Warga dan Sopir Angkot Keluhkan Kendaraan Over Kapasitas Keluar Masuk PT SCG

jalan-rusak-panggleseran
“Beberapa Kilometer Jalan Pelabuhan II Rusak Berat, Pemerintah Terkesan Tutup Mata”
GUNUNGGURUH – Sejumlah sopir angkot dan warga Desa Sirnaresmi, Kecamatan Gunungguruh, Kabupaten Sukabumi, Jawa Barat, keluhkan banyaknya kendaraan yang diduga bermuatan over kapasitas keluar masuk PT Semen Jawa Siam Cement Group (SCG). Mereka menuduh, kendaraan tersebut menjadi salah satu faktor penyebab rusaknya Jalan Pelabuhan II hingga beberapa Kilometer (Km). Bahkan, tak sedikit pengendara roda dua dan roda empat telah menjadi korban kecelakaan lalulintas akibat banyaknya lubang besar yang cukup dalam menganga di badan  jalan.

Salah seorang sopir angkot jurusan Cikembar-Lembursitu asal warga Kampung Jatimekar Rt 04/02 Desa Sirnaresmi Asep Rupeni (40) mengatakan, kerusakan jalan ini sudah lama dan terkesan dibiarkan. Sehingga banyak pengendara yang telah jadi korban kecelakaan. “Setiap hari lebih dari tiga pengendara roda dua yang kerap menjadi korban. Seingat saya Jalan Pelabuhan II tidak pernah rusak separah ini. Tapi, Setelah banyak keluar masuk kendaraan besar bermuatan puluhan ton ke PT SCG jalan ini menjadi hancur,” kata Asep kepada www.sukabumione.com, Selasa, (27/12).

Banyaknya kendaraan yang diduga bermuatan over kapasitas melintas di jalan tersebut telah membuat jalan tidak bertahan lama. “Disinyalir, kendaraan bermuatan sekitas 40 ton. Coba bayangkan, bagaimana tidak cepat rusak jika kendaraan itu bermuatan hingga puluhan ton per jam melalui jalan ini,” ujarnya.

Bukan hanya itu lanjut Asep, kemacetan panjang juga tidak dapat dihindarkan setiap harinya. Apalagi, disaat pagi dan sore hari ketiak ratusan hingga ribuan karyawan dari salah satu perusahaan besar di Cikembar Kabupaten Sukabumi melintasi jalan tesebut. “Salah satu contoh kemacetan di Pasar Panggleseran itu hampir setiap hari jadi santapan kami. Harusanya, sebelum perusahaan itu dibangun pemerintah juga turut menyiapkan jalan yang dapat menahan kapasitas kendaraan besar milik PT SCG,” keluh Asep yang menunjukan raut muka kecewa.
jalan-pelabuhan-ii-panggleseran
Di tempat lain, salah seorang warga Kampung Jatimekar Rt 01/03 Desa Sirnaresmi, Iman (30) mengatakan, ia bersama warga lainnya berinisiatif mengurug jalan yang berlubang. Hal itu, dilakukanguna meminimalisir terjadinya kecelakaan. “Sebab, setiap hari banyak pengendara yang terjatuh. Saat ini musim penghujan lubang di badan jalan selalu digenangi air sehingga tidak terlihat para pengendara,” katanya.

Ia menambahkan sebelum banyaknya kendaraan over kapasitas, Jalan Pelabuhan II tidak pernah rusak berat. “Kami harap, pemerintah secepatnya turun tangan untuk memperbaiki jalan rusak ini sebelum banyak korban kecelakaan berjatuhan dan perusahaan pun harus ikut bertanggungjawab jangan terkesan tutup mata dan telinga. Mereka, yang telah menyebabkan jalan ini rusak,” tandasnya.

Kanit Lantas Polsek Gunungguruh, AIPTU Ade Rianto membenarkan, selama mengatur lalulintas di Jalan Pelabuhan II, Pasar Panggleseran sebanyak 15 pengendara yang sudah menjadi korban. Meski, belum pernah ada korban jiwa namun rusaknya jalan tersebut memicu terjadinya kecelakaan lalulintas. “Kerusakaan jalan ini selain akibat musim penghujan juga tidak sedikit kendaraan over kapasitas yang keluar masuk perusahaan,” singkatnya.

Sementara untuk menanggapi seluruh keluhan ini, www.sukabumizone.com telah berusaha keras agar dapat bertemu dengan pihak PT SCG. Namun, hingga berita ini diterbitkan usaha itu nihil. Pihak PT SCG belum juga menanggapi seluruh pesan singkat yang dikirim melalui telepon seluler. Bambang

Lihat Juga...