Disnak Kab. Sukabumi Adakan Sosialisasi Pemberantasan Rabies

20170413_094117-1“Setelah Delapan Warga Cikembar Digigit Anjing”

SUKABUMI — Anjing yang menggigit sebanyak delapan warga Kecamatan Cikembar, Kabupaten Sukabumi, Jawa Barat, hingga kini belum tertangkap. Akibatnya, petugas belum bisa memastikan gigitan anjing tersebut rabies atau tidak. Namun, jika dilihat dari kronologis insiden kemungkinan besar anjing menderita rabies. Misalnya saja, anjing tersebut tanpa ada tindakan provokatif dari warga langsung mengigit korban.

Kepala Bidang Kesehatan Hewan, Kesehatan Masyarakat Veteriner, Pengolahan dan Pemasaran Hasil Peternakan Dinas Peternakan (Disnak) Kabupaten Sukabumi Winda Sri Rahayu mengatakan, dengan tidak ditenukannya anjing tersebut, saat ini petugas belum bisa mendapatkan specimen untuk diperiksa di laboratorium. Tim Disnak Kabupaten Sukabumi hanya memberikan vaksinasi kepada anjing peliharaan warga di Kecamatan Cikembar pada 30 Maret lalu. Upaya itu guna mencegah penyebaran rabies dari anjing liar ke anjing peliharaan warga. “Kami memberikan vaksinasi dalam upaya pengendalian rabies,” kata Winda kepada www.sukabumizone.com usai sosialisasi pencegahan dan pemberantasan rabies di gedung Kecamatan Cikembar, Kamis (13/4).

Saat itu, sekitar 70 persen populasi anjing peliharaan warga bisa diberikan vaksinasi. Selain anjing peliharaan, anjing liar yang ditemukan di lapangan akan segera diamankan petugas. “Upaya ini dilakukan agar potensi serangan anjing rabies dapat diminimalisir,” paparnya.

Kasus gigitan anjing liar pada 2017 ini tercatat sebanyak dua kasus. Pertama terjadi pada Februari lalu di Desa Cikembar Kecamatan Cikembar terdapat lima warga yang menjadi korban. Tetapi, anjing yang menggigit warga berhasil ditangkap warga dan dinyatakan positif rabies. Kasus kedua, terjadi pada 26 Maret lau. “Dalam peristiwa itu ada delapan warga yang terluka akibat gigitan anjing liar di dua desa yakni Kertaraharja dan Parakanlima. Ke delapan korban tersebut telah mendapatkan penanganan medis dan disuntik Vaksin Anti Rabies (VAR),” sambungnya.

Setelah adanya kejadian tersebut, Disnak Kabupaten Sukabumi terus menggencarkan sosialisasi dan vaksin untuk meminimalisir terjadinya gigitan anjing rabies. “Kami himbau setiap warga yang memelihara anjing diwajibkan agar dapat melakukan vaksin,” harapnya. Bambang

Lihat Juga...