KPA Temukan 88 Kasus Baru HIV di Sukabumi Sepanjang 2017

SUKABUMI — Komisi Penanggulangan AIDS (KPA) Kabupaten Sukabumi mencatat dalam rentang waktu Januari-Agustus 2017 terdapat 88 kasus HIV baru. Kasus baru ini telah mendapatkan penanganan KPA bersama Dinas Kesehatan (Dinkes) Sukabumi.

Sekretaris KPA Kabupaten Sukabumi Asep Suherman mengatakan total temuan kasus baru HIV pada Januari-Agustus 2017 sebanyak 88 kasus. “Puluhan kasus ini didasarkan laporan dan penanganan penderita HIV-AIDS di sejumlah puskesmas serta rumah sakit yang ada di Sukabumi,” kata Asep belum lama ini.

Menurut Asep, jumlah kasus ini hampir menyamai total keseluruhan kasus HIV baru pada 2016 lalu yang mencapai 100 kasus. Pada 2017 ini lanjut dia kasus yang tercatat baru sampai Agustus. Sementara total kasus HIV-AIDS dari 2004 hingga 2016 lalu mencapai sebanya 490 kasus.

“Masih adanya kasus HIV baru ini memerlukan perhatian khusus dari semua pihak terkait. Oleh karena itu sambung dia KPA mengajak petugas dan relawan untuk bekerja lebih keras lagi dalam penanganan dan pencegahan HIV-AIDS,” ujarnya.

Selain itu kata Asep, kampanye dan sosialisasi pencegahan dan penanganan HIV-AIDS terus digiatkan. “Harapannya kasus baru HIV bisa ditekan dan bahkan tidak ada kasus baru yang muncul di Sukabumi,” ulasnya.

Di sisi lain, puluhan orang dengan HIV-AIDS (ODHA) di Kabupaten Sukabumi mendapatkan bantuan usaha ekonomi produktif (UEP) dari Kementerian Sosial (Kemensos). Pemberian bantuan ini dilakukan agar para penderita HIV-AIDS dapat bangkit serta mandiri.

Penyaluran bantuan UEP ini difasilitasi Yayasan Sinar yang fokus pada kelompok dukungan sebaya (KDS) yang positif HIV-AIDS serta Komisi Penanggulangan AIDS (KPA) Kabupaten Sukabumi. “Sebanyak 25 orang ODHA yang berasal dari Kabupaten Sukabumi mendapatkan bantuan UEP,” ujar Asep.

Selain dari Sukabumi, penerima bantuan juga berasal dari daerah lain di Jabar seperi Bandung sebanyak 10 orang, Cianjur 10 orang, serta Bogor lima orang. “Para penderita HIV-AIDS ini mendapatkan bantuan usaha ekonomi produktif sebesar Rp 4 juta per orangnya. Para penerima bantuan ini sebelumnya harus sudah punya usaha dan tinggal mengembangkan kegiatannya tersebut,” paparnya.

Selain itu kata dia para penerima bantuan juga disurvei kelayakannya oleh petugas. Nantinya lanjut Asep, para ODHA akan membuat nomor rekening sendiri di bank untuk proses penyaluran bantuan. “Rata-rata ODHA yang menerima bantuan berjualan sembako.

Upaya pencegahan penyebaran HIV juga dilakukan KPA Kota Sukabumi yang menggiatkan penyuluhan dan kampanye ke pelajar di sekolah. “Terakhir, KPA mendatangi SMA 3 Sukabumi untuk mengampanyekan bahaya HIV-AIDS pada Selasa (19/9). Pencegahan terutama dilakukan kepada pelajar yang rentan terkena HIV-AIDS,” imbuh Sekretaris KPA Kota Sukabumi Fifi Kusumajaya. rol

Lihat Juga...