Di Sukabumi Giatkan SaveSungai Cimandiri Digelar Warga dan Komunitas

ilustarasi
SUKABUMI — Gerakan saveSungai Cimandiri dengan membersihkan aliran sungai dari sampah dilakukan sejumlah warga dan komunitas di Kota Sukabumi belum lama ini. Aksi itu dilakukan bersamaan dengan momen hari kemerdekaan pada 17 Agustus lalu.

Salah seorang penggagas gerakan yang juga Kepala Bidang Pariwisata Dinas Kepemudaan, Olahraga dan Pariwisata (Disporapar) Kota Sukabumi Yudi Yustiawan mengatakan, Cimandiri sudah dalam kondisi kritis ditandai dengan fluktuasi debit air pada musim hujan yang jauh berbeda dengan kemarau. “Pada musim kemarau seperti saat ini, aliran air sungai mengalami surut. Sedangkan pada musim hujan debit airnya sangat tinggi,” kata Yudi kepada wartawan belum lama ini.

Sebab itu, kata Yudi, warga serta komunitas menggiatkan gerakan penyelamatan Sungai Cimandiri. Upaya ini dilakukan mulai dari hulu hingga hilir. “Misalnya dengan melakukan pembersihan sungai dari sampah dan melakukan penanaman pohon,” tuturnya.

Intinya gerakan ini berupaya membangkitkan upaya pelestarian alam di tengah masyarakat. “Mudah-mudahan menjadi tonggak dalam menyelamatkan Cimandiri pada khususnya serta perlindungan alam pada umumnya,” imbuhnya.

Menurutnya, gerakan itu melibatkan sejumlah komunitas budaya dan pemuda di Sukabumi. “Diantaranya dari mojang dan jajaka Kota Sukabumi dan penggiat seni budaya,” ujarnya.

Wakil Wali Kota Sukabumi Achmad Fahmi mengatakan, kegiatan penyelamatan sungai harus dilakukan oleh semua elemen masyarakat.

“Kegiatan bersih sungai ini untuk pelesatarian alam serta keberlanjutan kehidupan manusia,” tandas dia.

Gerakan gotong royong untuk membersihkan sungai dari sampah telah dilakukan sejak Juli lalu. Gotong royong ini dilakukan dengan melibatkan warga serta sejumlah elemen masyarakat diantaranya para kader posyandu di kecamatan-kecamatan.

“Aksi bersih sampah di sungai ini diharapkan dapat terus berlanjut secara rutin,” pungkasnya. rol

Lihat Juga...