Cegah Peredaran PCC Petugas Sukabumi Periksa Apotek

SUKABUMI — Petugas gabungan yang tergabung dari Dinas Kesehatan Kota Sukabumi dan Polres Sukabumi Kota memeriksa sejumlah apotek untuk mengantisipasi peredaran obat yang mengandung Karisoprodol seperti PCC.

“Pemeriksaan ini kami lakukan untuk memastikan bahwa di Kota Sukabumi tidak beredar obat PCC yang penyalahgunaanya dapat berhalusinasi tingkat tinggi seperti puluhan remaja di Kendari, Sulawesi Tenggara,” kata Kepala Dinas Kesehatan Kota Sukabumi Ritanenny belum lama ini.

Pemeriksaan apotek itu dilakukan di beberapa titik seperti di Jalan Harun Kabir dan Jalan Pernigaan, Kecamatan Cikole. Tanpa basa basi petugas gabungan pun memeriksa apotek dan toko yang menjual obat-obatan langsung memeriksa serta meminta keterangan dari pemilik maupun pengelolanya.

“Walaupun tidak ditemukan adanya PCC atau obat lainnya yang mengandung Karisoprodol, tetapi kami melakukan pembinaan agar tidak menjual belikan obat seperti itu. Jika di kemudian hari ditemukan maka akan dikenakan sanksi mulai dari teguran hingga pencabutan izin usahanya,” ujarnya.

Menurutnya, obat yang mengandung Karisoprodol ini sebenarnya sudah dilarang beredar sejak 2013 lalu serta ditarik dari peredarannya. Namun, entah apa yang menjadi penyebabnya obat seperti PCC kembali beredar dan menelan korban di Kendari.

“Kami dengan pihak kepolisian terus berkoordinasi serta melakukan pemeriksaan secara rutin untuk antisipasi masuknya obat PCC. Karisoprodol ini merupakan bahan baku obat keras yang efek sampingnya sangat berbahaya jika digunakan tanpa petunjuk dokter,” pungkasnya. rol

 

Lihat Juga...