Desa Bojongraharja Gunakan Sistem Optimal dalam Pelayanan

kepala-desa-bojongraharja-sudarmatKepala Desa Bojongraharja Sudarmat

GAMBARAN UMUM KONDISI DESA BOJONGRAHARJA

Kondisi Umum

Kondisi umum Desa Bojongraharja yang disajikan merupakan hasil penyelesaran data desa yang bersumber dari data sekunder antara lain potensi desa, profil desa, catatan kependudukan dan data dari Badan Pusat Statistik Tahun 2014. Kondisi umum desa ini bersifat dinamis sehingga perlu dilakukan koreksi, update secara periodik dan hal ini akan dilakukan setiap tahun bersamaan dengan penyusunan Rencana Kerja Pemerintah Desa (RKPD) melalui pola partisipatif dalam kegiatan pengkajian keadaan desa.

  • Kondisi
  • Aspek Geografis
sekdes-bojongraharja-taufikSekertaris Desa Bojongraharja Taufik Hidayat

Berdasarkan letak geografisnya Desa Bojongraharja berada diwilayah Kecamatan Cikembar, Kabupaten Sukabumi, Provinsi Jawa Barat yang luasnya ± 501,35 Ha, ketinggian dari permukaan laut sekitar ± 450 M, suhu udara berkisar 29ºC – 32ºC, curah hujan rata-rata 200-300³  mm/tahun, keadaan tanah sebelah Utara merupakan lereng / pegunungan, sebelah Selatan dataran rendah dan terdapat 2 (dua) sungai yaitu Sungai Cibatu yang berada disebelah Barat merupakan batas desa alam, sedangkan disebelah Timur dan Selatan terdapat Sungai Cibodas yang membatasi Desa Bojongraharja dengan Desa Kertaraharja. Adapun batas-batas wilayah Desa Bojongraharja adalah  sebagai berikut:

  • Sebelah Utara : Desa Bojong Cikembar
  • Sebelah Timur : Desa Kertaraharja Cikembar
  • Sebelah Selatan : Desa Kertaraharja Cikembar
  • Sebelah Barat : Desa Bojong Kec. Cikembar
pelayanan-desa-bojongraharjaPelayanan Desa Bojongraharja

Peta Wilayah Desa Bojongraharja Kabupaten Sukabumi

peta-desa-bojongraharja

untitled-2

Wilayah Desa Bojongraharja Sungai   Bangunan Sekolah
Jalan Provinsi Jembatan Kedusunan
Jalan Desa Batas Desa    
Kantor Desa Bojongraharja Batas Kedusunan    
  • Luas Wilayah

Adapun luas  wilayah desa  adalah ± 501,35 Ha yang  terdiri dari :

  • Tanah sawah                                                                                                                           :87,60 Ha
  • Tanah darat                                                                                                                                       : 413,75 Ha
  1. Tanah sawah seluas 87,60 Ha terdiri dari :
  • Irigasi teknis                    : 30,8 Ha
  • Irigasi setengah teknis  : 25 Ha
  • Irigasi sederhana            : 13 Ha
  • Tanah Hujan                   : 0,9 Ha
  • Sawah pasang surut      : 18 Ha
  1. Tanah Darat seluas 413,75 Ha terdiri dari :
  • Pemukiman           : 214 Ha
  • Perumahan            : 40,00 Ha
  • Kantor                     : 0,20 Ha
  • Sekolah                   : 1,120 Ha
  • Pabrik / Industri  : 45,500 Ha
  • Peternakan             : 6,00 Ha
  • Lain-lain                 : 106,93 Ha

Terkait dengan administrasi pemerintahan, wilayah desa terbagi ke dalam 5 (lima) wilayah dusun, 12 RW dan 43 RT. Adapun nama dusun, dan jumlah RW dan RT masing-masing sebagaimana tercantum pada Tabel 2.1 berikut ini :

kantor-desa-bojongraharja1Kantor Desa Bojongraharja

Pembagian Wilayah Administrasi Desa Bojongraharja

 

No Nama Dusun Jumlah RW Jumlah RT
1 CIORAY 2 7
2 CIBODAS 2 5
3 SAMPORA 4 14
4 DANO 2 7
5 SEDAMUKTI 2 10
J u m l a h 12 43

 

  • Struktur Organisasi Pemerintahan Desa (SOPD)

Struktur Organisasi Pemerintah Desa Bojongraharja menggunakan sistem pemerintahan desa dengan pola optimal, selengkapnya disajikan pada skema berikut :

stuktural-desa-bojongraharja

  • Penyelarasan Data Desa
  • Sumber Daya Manusia

Penduduk  Desa  Bojongraharja terus mengalami  pertumbuhan dari tahun ke tahun, dari tahun 2013 sebanyak 7.139 jiwa  mengalami pertumbuhan  sebesar 5,9 % jiwa sampai dengan tahun 2015 menjadi 7.562 jiwa.  Data tersebut menunjukkan bahwa jumlah penduduk Desa Bojongraharja selama dua tahun terakhir mengalami penambahan 423 jiwa dengan pertumbuhan rata-rata 5,9 % per tahun.

Data Sumberdaya Manusia

 

No Uraian Sumberdaya Manusia Volume Satuan
1 Penduduk dan Keluarga 7.562 Org
Laki-laki 3.737 Org
Perempuan 3.825 Org
Keluarga 2.318 KK
2 Sumber Utama Penghasilan Penduduk

Dengan  luas   wilayah ± 501,35 Ha,   kepadatan  penduduk  Desa Bojongraharja pada tahun 2013 sebanyak 7.139 jiwa. Angka  tersebut pada  akhir   tahun  2015  mengalami  kenaikan  menjadi sebeanyak 7.562 jiwa.

Sedangkan Sex ratio  penduduk Desa Bojongraharja tahun 2013 sampai dengan tahun  2015 sebesar  5,9 %,  yang   berarti  setiap 1 (satu) jiwa penduduk perempuan terdapat 1 (satu) jiwa penduduk laki-laki.

  1. A. Jumlah Penduduk per Dusun

Jumlah  Penduduk  terbanyak dari tahun 2013 sampai dengan tahun 2015 berada di  Dusun Sampora, sedangkan  Dusun  yang berpenduduk rendah terdapat di  Dusun Cioray, lebih  jelasnya dapat dilihat dalam tabel 2.2a berikut :

Jumlah  Penduduk per Dusun Tahun 2013-2015

 

No Dusun Jumlah Penduduk
2013 2014 2015
1 Cioray 1.322 1.355 1.377
2 Cibodas 986 1.012 1.036
3 Sampora 2.031 2.139 2.220
4 Dano 1.161 1.188 1.218
5 Sedamukti 1.639 1.669 1.717
Jumlah 7.139 7.363 7.562

 

  1. B. Jenis Pekerjaan

Penduduk usia kerja adalah penduduk usia 18 tahun keatas. Jenis pekerjaan di Desa Bojongraharja pada tahun 2013 sampai dengan tahun 2015 mayoritas mata pencahariannya adalah petani dan buruh pabrik.

Berikut  disajikan data mata pencaharian penduduk umur 18 tahun keatas di Desa Bojongraharja pada tahun 2013-2015, sebagaimana Table 2.2b berikut ini :

Komposisi Penduduk Desa Bojongraharja Umur 18 tahun keatas  menurut Sumber Penghasilan Tahun 2013-2015.

No Sumber Penghasilan Jumlah /Tahun
2013 2014 2015
1 Petani 1.505 1.304 1.326
2 Buruh Bangunan 32 36 43
3 Pedagang 54 96 119
4 PNS 57 58 58
5 TNI/POLRI 17 17 17
6 Pensiunan 52 59 59
7 Tenaga Medis 5 5 5
8 Jasa Tranportasi 50 48 51
9 Buruh Pabrik 1.850 2.700 2.741
10 Lain-lain 700 500 511
  1. Aspek Ekonomi

c.1. Produk Domestik Regional Bruto (PDRB)

Perkembangan perekonomian suatu daerah dapat diukur dengan perkembangan Produk Domestik Regional  Bruto  (PDRB) suatu daerah berdasarkan pada Atas  Dasar  Harga Berlaku  (ADHB)  dan  Atas  Dasar Harga Konstan (ADHK).

c.2.  PDRB Perkapita

Produk Domestik Regional  Bruto  (PDRB) per  kapita merupakan salah  satu  indikator makro ekonomi regional untuk  melihat perkembangan perekonomian  dan   tingkat  kesejahteraan masyarakat pada suatu wilayah.

2.2.2. Sumberdaya Alam

Desa Bojongraharja merupakan salah satu desa yang tiang penyangga ekonominya berada pada sektor pertanian. Melihat kondisi seperti ini, maka  jenis tanaman yang cukup produktif untu dikembangkan adalah padi, ketela pohon dan tanaman holtikultura yang meliputi manggis, pisang dan lain-lain.

Data Sumberdaya Alam

 

No Uraian Sumberdaya Alam Volume Satuan Kode
1 Lahan Persawahan 87,60 Ha D
2 Sungai 2 Bh D/K
3 Batu Alam 2 Ha D

 

Sumber data sekunder : Potensi Desa, Profil Desa, Monografi Desa, Data  kependudukan catatan sipil, data pendidikan dll yang relevan.

D = SDA dalam Desa

K = SDA terkait Kawasan Perdesaan/ Wilayah Antar Desa

  1. Laju Pertumbuhan, Sex Ratio dan Kepadatan Penduduk

Desa Bojongraharja dengan luas Tanah 501,35 Ha yang terdiri dari tanah sawah  seluas 87,60 Ha dan tanah bukan sawah seluas 413,75 Ha. Lahan sawah dikelompokkan berdasarkan penggunaan irigasinya menjadi sawah irigasi teknis, irigasi ½ teknis dan tadah hujan. Sedangkan Lahan bukan sawah dikelompokkan menjadi pekarangan/bangunan, tegalan dan lain-lain sebagaimana disajikan dalam tabel 2.3a berikut :

Luas Areal Penggunaan lahan di Desa Bojongraharja

No Jenis Penggunaan Lahan  

Luas (Ha)

 

1. Sawah

a.  Irigasi Teknis

b.  Irigasi ½ teknis

c.  Irigasi sederhana

d. Tadah Hujan

e. Sawah pasang surut

87,60

30,8

25

13

0,9

18

2. Bukan Sawah

a.   Pemukiman

b.  Perumahan

c.   Kantor

d.  Sekolah

e.   Pabrik/Industri

f.    Peternakan

g.   Lain-lain

413,75

214

40

0,20

1,120

45,500

6,00

106,93

 

2.2.3. Sumber daya Pembangunan

Sumber daya pembangunan yang ada di Desa Bojongraharja Terdiri dari : Kesehatan, Pendidikan, Infrastruktur, Ekonomi, dst. Adapun jumlah persediaan dan/atau volume terkait sumberdaya pembangunan sebagaimana tertuang pada Tabel 2.4 Berikut ini:

Data Sumberdaya Pembangunan

No Uraian Sumberdaya Pembangunan Volume Satuan
1 Aset Prasarana Umum 43 KM
2 Aset Prasarana Pendidikan 15 Unit
3 Aset Prasarana Kesehatan 9 Unit
4 Kelompok Usaha Ekonomi Produktif 2 Klp
5 Kelompok Simpan Pinjam 1 Klp

 

2.2.4. Sumberdaya Sosial Budaya

  1. Angka Partisipasi Sekolah

Peningkatan  kualitas  hidup manusia di bidang pendidikan sebagai salah satu indikator pertama IPM.  Berdasarkan data tingkat pendidikan di Desa Bojongraharja tahun 2013-2014, terbanyak pada tamatan SD atau sederajat kemudian secara berurutan tidak atau belum pernah sekolah serta tidak  atau belum tamat SD, SLTP atau sederajat, tamatan SLTA atau sederajat, dan terakhir Akademi/diploma, S1 dan  S2.

  1. Angka Partisipasi  Kasar (APK)  dan  Angka  Partisipasi  Murni (APM)

APK (Angka  Partisipasi Kasar) SD merupakan angka  hasil pembagian antara jumlah  siswa  usia  7-12  tahun di  jenjang  SD  atau sederajat dengan jumlah penduduk kelompok usia sekolah.

APM (Angka  Partisipasi Murni) SD merupakan angka  hasil pembagian antara jumlah  siswa  usia  7-12  tahun di  jenjang  SD  atau sederajat dengan jumlah penduduk kelompok usia 7-12 tahun.

APK (Angka  Partisipasi Kasar) SLTP merupakan angka  hasil pembagian antara jumlah siswa  usia  13-15 tahun di jenjang  SLTP atau sederajat dengan jumlah penduduk kelompok usia sekolah.

APM  (Angka   Partisipasi  Murni)  SLTP  merupakan angka   hasil pembagian antara jumlah siswa  usia  13-15 tahun di jenjang  SLTP atau sederajat dengan jumlah  penduduk kelompok usia  13-15 tahun.

APM SLTP mengalami peningkatan. Gejala  ini menunjukkan bahwa pelajar lulusan SD banyak yang melanjutkan ke tingkat SLTP. APK (Angka  Partisipasi Kasar) SMA merupakan angka  hasil pembagian antara jumlah siswa  usia  16-18 tahun di jenjang SMA/MA/SMK/Paket C atau  sederajat dengan jumlah penduduk kelompok usia sekolah.

APM (Angka  Partisipasi Murni) SMA merupakan angka  hasil pembagian antara jumlah siswa  usia  16-18 tahun di jenjang SMA/MA/SMK/Paket C atau  sederajat dengan jumlah penduduk kelompok usia  16-18 tahun. APM  SMA juga  mengalami peningkatan. Gejala ini menunjukkan bahwa pelajar  lulusan SLTP banyak yang melanjutkan ke tingkat SMA/MA/SMK/Paket C.

  1. Siswa Rawan Drop Out (RDO)

Siswa sekolah (SD/SMP) yang teracam putus sekolah yang diakibatkan oleh beberapa factor diantaranya; Lingkungan Tempat Tinggal, kondisi sosial dan ekonomi keluarga, Akses ke sekolah terdekat. Contoh seorang anak rawan putus sekolah karena di lingkungan tempat tinggal tidak mementingkan sekolah anak karena ikut dipekerjakan di dalam usaha keluarganya, tidak mempunyai ongkos ke sekolah, orang tua tidak mampu membeli seragam sekolah dll.

  1. Anak Berkebutuhan Khusus (ABK)

Sebenarnya ada 12 indikator anak berkebutuhan khusus diantaranya Difabel, korban bencana, KDRT, trafficking dan lain lain mengakibatkan disabilitas/keterbelakangan mental, kecerdasan dll.

Lihat Juga...