Peternak Rakyat Rencanakan Kongres Nasional

ilustrasi-peternak-rakyat“Guna Menyampaikan Tuntutan pada Pemerintah”
SUKABUMI – Ribuan peternak rakyat dari 17 asosiasi di Sukabumi, Jawa Barat, rencanakan kongres nasional pada 28 November 2016 mendatang. Hal tersebut, dilakukan guna meminta terhadap pemerintah agar memperhatikan nasib peternak. Pasalnya, saat ini ada sejumlah kebijakan yang dinilai tidak berpihak pada peternakan rakyat.
Kegiatan tersebut rencananya akan dihadiri sebanyak 2.000 orang peternak rakyat baik sapi, unggas, maupun kambing. “Kongres nasional peternak rakyat diadakan karena kondisi peternak rakyat yang semakin termarginalkan,” kata Ketua Himpunan Peternak Unggas Lokal Indonesia (Himpuli) sekaligus Ketua Pengarah Kongres Peternak Rakyat, Ade M Zulkarnain Minggu, (20/11).

Kondisi tersebut, terjadi baik oleh sistem bisnis yang dikuasai konglomerasi maupun akibat kebijakan pemerintah yang semakin tidak kondusif. Misalnya saja, pada sektor peternakan ruminansia, peternak rakyat tergusur oleh sapi dan daging sapi impor. Sebab, setiap tahun pemerintah menambah kuota sapi impor. Ironisnya, saat ini impor sapi bisa didatangkan dari negara yang tidak bebas penyakit mulut dan kaki (PMK). “Selain itu, kebijakan pemerintah yang memaksa harga daging di bawah Rp 80 ribu per kilogram sangat merugikan peternak. Di sisi lain kebijakan ini menguntungkan perusahaan importir,” ujarnya.

Di sektor unggas, khususnya ayam ras menunjukkan adanya dominasi konglomerasi semakin kuat. Fakatnya terdapat sekitar 80 persen usaha peternakan mulai dari hulu sampai hilir dikuasai 12 perusahaan. Sementara, di tempat lain ribuan peternak rakyat dan peternak mandiri modalnya semakin tergerus harga jual yang di bawah biaya produksi. “Untuk itu kami mendesak pemerintah segera mengeluarkan regulasi usaha budidaya yang lebih memihak peternak rakyat,” tambahnya.

Lanjut Ade, di sektor unggas lokal kondisinya lebih termarginalkan dalam 45 tahun terakhir. Menurutnya, nyaris tidak ada dukungan pemerintah dalam pemanfaatan potensi sumber daya genetik ayam lokal. Padahal, Indonesia dikenal sebagai negara pusat plasma nutfah ayam. “Setelah acara Kongres usai, kami akan bertemu dengan presiden utk menyampaikan rekomendasi untuk memperkuat peternak rakyat sesuai amanat Nawa Cita. Salah satu yang akan didorong yakni revisi undang-undang peterbakan. Selama ini ketentuan itu dinilai tidak mencerminkan keberpihakan pada peternak rakyat,” paparnya.

Kepala Dinas Peternakan (Disnak) Kabupaten Sukabumi Iwan Karmawan menyambut positif digelarnya kongres peternak rakyat. Sukabumi terkenala sebagai produsen perunggasan nasional. Namun, dipegang oleh perusahaan-perusahaan besar. “Kongres bisa mengangkat harkat dan derajat para peternak kecil,” singkatnya. Rol

Lihat Juga...