Dianggap Tak Miliki Anggaran Cukup untuk Membangun Pasar Pelita, PT PCI Angkat Bicara

investorSUKABUMI – Polemik terkait tidak menyerahkannya rekening perusahaan PT Palingma Capitol Itqoni (PCI) dan tidak memberikannya kuasa kepada Walikota Sukabumi, M Muraz untuk dilakukan pengecekan rekenin. Kini, PT PCI selaku calon investor yang memiliki nilai paling tinggi diantara dua investor lainnya pada proses penilaian lelangan Pasar Pelita jilid II angkat bicara.

Salah seorang pengelola PT PCI, Robbyana Gunawan mengatakan, ia tidak menyerahkan rekening serta surat kuasa pada Walikota. Sebab, menginginkan ditetapkan menjadi pemenang terlebih dulu. “Karena aturannya seperti itu,” kata Robbyana kepada www.sukabumizone.com Minggu, Minggu, (25/12).

Hal tersebut menjadi aturan yang harus dilaksanakan Pemerintah Kota (Pemkot) Sukabumi. Yakni, melaksanakan proses pelelangan sesuai dengan Peraturan Kemendagri Nomor 19 tahun 2016 yang menjadi rujukan penyusuan dokumen pepelangan oleh panitia kerja sama daerah pembangunan Pasar Pelita Kota Sukabumi. “Kita ingin, semuanya berjalan sesuai aturan yang ada. Agar dikemudian hari tidak terjadi persoalan yang dapat membuat proses pembangunan tidak berjalan baik dan kembali merugikan masyarakat dan para pedagang,” tandasnya.

Lanjut Robby, pihaknya menegaskan akan melaksanakan sesuai ketentuan pada dokumen pelelangan serta dokumen penawaran yang telah dimasukan pihaknya tersebut. Pasalnya, penawaran yang diajukan sudah dinilai panitia kerja sama daerah pembangunan Pasar Pelita. “seluruhnya akan dilaksanakan. Termasuk, menyediakan dana di rekening sebesar 20 persen dari nilai investasi. Sebagaimana diatur dalam dokumen lelang yang diberikan pemkot kepada kami,” tegasnya.

Terkait dengan tuduhan tidak memiliki uang, ia membantah hal tersebut dengan lasan, tidak akan mengikuti proses pelelangan Pasar Pelita jilid dua apa bila PT PCI tidak memiliki anggaran untuk membangun. Apalagi, ia mengklaim mendapatkan nilai tertinggi dari tiga calon investor yang ada. “Kami sangat serius, coba lihat penawaran yang masukan memiliki nilai tertinggi dan itu sebagai bukti keseriusan. Tidak memperlihatkan rekening dan tidak menyerahkan surat kuasa, bukan berarti kami tidak  memiliki uang,” paparnya.

Ia menambahkan, jika hal yang dijanjikan itu tidak ditepati sesuai dengan dokumen yang diserahkan atau tidak sesuai dengan aturan yang ada. Pihaknya dengan senang hati memiliki kesiapan untuk diproses sesuai dengan perundang-undangan yang berlaku. “Apa bila sudah menjadi pemenang. Namun, kewajibannya tidak dilaksanakan. Kami siap diproses sesuai undang-undang yang berlaku. Tinggal, Pemkot Sukabumi mengatur hal itu dengan baik,” jelasnya.

Robby mengaku, sejauh ini pihaknya tengah menunggu keputusan yang akan diambil Pemkot Sukabumi, terkait putusan siapa yang akan menjadi pemenang dalam proses pelelangan tersebut. “Apakah ambang batas penilaian yang 75 itu diperhatikan atau tidak. Hasil penilain dokumen pun jadi rukukan atau tidak? itu terserah Pemkot,” imbuhnya.

Jika keputusan pemkot tidak sesuai dengan aturan, pihaknya akan berupaya untuk mencari keadilan. Bila Walikota Sukabumi, M Muraz tetap mengeluarkan kebijakan tentang pemutusan pemenang lelang Pasar Pelita dengan dasar adanya ketersediaan dana 20 persen sebelum penetapan pemenang dan mengabaikan ambang batas penilaian serta hasil penilaian. Pihaknya akan melayangkan somasi pada Pemkot Sukabumi. “Kami akan menempuh jalur hukum untuk melaporkan kesewenang-wenangan tersebut kepada Kejari dan Kepolisian serta melaporkan kepada Komisi Pengawas Persaingan Usaha (KPPU),” pungkasnya. Bambang

Lihat Juga...