Bulan Ramadhan, ITMI Giatkan Tadarus Alquran

imagesSUKABUMI — Puluhan penyandang tunanetra di Sukabumi, Jawa Barat, giatkan membaca Alquran berhuruf braille. Hal tersebut dilakukan, para penyandang cacat Ikatan Tunanetra Muslim Indonesia (ITMI) selama Ramadhan. Mereka secara bergantian membaca Alquran di Sekretariat ITMI di Kecamatan Cisaat Kabupaten Sukabumi.

Salah seorang penyandang tunanetra asal Jampang, Sandi Maulana (22) mengatakan, para penyandang tunanetra sebelumnya memang sudah terbiasa membaca Alquran dengan huruf braille. “Saya sendiri belajar membaca Alquran dengan huruf braille sejak kecil,” kata Sandi kepada wartawan.

Untuk menguasai huruf braille Alquran lanjut Sandi, membutuhkan waktu selama tiga minggu. JIika penyandang tunanetra sudah menguasai huruf braille Bahasa Indonesia, maka dinilai bisa dengan mudah menguasai huruf braille Alquran. Perbedaan belajar huruf braille Alquran dan Bahasa Indonesia hanya terletak pada kombinasi titik yang sedikit berbeda. “Sehingga apabila ada kemauan untuk belajar maka penyandang tunanetra bisa membaca Alquran dengan huruf braille,” paparnya.

Semangat para penyandang tunanetra dalam membaca Alquran ini diharapkan bisa memotivasi umat Islam yang lain. Pasalnya, meskipun dalam keterbatasan. “Namun penyandang tunanetra berusaha untuk belajar membaca Alquran,” terangnya.

Penyandang tunanetra lainnya, asal warga Kecamatan Gegerbitung Indriani Lestari (22) mengulas, ia belajar Alquran huruf braille selama tiga tahun terakhir. ”Saya bisa membaca huruf baik Indonesia maupun Alquran sejak gabung dengan ITMI,” ulasnya.

Menurut Indri, belajar huruf braille Alquran secara bersama penyandang tunanetra lainnya, cukup membantu percepatan menguasai membaca Alquran. “Sebab, jika ada kesalahan, maka dapat langsung dikoreksi oleh teman yang lain,” tandasnya.

Sementara, Ketua DPD ITMI Sukabumi, Adi Nugroho menambahkan, kegiatan tadarus Alquran secara bersama-sama ini sudah rutin dilakukan pada bulan Ramadhan. ”Acara ini untuk mengisi kegiatan di bulan Ramadhan dengan kegiatan positif,” tambahnya.

Pada bulan Ramadhan juga digiatkan pelatihan pertolongan pertama pada kecelakaan kepada para penyandang tunanetra. “Harapanya, para penyandang tunanetra ini bisa berperan dalam pengamanan arus mudik dan balik lebaran,” pungkasnya. Rol

Lihat Juga...