Petani Tomat di Sukabumi Merugi Akibat Serangan Hama

ilustrasi-petani-tomatSUKABUMI – Taman sayuran tomat di Kabupaten Sukabumi, Jawa Barat, diserang hama phytophthora. Dampaknya, sebagian tanaman tomat tidak tumbuh maksimal hingga hasil panen berkurang dibandingkan sebelumnya.
Kasus serangan organisme penganggu tanaman (OPT) pada tomat tersebut, misalnya terjadi di Lembah Halimun, Desa Perbawati, Kecamatan Sukabumi.

salah seorang petani sayuran di Lembah Halimun Mulyadi Wiranata (35) mengatakan, serangan hama menyebabkan daun dan batang membusuk. “Akibatnya, hasil panen tomat pun tidak maksimal,” kata Mulyadi kepada wartawan.

Serangan hama phytophthora ini sudah coba diatasi petani dengan menggunakan pestisida. Tetapi, penyemprotan obat tersebut tidak efektif karena turun ke bawah akibat diterpa hujan. Saat ini, curah hujan di Sukabumi memang cukup tinggi. “Jumlah tanaman tomatnya yang terpengaruh serangan hama sekitar sepuluh persen atau sebanyak 3.500 tanaman. Sementara total jumlah tanaman yang ada di lahannya mencapai 35 ribu tanaman. Saat ini dari satu tanaman tomat hanya dihasilkan satu kilogram tomat,” ujarnya.

Padahal, dalam kondisi normal dari satu pohon dihasilkan sebanyak dua kilogram buah tomat. Kini, harga tomat di tingkat petani mencapai kisaran Rp 2.500 per kilogram. Harga tersebut sebenarnya belum ideal karena biaya modal untuk satu tanaman sebesar Rp 4.000. “Minimal harga tomat bisa seimbang dengan biaya produksi,” paparnya.

Petani lainnya Sudirman (34) berharap, serangan hama ini bisa segera berakhir sehingga petani dapat memanen tomat dengan maksimal. “Kami harap ke depan bisa memanen tomat dengan maksimal,” harapnya. Rol

Lihat Juga...