Di Kab. Sukabumi, Ribuan Orang Menjanda

images(6)SUKABUMI — Jumlah janda di Kabupaten Sukabumi, Jawa Barat, cukup tinggi. Yakni, mencapai 98 ribu orang. Data janda ini didasarkan pada profil perkembangan kependudukan yang dikeluarkan Dinas Kependudukan dan Pencatatan Sipil (Disdukcapil).

Data yang sudah diverifikasi, sebanyak 98.193 janda. Rinciannya, sebanyak 36.054 merupakan cerai hidup dan sisanya sebanyak 62.139 cerai mati. “Data ini bersumber pada profil perkembangan penduduk Sukabumi tahun 2015. Terutama pada bagian jumlah penduduk berdasarkan status perkawinan dan jenis kelamin,” jelas Kepala Bidang Pelayanan Pendaftaran Penduduk, Disdukcapil Kabupaten Sukabumi, Ridwan kepada wartawan.

Lanjut Ridwan, jumlah laki-laki yang status duda jauh lebih sedikit, sebanyak 24.186 jiwa. Rinciannya, sebanyak 13.959 orang karena cerai hidup dan sebanyak 10.227 orang karena cerai mati. Jumlah janda maupun duda ini ungkap Ridwan kemungkinan bertambah banyak maupun berkurang pada 2016. “Saat ini data terbaru masih dalam proses penunggalan di Kementerian Dalam Negeri (Kemendagri),’’ terangnya.

Rentang usia yang paling banyak terjadi perceraian yakni pada usia 35-39 tahun. Di mana pada data 2015 lalu menyebutkan sebanyak 8.268 kasus cerai hidup dan sebanyak 1.941 cerai mati pada rentang usia tersebut. Selain itu, perceraian pada usia muda pun cukup banyak. Misalnya pada rentang usia 15-19 tahun tercatat sebanyak 159 cerai hidup dan sebanyak 20 kasus cerai mati. “Sementara pada rentang 20-24 tahun tercatat sebanyak 1.535 cerai hidup dan sebanyak 164 cerai mati,” paparnya.

Persebaran janda maupun duda kebanyakan di sejumlah kecamatan yang berada di perkotaan dan padat penduduk. Diantaranya di Kecamatan Cibadak, Cisaat, Cicurug, dan Palabuhanratu. Semisal, Kecamatan Cibadak yang tertinggi warganya yang duda maupun janda, yakni 6.213 orang. “Sebanyak 2.041 cerai hidup dan sebanyak 4.172 cerai mati,” tandasnya.

Sementara, Ibu Kota Kabupaten Sukabumi, Palabuhanratu mencapai 5.969 orang janda dan dudanya. Khusus di Palabuhanratu berdasarkan data yang ada kasus cerai hidupnya tertinggi dibanding kecamatan lainnya di Sukabumi, yakni 2.484 orang. Sedangkan kasus cerai matinya hanya 3.485 orang.

Wakil Bupati Sukabumi Adjo Sardjono mengulas, Pemkab Sukabumi tengah menggiatkan program Yes I Do, dimana salah satunya mengurangi angka perkawinan anak yang berpotensi menyebabkan tingginya kasus perceraian. “Upaya ini harus didorong oleh semua pihak terkait,’’ singkatnya. Rol

Lihat Juga...