapat dilihat dalam tabel 13 di bawah ini :

Tabel : 8

Data Klub / Perkumpulan Olahraga

Di Desa Padabeunghar Tahun 2010

No Klub Olahraga Yang Terdaftar Jumlah Keterangan
1 Klub Sepakbola 8
2 Klub Bola Voli 10
3 Klub Bulu Tangkis 5
4 Klub Tenis Meja 3
5 Klub Senam Sehat 1
6 Klub Jantung Sehat 1
7 Klub Pencaksilat 7
8 Klub Futsal 3
JUMLAH 38  

 

Sumber : Data Desa Padabeunghar

 

Dari klub olahraga diatas, telah banyak melahirkan atlet-atlet berbakat dan ikut serta dalam kegiatan mewakili Desa dan Kontingan Kecamatan, serta Tim PORDA Kabupaten Sukabumi pada beberapa penyelenggaraan Pesta Olahraga. Disamping itu juga klub olahraga diatas, diantaranya telah banyak meraih kejuaraan pada beberapa EVENT OLAHRAGA yang diadakan oleh beberapa kepanitiaan, baik level kecamatan, kabupaten, maupun tingkat propinsi.

 

  • Kebudayaan

Kebudayaan yang ada di desa Padabeunghar merupakan modal dasar pembangunan yang melandasi pembangunan yang akan dilaksanakan, warisan budaya yang bernilai luhur merupakan dasar dalam rangka pengembangan pariwisata budaya yang dijiwai oleh mayoritas keluhuran Nilai Agama Islam. Salah satu aspek yang ditangani dan terus dilestarikan secara berkelanjutan adalah pembinaan berbagai kelompok kesenian.

Pemerintah terus membina kelompok dan organisasi kesenian yang ada, walaupun dengan keterbatasan dana yang dialokasikan, namun semangat para pewaris kebudayaan di desa Padabeunghar terus berusaha menjaga, merawat, serta memeliharanya agar budaya dan kelompok kesenian tersebut terus terpelihara.

Beberapa kelompok kesenian yang ada di Desa Padabeunghar yang masih eksis dan terawat walaupun kondisinya sangat memprihatinkan diataranya dapat dilihat dilihat pada tabel 14 dibawah ini.

 

Tabel : 9

Data Kelompok Budaya dan Kesenian

Di Desa Padabeunghar Tahun 2010

No Jenis Kelompok Kesenian yang ada Jumlah Group Status
1 Seni Calung 2 Aktif
2 Wayang Golek 1 Aktif
3 Reog 1 Aktif
4 Pencaksilat 7 Aktif
5 Kliningan 1 Pasif
6 Upacara Adat 1 Pasif
7 Qasidah 1 Pasif
JUMLAH 14  

 

Sumber : Data Desa Padabeunghar

Keterangan :

  • Aktif = Masih sering melakukan latihan rutin
  • Pasif = Melakukan Latihan, kalau mau ada pentas saja

 

 

  • Tempat Peribadatan

 

Tabel : 10

Tabel Tempat Peribadatan

Di Desa Padabeunghar Tahun 2010

No Jenis Jumlah Ket.
1 Masjid 18
2 Mushola 34
3 Madrasah 4

Sumber : Data Desa Padabeunghar

 

  • Keadaan Ekonomi
    • Pajak dan Retribusi Desa

Pajak dan retribusi desa di Desa Padabeunghar. Tahun 2010 mengalami peningkatan daripada tahun sebelumnya. itu menunjukan tingkat kesadaran masyarakat akan pentingnya membayar pajak sangat besar.

  • Alokasi Dana Desa Desa

Dana desa pada dasarnya adalah merupakan dana yang bersumber dari APBD Kabupaten Sukabumi yang dialokasikan kepada Desa untuk mendanai kebutuhan desa dalam rangka pelaksanaan desentralisasi. Untuk desa Padabeunghar besarnya Alokasi Dana Desa pada Tahun 2010 adalah sebesar Rp. 128.741.765.-.

  • Prasarana dan Sarana Sosial Ekonomi

Pada umumnya jenis sarana sosial ekonomi masyarakat desa Padabeunghar berupa usaha perdagangan, terutama warung kebutuhan rumah tangga sehari-hari yang berskala kecil sekali.

Disamping itu pula sarana ekonomi yang menjadi tulangpunggung ekonomi masyarakat desa Padabeunghar adalah Perusahaan-perusahaan yang ada di sekitar Kecamatan Jampangtengah (pabrik), transportasi ojeg, dan sarana lahan pertanian dan perkebunan dengan skala kecil pula.

Hal ini yang menjadikan Desa Padabeunghar maupun desa – desa yang ada di Kecamatan Jampangtengah menjadi beda dengan desa dan kecamatan lain di Kabupaten Sukabumi.

Adapun jumlah warung yang menjual kebutuhan sehari-hari di desa Padabeunghar sebanyak 29 buah. Sedangkan jumlah penduduk yang memiliki mata pencaharian sebagai karyawan pabrik sebanyak 700 orang, 9.6 % dari jumlah penduduk desa Padabeunghar.

 

  • Transportasi dan perhubungan

Panjang jalan di Desa Padabeunghar pada tahun 2010 sepanjang 13.8 km, yang terdiri dari atas jalan Provinsi 3 Km, serta jalan desa sepanjang 10.8 km.

Namun demikian angkutan ojeg masih mendominasi alat transportasi penduduk, hal ini bisa terlihat dari banyaknya jumlah pengemudi ojeg di desa Padabeunghar yaitu sebanyak 93 orang.

 

  • Telekomunikasi dan Informasi

Penggunaan jaringan komunikasi di Desa Padabeunghar khususnya sambungan telepon telah ada, walaupun masih terbatas. Jumlah sambungan yang ada (konsumen) yang menggunakan jasa telepon rumah baru mencapai 50 SST/Rumah.

Selanjutnya jasa PT. POS Indonesia amat membantu mobilisasi komunikasi dan distribusi barang dan jasa pos, sehingga berbagai transaksi bisnis maupun jasa yang diperlukan masyarakat semakin mudah dijangkau.

 

  • Pengairan dan Keirigasian

Penanganan keirigasian/pengairan diarahkan dalam rangka memenuhi kebutuhan para petani sawah dan kolam air tawar, maupun tanaman palawija. Kondisi jaringan irigasi di desa Padabeunghar pada tahun 2010 ini kondisinya sangat memprihatinkan, mengingat hanya pada musim hujan saja jaringan irigasi ini bisa maksimal, sedangkan pada musim kemarau tidak ada airnya, juga didukung oleh rusaknya saluran irigasi di desa Padabeunghar sebagai akibat dari terjadinya pendangkalan (sedimentasi) saluran air, dan yang diakibatkan oleh bencana alam (longsor). Hal lain diperparah oleh menurunnya produksi air dari hutan sebagai akibat terjadinya pembalakan hutan yang tidak terkendali lagi, ditunjang oleh kurangnya pengawasan dari pihak terkait (Kehutanan, KSDA, dll).

Dari kondisi diatas, pemerintah desa Padabeunghar merasa perlu melakukan terobosan dalam upaya pelestarian saluran irigasi ini, dan hal ini merupakan program unggulan yang menjadi super prioritas program pembangunan desa pada periode kepeminpinan sekarang ini.

Namun upaya ini terhambat karena kurang adanya perhatian yang optimal dari pemerintah daerah maupun pemerintah pusat untuk menanggulangi masalah kerusakan jaringan irigasi ini, padahal hampir 80 % masayarakat Desa Padabeunghar memerlukan air untuk membuat sawah menjadi lebih produktif dan berkualitas.

 

  • Drainase

Sistem drainase merupakan sistem pengaliran air hujan yang terdiri dari 2 (dua) macam sistem, yaitu sistem drainase melalui sungai, solokan, atau saluran sekunder atau disebut drainase makro, dan ini menjadi sistem yang hampir seluruhnya digunakan di Desa Padabeunghar, serta sistem yang melalui saluran-saluran lingkungan atau disebut drainase mikro.

Drainase makro sebagian besar dialirkan ke Sungai Cimandiri, yang akhirnya bermuara dan merupakan rangkaian dari DAS Cisadea.

  • Air Bersih

Air bersih merupakan salah satu kebutuhan pokok manusia dalam memenuhi kebutuhan hidupnya seperti minum, memasak, mencuci, dan sebagainya. Untuk memenuhi kebutuhan akan air bersih, saat ini penduduk desa Padabeunghar sebagian besar masih menggunakan mata air konvensional (Non PAM), karena di desa Padabeunghar belum tersedia jasa PAM Desa, sebagian masyarakat sumur pompa untuk memenuhi kebutuhan air bersihnya, ada juga yang menggunakan sumur gali dan fasilitas air umum (bersama-sama),

 

  • Air Limbah

Jenis limbah yang terdapat di Desa Padabeunghar dibedakan menjadi 2 (dua) macam yaitu limbah domestik dan limbah non domestik. Limbah domestik merupakan limbah hasil buangan rumah tangga dari kegiatan mandi, cuci, dan kakus. Sedangkan limbah non domestik adalah limbah yang dihasilkan oleh kegiatan non rumah tangga, seperti limbah penggilingan padi, limbah ternak, limbah industry rumah tangga (konveksi) dan sebagainya.

Sistem pembuangan limbah domestik di desa Padabeunghar selain menggunakan jamban keluarga berupa septictank/cubluk, juga memanfaatkan sungai, dan kolam, dan pembuangan langsung ke saluran drainase yang ada. Namun berdasarkan data yang ada pada tahun 2010 ini, sudah sebagian besar masyarakat membuang limbah domestik melalui saluran septictank.

 

  • Energi

Pada umumnya masyarakat desa Padabeunghar sudah hampir 90% tersambung jaringan listrik. Mengingat jaringat listrik sudah sampai ke setiap RW seDes Padabeunghar, hanya masih ada beberapa rumah tangga yang belum tersambung, karena satu kendala yakni faktor ekonomi. Mereka umumnya mengambil aliran listrik kepada tetangga terdekatnya. Jumlah rumah tangga yang memasang sambungan listrik di Desa Padabeunghar pada tahun 2010 sebanyak 2173 Rumah tangga.

 

Musim :

Di desa Padabeunghar ada 2 musim yaitu musim kemarau dan musim penghujan.

Pola Penggunaan Lahan Pertanian :

  1. Lahan Sawah dimusim penghujan ditanami padi dan musim Kemarau kadang ditanami palawija, atau bahkan masih ada petani yang memaksakan untuk menanam padi,
  2. Lahan Pekarangan ditanami macam-macam tanaman kecil, pohon Buah dan Kayu bahan Bangunan.

 

Kondisi Pemerintahan Desa, Pembagian Wilayah Desa dan Luas Wilayah Desa Padabeunghar :

Pekarangan      :  67.45 ha

Sawah             : 185.38 ha

Pangangongan :  50      ha

Perkebunan      :   20      ha

Hutan Negara   :  –      ha

Jumlah            : 322.83 ha

Desa Padabeunghar terdiri dari 4 Dusun, 09 RW. dan 48 RT.

Kondisi Pemerintahan Umum

Pelayanan Catatan Sipil :

Pelayanan yang berkaitan dengan pengaturan kependudukan yaitu, KK, KTP, NIK (surat pengantar saja), serta pelayanan yang berhubungan dengan catatan sipil berupa akta kelahiran, akta kematian, akta perkawinan, dan akta-akta lainnya. Jumlah cakupan layanan pendaftaran penduduk dan catatan sipil tahun 2010 terdiri dari Kartu Keluarga = 115 buah, KTP = 223 buah, dan akta-akta lainnya sebanyak = 31 buah.

Untuk lebih jelasnya mengenai layanan catatan sipil dapat dilihat pada tabel di bawah ini.

 

Tabel : 11

Data Pelayanan Catatan Cipil

Di Desa Padabeunghar Tahun 2010

No Jenis Layanan Jumlah Ket.
1 KK 115
2 KTP 223
3 Akta-akta Catatan Sipil 100
4 Akta-akta lainnya (tanah ) 31

 

Sumber : Data Desa Padabeunghar

 

Perijinan :

Di Desa Padabeunghar, kesadaran mesyarakat dalam hal pembuatan perijinan masih sangat minim terutama dalam hal Ijin Mendirikan Bangunan, adapun jenis perijinan yang ada dan sering dibuat oleh masyarakat adalah

  • Ijin Peruntukkan Penggunaan Tanah (IPPT)
  • Ijin Mendirikan Bangunan (IMB)
  • Ijin Gangguan (HO)
  • Ijin Usaha Perdagangan (SIUP)
  • Ijin Penggunaan dan Pemanfaatan Air Tanah
  • Ijin Usaha Pertambangan Bahan galian Golongan C.

 

Aparatur Pemerintahan :

Jumlah pegawai di lingkungan Pemerintah Desa Padabeunghar Tahun 2010 sebanyak 1 orang Kepala Desa, 1 orang Sekretaris Desa, 5 orang Kaur, 04 orang Kepala Dusun. Untuk jelasnya dapat dilihat dari tabel di bawah ini.

Tabel : 12

Jumlah Aparatur Pemerintahan dan Anggota Kelembagaan

Di Desa Padabeunghar Tahun 2010

No Jenis Layanan Jumlah Ket.
1 Kepala Desa 1
2 Sekretaris Desa 1
3 Kepala Urusan 5
4 Kepala Dusun 4
5 Ketua RW 9
6 Ketua RT 48

 

Sumber : Data Desa Padabeunghar

 

Isu Strategis :

 

Isu Strategis merupakan permasalahan yang berkaitan dengan fenomena atau belum dapat diselesaikan pada periode lima tahun sebelumnya, dan memiliki dampak jangka panjang bagi keberlanjutan pelaksanaan pembangunan, sehingga perlu diatasi secara bertahap. Isu strategis Pembangunan Desa :

  1. Kualitas pelayanan umum pemerintahan masih dirasakan belum memuaskan bagi sebagian masyarakat Desa Padabeunghar, seperti pendidikan, kesehatan, kependudukan, sarana prasarana umum, yang bertumpu pada kurangnya alokasi dana yang ada dan kualitas aparatur pemerintahan.
  2. Kompetensi dan daya saing penduduk usia produktif/angkatan kerja di Desa Padabeunghar masih dirasakan kurang memenuhi harapan dunia usaha, sehingga peluang kerja dan peluang usaha yang ada kurang termanfaatkan secara optimal. Hal ini sangat berkaitan dengan kesempatan mendapatkan pendidikan yang berkualitas.
  3. Pertumbuhan ekonomi yang relative lambat mengakibatkan sektor riil kurang mampu berkembang dan memberikan pendapatan secara merata kepada segenap masyarakat. Hal ini masih terdapatnya masyarakat Desa Padabeunghar berada di bawah garis kemiskinan.
  4. Kondisi lingkungan hidup cenderung semakin memprihatinkan sebagai akibat ekspolitasi, terutama terjadinya pembalakan hutan yang berimplikasi terhadap kerusakan lingkungan secara umum.

Masih rusaknya berbagai sarana jalan sebagai sarana utama mobilisasi perekonomian, jaringan irigasi, sarana pendidikan, bertumpuknya lokasi persekolahan, ,sampai pada kurang berjalannya bentuk-bentuk perekonomian desa, dan juga fasilitas olahraga, serta pelayanan kesehatan masyarakat, yang berujung Pada Kesejahteraan Masyarakat.

Lihat Juga...