Strategi Pakai Pupuk Tingkatkan Produksi Padi di Sukabumi

SUKABUMI — Kabupaten Sukabumi menjadi lokasi demonstration plot (Demplot) pemakaian pupuk berimbang di 47 kecamatan. Upaya tersebut dilakukan untuk meningkatkan produktivitas padi di sejumlah daerah yang masih rendah.

Acara peluncuran demplot mandiri itu dilakukan di Kampung Genteng, Desa Batununggal, Kecamatan Cibadak, Kabupaten Sukabumi. Dalam kesempatan tersebut hadir Bupati Sukabumi Marwan Hamami dan General Manager Pemasaran PT Pupuk Kujang Teguh Hidayat.

“Demplot mandiri dilakukan di satu desa di setiap kecamatan yang ada di Sukabumi,” kata Kepala Dinas Ketahanan Pangan Kabupaten Sukabumi Sudrajat akhir pekan lalu. Demplot itu menerapkan formulasi pemberian pupuk berimbang yakni 500 kilogram pupuk organik, 300 kilogram NPK Phonska, dan 200 kilogram urea.

Menurut Sudrajat, pelaksanaan demplot itu sangat bagus untuk materi penyuluhan di lapangan. Dari demplot terebut nantinya bisa diketahui berapa hasil per satuan luas. Hasil demplot tersebut akan disebarkan penyuluh ke masing-masing desa yang ada di setiap kecamatan.

Sudrajat menjelaskan, kondisi lahan pertanian di lapangan selalu berubah sehingga akan berpengaruh pada dosis pemupukan. Karena itu, petani harus membuka diri dengan perubahan kondisi lahan serta alokasi pupuknya yang berubah.

Langkah tersebut dinilainya untuk mendapatkan hasil yang maksimal. Kini produktivitas padi rata-rata sekitar lima hingga enam ton per hektare. “Targetnya pada demplot dengan pemupukan berimbang bisa menjadi di atas tujuh ton per hektarenya,” ujarnya.

Bupati Sukabumi Marwan Hamami menambahkan, demplot dengan pemupukan berimbang tersebut bisa disebarkan penyuluh ke tempat lain. Saat ini baru 47 desa yang ada di 47 kecamatan yang menerapkan demplot.
“Tapi, dalam penerapannya nanti harus tetap melihat karakteristik atau unsur tanah di masing-masing wilayah. Misalnya di daerah selatan Sukabumi yang kandungan kapurnya tinggi maka kandungan pupuk yang diberikan pun disesuaikan,” tuturnya.

GM Pemasaran PT Pupuk Kujang Teguh Hidayat menambahkan, perusahaannya siap mendukung pelaksanaan demplot di 47 kecamatan di Sukabumi. “Untuk demplot petani dapat memperoleh pupuk di kios yang ditentukan sesuai denagan dosis yang ditentukan,” tandasnya.

Menurut Teguh, formulasi yang didorong yakni pemupukan berimbang. Komposisinya yakni 500 kilogram pupuk organik, 300 kilogram NPK Phonska, dan 200 kilogram urea. “Dosis tersebut yang disarankan supaya produktivitas padinya lebih baik dibandingkan sebelumnya,” pungkasnya. rol

Lihat Juga...

Tinggalkan Balasan