Marak PKL, Pinggiran Lapang Desa Bojong Ditata

Penataan-pinggiran-lapang-desa-bojong
CIKEMBAR — Pemerintah Desa (Pemdes) Bojong Kecamatan Cikembar Kabupaten Sukabumi, lakukan penataan pinggiran Lapang Desa Bojong. Dari pantauan www.sukabumizone.com Kamis, 20/7/2017 pinggiran lapang yang sebelumnya kumuh karena dipenuhi para pedagang kaki lima (PKL) kini tampak tertata rapi. Penataan meliputi pemasangan paving block sepanjang 120 meter lebar 4 meter dengan anggaran sebesar Rp. 58.441.000,- yang bersumber dari Dana Desa (DD) 2017.

Kepala Desa Bojong  Asep Setiawan didampingi Sekretaris Dede Nuryadin mengatakan, penataan Lapang Desa Bojong merupakan hasil musyawaran kedusunan (Musdus), Musdes, Musrenbang. “Alhamdulillah saat ini tengah dilaksanakan sesui dengan target,” kata Asep kepada www.sukabumizone.com Kamis, 20/7/2017.

Menurutnya, penataan lapang telah menjadi skala prioritas. Pasalnya, pinggiran lapang sebelumnya dipenuhi PKL sehingga tampak kumuh dan kotor. “Kami pun mendapat teguran dari Bupati Sukabumi agar pinggiran lapang secepatnya ditata. Akhirnya, kami mencoba bermusyawarah dengan para PKL agar mereka mau ditata. Hasilnya, mereka membongkar sendiri bangunan yang dijadikan tempat mereka berdagang tanpa ada pemaksaan dari pihak desa,”tuturnya.

Di tempat yang sama Ketua Tim Pelaksana Kegiatan (TPK) Desa Bojong Nanang Sutisna menjelaskan, pembangunan yang dilakukan TPK berjalan sesuai dengan perencanaan dan RAB. ” Pemasangan paving block ini sudah mencapai 60 persen dan direncanakan 21 hari kerja. Bahkan, kami prediksikan kualitasnya bisa bertahan di atas 20 tahun, “ujarnya.

Ia mengimbau, masyarakat agar ikut menjaga hasil dari pembangunan yang dilakukan pemerintah desa. “Tentunya tanpa dijaga bersama tujuan untuk memperoleh lingkungan yang sehat dan indah tidak akan tercapai. Kita harus bahu membahu membangun desa ini lebih baik ke depan,”tandasnya.

Sementara itu, salah seorang PKL Emah (55) mengaku telah berdagang kupat tahu dipinggiran lapang itu selama 20 tahun. Namun, tidak ada pihak manapun yang mempermasalahkan dirinya untuk berdagang di tempat tersebut. “Tentu kalau kecewa saya jelas sangat kecewa. Dimana, saya harus memulainya kembali dari nol. Dari sejak ada musyawarah bersama desa baru hari ini saya mencoba kembali berdagang di sini,”ungkapnya.

Harus bagai mana lanjut Emah, sebagai masyarakat kecil ia hanya dapat mengikuti aturan yang telah ditetapkan. “Bisa apa pak, kami mah masyarakat kecil tidak bisa berbuat banyak. Ya, ikut saja keputusan pemerintah,” lanjutnya.

Berbeda dengan tanggapan salah seorang PKL yang berdagang es kelapa Eri (47) yang justru mendukung penataan lapang tersebut. Menurutnya, justru dengan ditata maka akan banya orang yang mau singah di pinggiran lapang itu. “Untuk itu, saya sangat mendukung kalau pinggiran lapang ini ditata dan dibuat taman. Pasti pembeli akan lebih banyak,”singkatnya. Red

Lihat Juga...