Pemdes Desa Bojongraharja Bangun Saluran Irigasi

CIKEMBAR — Pemerintah Desa Bojongraharja Kecamatan Cikembar Kabupaten Sukabumi Jawa Barat, kali ini mengalokasikan Dana Desa (DD) 2017 tahap dua, salah satunya yakni membangun saluran Irigasi Cibodas sepanjang 200 meter tinggi satu meter dan lebar 30 centi meter. Dari informasi yang diperoleh, anggaran DD 2017 yang digunakan untuk pembangunan irigasi tersebut sekitar Rp 80 Juta. Pembangunan pun langsung melibatkan warga setempat sebagai tenaga kerja.

Salah seorang warga Kampung Cibodas, Tata Suparta (60) yang juga bersetatus sebagai petani mengatakan, sangat senang dengan adanya pembangunan saluran irigasi yang dilakukan pemerintah desa bekerjasama dengan warga. “Tentu ini sangat transfaran dimana kami sebagai warga turut dilibatkan dalam pembangunan. Ya, Alhamdulillah saluran irigasi ini dapat diperbaiki sehingga kami berharap ke depan hektaran sawah milik warga dapat teraliri air dengan normal,” kata Tata saat disambagi www.sukabumizone.com Selasa, (28/11).

Masih salah seorang warga Kampung Cibodas Husen (30) mengaku, senang dengan adanya pembangunan tersebut. Pasalnya, sebelum dibangun saluran irigasi ini ketika musim kemarau tiba maka sawah milik warga kekeringan. “Mudah-mudahan setelah dibangun saluran irigasi ini pasokan air dapat mencukupi kebutuhan pertanian baik musim hujan maupun musim kemarau,” ujarnya.

Masih di tempat yang sama Kepala Dusun (Kadus) Cibodas Udung Wahyudin membenarkan, bahwa keberadaan saluran irigasi tersebut sangat dibutuhkan petani. Dimana, sedikitnya dua hektar lebih sawah petani dapat aliri air dari saluran irigasi tersebut. “Tentunya hal ini bertujuan untuk peningkatan pangan. Kami harap, setelah dibangun petani pun dapat bercocok tanam dengan baik. Selain itu, saya ucapkan terimakasi kepada Pemdes yang telah mengalokasikan dana tersebut untuk pembangunan saluran ini,” singkatnya.

Kepala Desa Bojongraharja Sudarmat diwakili Sekretaris Desa Bojongraharja Taufik Hidayat mengatakan, pembangunan saluran Irigasi Cibodas memang telah menjadi skala prioritas hasil dari Musdus hingga Musrenbangdes. “Dimana, sebagian warga masih bersetatus sebagai petani di desa ini. Walaupun tidak dipungkiri sebagai telah beralih propesi sebagai buruh pabrik,” tutur Taufik di dampingi Tim Pelaksana Kegiatan (TPK) Denden Abdul Muis.

Ia berharap partisipasi dan dukungan warga dapat terjadi baik. Sehingga pembangunan yang telah selesai dilaksanakan dapat terjaga. “Tanpa dukungan warga maka, seluruh program yang digulirkan tidak akan berjalan mulus,”pungkasnya. Yan

Lihat Juga...

Tinggalkan Balasan