Dudin Penderita Stroke Butuh Uluran Tangan Pemerintah

 

Gubuk dudinBANTAR GADUNG – Dudin (55) seorang pria dengan kondisi lumpuh akibat penyakit stroke yang dideritanya hidup sebatang kara di Desa Boyong Sari, Kecamatan Bantar Gadung, Kabupaten Sukabumi, Jawa Barat. Ironisnya Ia hanya tinggal di sebuah gubuk yang sangat tidak layak huni. Gubuk reot yang ditempati Dudin ini lebih mirip seperti kandang ayam, pasalnya bangunan yang berukuran 2×2 meter tersebut hanya beralaskan banner dan berdinding kain sarung.

Menurut Ketua RT setempat Bubun (45) yang juga merupakan adik kandung dari Dudin menjelaskan, kakaknya telah menderita penyakit stroke selama tiga tahun lalu. Namun, karena keterbatasan ekonomi Dudin tidak pernah berobat. “Dia itu terkena stroke sudah lama karena tidak ada penaganan dari dokter akhirnya selama tujuh bulan kebelakang kondisinya makin bertambah parah, sebelum tinggal di gubuk itu kakak saya ini pernah tinggal dirumah saya, cuma karena gubuk itu berdekatan dengan MCK Desa akhirnya ia minta dipindahkan,” kata Bubun kepada wartawan.

Dijelaskan Bubun, kelumpuhan pada kaki kakanya, akibat penyakit hypertensi. Sebab, menurutnya sebelum mengalami kelumpuhan, Dudin kerap kali mengeluh pusing  dibagian kepala.” Ia dulu sebelum stroke begitu dia suka ngeluh pusing ke saya,” ujarnya.

Untuk makan sehari-hari, kakanya hanya mengandalakan belas kasian warga sekitar.” Ya, mau bagaimana lagi kadang saya yang kasih makan, kalau saya lagi gak ada biasanya warga juga ada yang membantu,” paparnya.

Menurut Bubun, Dirinya sudah pernah melapor ke pihak Aparat Desa setempat. Hanya saja, hingga saat ini belum ada tanggapan,” Sudah pak saya sudah pernah bicara ke Seketaris Desa (Sekdes) bahkan pak sekdesnya juga pernah melihat langsung kondisi kakak saya itu, tapi  kata dia masih dalam pengajuan,” paparnya.

Bubun berharap kepada Pemerintah  terutama Dinas terkait agar segera bisa membantu meringankan penyakit yang diderita sudaranya. “Harapan Saya kepada Pak Bupati Sukabumi bisa membantu kakak saya biar secepatnya bisa diobati,” pungkasnya. Bambang

Lihat Juga...