Bupati Sukabumi Peroleh Penghargaan dari BKPRMI Jabar

ilustrasi-belajar-alquran
SUKABUMI — Karena mendukung dan berkontribusi terhadap pendidikan Alquran Bupati Sukabumi, Marwan Hamami mendapatkan penghargaan dari Badan Komunikasi Pemuda Remaja Masjid Indonesia (BKPRMI) Provinsi Jawa Barat pada akhir Juli 2017, lalu.

”Bupati Sukabumi beserta delapan kepala daerah lainnya di Jabar mendapatkan anugerah penghargaan dari BKPRMI Jabar,” kata Ketua BKPRMI Kabupaten Sukabumi Ali Iskandar belum lama ini.

Penghargaan tersebut diberikan Wakil Gubernur Jabar Deddy Mizwar pada ajang Festifal Anal Soleh Indonesia (FASI) di Kabupaten Sumedang 28 Juli, lalu. Selain Sukabumi, ada tujuh kepala daerah lainnya mendapatkan penghargaan serupa dari BKPRMI Jabar.

“Penghargaan ini diberikan sebab kontribusi bupati dalam membesarkan pendidikan Alquran di Sukabumi. Terutama dalam mendukung pendidikan madrasah diniyah (MD) yang telah berjalan sejak lama,” tuturnya.

Di mana pelajar sekolah dasar (SD) diharuskan menempuh pendidikan MD. Ali menerangkan, saat ini, di Sukabumi tercatat sebanyak 922 lembaga pendidikan Alquran (TPQ/TKQ) yang tersebar di 47 kecamatan.

Sementara itu Bupati Sukabumi, Marwan Hamami mengatakan, pemkab berkomitmen untuk mendukung pendidikan Alquran di Sukabumi. “Hal ini sejalan dengan visi pemkab, yakni mewujudkan masyarakat Sukabumi yang religius dan mandiri,” tandasnya.

Sebelumnya, Bupati Sukabumi Marwan Hamami mengeluarkan surat edaran kepada aparatur sipil negara (ASN) di lingkungan Pemkab Sukabumi pada Desember 2016, lalu. Isinya meminta para pegawai yang beragama Islam untuk menjalankan ibadah shalat fardhu secara berjamaah di masjid.

Permintaan itu tercantum dalam Surat edaran Bupati Sukabumi Nomor 451.11/3368-8K tertanggal 16 Desember 2016 tentang tentang Shalat Fardhu Awal Waktu Berjamaah di Masjid. ”Ikhtiar untuk mewujudkan Kabupaten Sukabumi yang religius serta mandiri,” ujar Marwan Hamami dalam isi surat edaran itu.

Untuk melaksanakannya diperlukan peningkatan kualitas iman dan takwa melalui pengetahuan dan pengamalan ajaran agama serta pendekatan dakwah. “Karena itu, ASN yang beragama Islam diminta menghentikan aktivitas pekerjaan saat adzan berkumandang serta menunaikan shalat fardhu awal waktu berjamaah di masjid,”pungkasnya. red

Lihat Juga...