Tingginya Penganggurun di Sukabumi, Puluhan Mahasiswa Demo Pemkab

Ilustrasi pncriSUKABUMI — Puluhan mahasiswa yang tergabung dalam Pengurus Besar Himpunan Mahasiswa asal Sukabumi (PB Himasi) dan Perhimpunan Aktivis Sukabumi (Petisi) gelar aksi demo di depan Pendopo Kabupaten Sukabumi, Jawa Barat Jumat, (10/3).

Dalam aksinya, mereka mempersoalkan tingginya angka pengangguran di Sukabumi. “Semakin hari pengangguran di Sukabumi bertambah banyak,” jelas Sekjen PB Himasi Eki Rukmansyah dalam orasinya.

Tetapi, anehnya di Sukabumi berdiri sejumlah pabrik besar baik skala nasional maupun internasional. Seharusnya, perusahaan tersebut dapat menampung tenaga kerja lokal asal Sukabumi. “Pada kenyataannya, perusahaan tersebut ada yang menampung pekerja dari luar Sukabumi,” tandasnya.

Kondisi tersebut lanjut Eki, menunjukkan ketidakseriusan dalam menyikapi masalah pengangguran. Idealnya, kesempatan kerja yang ada di Sukabumi diprioritaskan lebih dahulu untuk warga Sukabumi. “Sebab itu, mahasiswa meminta adanya peraturan daerah tentang keharusan perusahaan memberdayakan masyarakat lokal atau sekitar pabrik. Pemkab dapat mendata perusahaan mana saja yang kebanyakan mempekerjakan dari luar Sukabumi,” tegasnya.

Kepala Dinas Tenaga Kerja dan Transmigrasi (Disnaker) Kabupaten Sukabumi Ade Mulyadi yang menerima para mahasiswa mengatakan, pemerintah sudah berupaya secara maksimal menekan angka pengangguran. “Misalnya kami membuat surat edaran kepada perusahaan agar memberikan informasi ketika ada lowongan kerja di perusahaannya,” paparnya.

Nantinya, proses penerimaan atau seleksi dilakukan bersama dengan Disnakertrans. Upaya ini dilakukan untuk memperluas kesempatan kerjabagi warga lokal di Sukabumi.Langkah lainnya yakni pelatihan kepada para pencari kerja. Pada 2017 ini ditargetkan sebanyak 6.000 orang yang akan diberikan pelatihan di berbagai bidang misalnya las, sablon, mebel, dan pengolahan pertanian.”Para peserta pelatihan ada yang diarahkan ke sejumlah perusahaan untuk magang dan penyaluran kerja. Selain itu ada sejumlah peserta pelatihan yang akhirnya menjadipelaku usaha,” pungkasnya. Rol

Lihat Juga...