Hadirnya Tol Bocimi Dongkrak Kesejahtraan Masyarakat Sukabumi

 

SUKABUMI — Pemerintah Kota (Pemkot) Sukabumi sedang mempersiapkan diri dalam menghadapi hadirnya sarana infrastruktur jalan tol Bogor-Ciawi-Sukabumi (Bocimi). Targetnya, ketika pembangunan jalan tol selesai maka itu menjadi peluang untuk peningkatan kesejahteraan masyarakat.

“Sukabumi harus siap ketika nantinya jalan tol selesai dibangun, terutama dalam memanfaatkan peluang ekonomi,” kata Wali Kota Sukabumi Mohamad Muraz kepada wartawan belum lama ini.

Harapannya tingkat perkembangan ekonomi terus tumbuh dengan kehadiran jalan tol. “Sehingga kesejahteraan masyarakat Sukabumi akan meningkat dibandingkan sebelumnya,” tuturnya.

Caranya, dengan mempersiapkan pelaku usaha yang siap bergerak di bidangnya masing-masing. “Contohnya pelaku UKM di bidang makanan dan jasa rias pengantin maupun pernikahan,” ujarnya.

Sebelumnya, pembangunan jalan tol Bocimi akan berdampak pada perubahan peraturan daerah (Perda) tentang rencana tata ruang wilayah (RTRW). “Misalnya berdampak pada keberadaan lahan pemakaman yang juga dilandaskan pada perda,” ternagnya.

Lanjut Muraz, selain jalan tol Bocimi di wilayah Sukabumi juga akan dibangun double track kereta api Bogor-Sukabumi, serta pembangunan bandar udara. “Rencana pembangunan proyek ini harus dibarengi denan pembentukan perda RTRW dan rencana detail tata ruang (RDTR),” paparnya.

Sementara itu, Kepala Badan Perencanaan Pembangunan Daerah (Bappeda) Kota Sukabumi, Rudi Juansyah menambahkan, dari hasil kajian Dinas Pehubungan (Dishub) menyebutkan memang pembangunan jala tol akan berdampak pada RTRW. “Karena itu, pemkot mengelar kegiatan peninjauan RTRW Kota Sukabumi beberapa waktu lalu,” tandasnya.

Selain itu Bappeda juga tengah mempersiapkan kajian dalam bentuk Rencana Pembangunan Jangka Menengah Daerah (RPJMD). “Di mana keberadaan RPJMD ini akan mengacu pada Rencana Pembangunan Jangka Panjang Daerah (RPJPD),” ulasnya.

Menurut Rudi, keberadaan rencana pembangunan ini akan disesuaikan dengan Wali Kota Sukabumi terpilih pada 2018 mendatang. “Namun program pembangunan di Sukabumi tetap memprioritaskan tiga bidang yakni pendidikan, kesehatan, dan perdagangan,” pungkasnya. Rol

Lihat Juga...