Pemkot Sukabumi Dijadikan Pilot Project Konsep Kota Sehat

ilustrasi

SUKABUMI – Konsep pembanguan Kota Sehat yang digagas Wali Kota Sukabumi, H. M Muraz menjadi referensi seluruh daerah di Indonesia. Hal itu, Wali Kota Sukabumi dijadikannya nara sumber pada konferensi dan pameran pembangunan kota sehat di Indonesia yang digelar di Grand Inna Muara Hotel, Padang Sumatera Barat, Rabu, (02/11) beberapa hari lalu.

Kegiatan tersebut, diikuti sedikitnya 300 peserta dari setiap perwakiland daerah se Indonesia dengan bertema kota sehat dan kota pintar yang terintegrasi dengan dihadiri dari kalangan para Kepala Daerah, Kepala Dinas, Instansi, Rumah Sakit, Kepala Puskesmas dan lain sebagainya. “Kegiatan itu diisi dengan berbagai macam konsepsi untuk membangun suatu daerah perkotaan. Seperti, dengan melakukan sosialisasi program keberhasilan pembangunan pemerintah daerah dalam membangun Kota Sehat serta mempromosikan produk, teknologi dan jasa yang diperlukan dalam mewujudkan program sehat,” kata Muraz yang juga sebagai Wakil Ketua Bidang Advokasi dan Hukum Asosiasi Pemerintah Kota Seluruh Indonesia (Apeksi) kepada www.sukabumizone.com, Kamis, (03/11).

Lanjut Muraz, kota sehat, adalah kota yang bersih, nyaman dan aman untuk dihuni penduduk melalui terselenggaranya penerapan beberapa tatanan dan kegiatan yang terintegrasi antara masyarakat dan pemerintah daerahnya. “Dalam kegiatan itu seluruh unsur dapat hadir, karena ada ide dan gagasan yang disampaikan untuk kemajuan serta peningkatan kesejahteraan dan kesehatan setiap daerah yang ada di Indonesia,” paparnya.

Konsep kota sehat itu, tidak hanya memfokuskan pada pelayanan kesehatan yang lebih ditekankan pada suatu pendekatan kondisi sehat dan problem sakit saja. Tetapi menurut Muraz, lebih kepada aspek menyeluruh yang mempengaruhi kesehatan bagi seluruh masyarakat. “Hanya saja, gerakan kota sehat ditiap daerah pastinya berbeda, tergantung permasalahan yang dihadapi. Namun, semua itu untuk kebaikan jasmani dan rohani masyarakatnya,” ujarnya.

Pemerintah daerah harus dapat berperan aktif sebagai fasilitator, atau lebih mengutamakan pendekatan proses dari pada target yang akan dicapai. Artinya, bersifat atau berkembang secara dinamis, tidak ada batasan waktu yang dilakukan secara terus menerus dan bertahap sesuai sasaran yang diinginkan masyarakat. “Konsepsi sebaik apapun, jika tidak dilaksanakan secara konsisten  itu akan percuma. Makanya, perlu konsisitensi untuk merealisasikan semua itu,” ulasnya.

Hingga kini, untuk merealisasikan maupun mewujudkan kota sehat. Harus adanya kawasan sarana lalu lintas tertib dan pelayanan transportasi, kehidupan sehat yang mandiri, kawasan pemukiman, sarana dan prasarana umum, ketahanan pangan, gizi dan kehidupan social yang sehat serta kawasan pariwisata sehat. “Sejak digulirkannya kota sehat, Pemkot Sukabumi sudah meraih tiga kali penghargaan secara berjenjang. Tahun 2009 penghargaan Swasti Saba Padapa, tahun 2011 penghargaan Swasti Saba Wiwerd dan tahun 2013 menerima penghargaan Swasti Saba Wistara,” terangnya. Bambang

Lihat Juga...