Maksimalkan Shaum di Bulan Ramadhan

SUKABUMI — Assalamulaikum Wr Wb, Ustaz, saya merasa shaum di bulan Ramadhan tahun lalu tidak maksimal. Tahun ini saya bertekad menunaikan shaum Ramadhan dengan maksimal. Apa saja yang harus dipersiapkan agar shaum pada Ramadhan ini dapat khusyuk dan optimal? Bagaimana caranya agar shaum Ramadhan tahun benar-benar bisa dijalankan dengan baik? Terima kasih

Hamdan
Kadudampit, Sukabumi, Jawa Barat

Waalaikumussalam Wr Wb,

Sesungguhnya target (maqshad) puasa Ramadhan itu adalah setiap yang berpuasa memiliki iman (ketakwaan), sebagaimana firman Allah SWT, yang artinya:  “Hai orang-orang yang beriman, diwajibkan atas kalian berpuasa sebagaimana diwajibkan atas orang-orang sebelum kalian agar kalian bertakwa” (QS al-Baqarah: 183).

Iman menjadi ruh manusia serta kehidupannya yang menjadikannya berakhlak mulia; seperti sosok saudagar yang dermawan, politisi serta birokrat yang jujur, suami yang bertanggung jawab, istri yang amanah. Buah kesalehannya di bulan Ramadhan bisa menghantarkannya ke surga Allah SWT. (al-Qurthubi, al-Jami’ li Ahkamil Quran 1/257).

Sebagaimana pertanyaan sahabat kepada Rasulullah SAW tentang indikator iman, Rasulullah SAW menjawab: “Menjauhkan diri dari tipu daya dunia, kembali ke negeri abadi (akhirat), dan mempersiapkan diri menghadapi kematian sebelum waktunya tiba.” (HR Hakim dan Baihaqi).

Karena yang menjadi target Ramadhan adalah iman yang menentukan masa depan manusia, Ramadhan menjadi momentum spesial yang harus dipersiapkan dengan sebaik-baiknya. Di antara persiapan tersebut adalah:

Pertama, bergembira menyambut bulan Ramadhan, di antaranya dengan membuat tempat tinggal serta lingkungan menjadi bersih dan indah sehingga nyaman serta kondusif untuk beribadah Ramadhan. Nyaman membaca Alquran, berzikir, berkumpul bersama keluarga, musyawarah antarsuami-istri, dan lain sebagainya. Layaknya menyambut orang terdekat atau tokoh panutan dengan sambutan yang istimewa. Bagaimana jika tamu yang datang adalah Ramadhan, yang bisa menjadi jembatan ke surga Allah SWT.

Kedua, kita dan keluarga menyiapkan waktu yang cukup. Agar aktivitas Ramadhan bisa ditunaikan secara optimal, maka harus disiapkan (diamankan) waktunya. Jika tidak disiapkan, kegiatan Ramadhan tidak banyak ditunaikan. Seperti berbuka bersama keluarga, silaturahim dengan kerabat, tilawah Quran dan qiyam sesuai target.

Setiap keluarga muslim juga seyogyanya menyediakan peralatan yang dibutuhkan di bulan Ramadhan,s eperti mushaf untuk suami atau istri, mushaf yang sesuai untuk usia anak-anak, sajadah, serta lembaran target dan evaluasi harian.

Ketiga, menyusun target dan program bulan Ramadhan agar Ramadhan menjadi fokus target kita sekeluarga. Target tersebut meliputi ibadah mahda (seperti puasa, tilawah Alquran, Qiyamul Lail),  target keluarga (seperti muhasabah keluarga), target pendidikan dan kesehatan anak-anak, target dakwah, serta target bisnis dan pendapatan.

Dengan adanya target yang menyeluruh itu, diharapkan Ramadhan kali ini menjadi Ramadhan produktif dan berkah.

Ke empat, memahami fikih puasa yang meliputi fikih (ahkam), adab-adab puasa dan syarat diterimanya puasa. Sebagaimana firman Allah SWT: “Supaya Dia menguji kamu, siapa di antara kamu yang lebih baik amalnya.” (QS al-Mulk: 2).

Bahwa setiap amal harus memenuhi kriteria ahsanu amala (amal terbaik/berkualitas) yang ditafsirkan oleh para ulama dengan dua kategori: ikhlas menunaikannya (akhlasuha) dan sesuai dengan tuntunan syariat (aswabuha).  Tentu, tidak ada yang terlambat, walaupun sudah dekat atau masuk Ramadhan. Semakin optimal kita mempersiapkan atau melengkapi Ramadhan, semakin mudah beribadah dan mendapatkan berkah.

“Kemudian apabila kamu telah membulatkan tekad, maka bertawakkallah kepada Allah SWT. Sesungguhnya Allah SWT menyukai orang-orang yang bertawakkal kepada-Nya.” (QS al-Imran: 159). Wallahu a’lam.
Sumber : Ustaz Dr H Oni Sahroni MA ‘ Doktor Fiqh Muqarin dari Universitas Al-Azhar Kairo Anggota Dewan Syariah Nasional MUI

Lihat Juga...