Rp 38,1 Miliar Kerugian Akibat Bencana Alam Di Sukabumi

SUKABUMI — Kerugian yang dialami akibat bencana alam di di Kota Sukabumi cukup besar. Sebab, sejak 2013 lalu hingga September 2017 lalu tercatat jumlah kerugian akibat bencana diperkirakan mencapai Rp 38,1 miliar.

“Dari data yang dihimpun menyebutkan kerugian akibat bencana dari 2013 hingga 2016 ditaksir mencapai sebesar Rp 36 miliar,” kata Kepala Pelaksana Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kota Sukabumi Asep Suhendrawan, Rabu (6/12).

Jumlah itu belum ditambah kerugian akibat bencana pada 2017. Dalam rentang Januari-September 2017 tercatat jumlah kerugian akibat bencana ditaksir Rp 2,1 miliar. “Data kerugian ini dimulai sejak 2013 karena lembaga tersebut baru beroperasi dan melaksanakan tugas serta fungsinya,” tandasnya.

Menurutnya, mengacu pada data tersebut menunjukkan sangat besar dampak bencana terhadap kerugian yang dialami masyarakat. Jumlah kerugian bencana ini ungkap dia membuktikan upaya optimalisasi pencegahan mitigasi dan kesiapsiagaan bencana sangat diperlukan untuk menekan munculnya kerugian materil.

“Sukabumi memiliki beberapa ancaman bencana yang harus diantisipasi. Di antaranya merupakan daerah rawan letusan gunung berapi karena dekat dengan kawasan Gunung Gede Pangrango,” tuturnya.

Ancaman lainnya yakni potensi gempa bumi, kerawanan banjir yang tersebar di beberapa titik, dan daerah rawan pergerakan tanah karena terdapat zona patahan aktif Cimandiri. “Selain itu potensi ancaman bencana longsor serta daerah rawan kebakaran dengan kondisi permukiman sempit dan sulit mencari sumber daya air,” imbuhnya.

Kepala Seksi Kedaruratan, BPBD Provinsi Jawa Barat Budiman menambahkan, secara nasional indeks rawan bencana Kota Sukabumi menempati urutan ke 445 dari 497 kabupaten/kota se Indonesia. “Namun, kota berbatasan dengan Kabupaten Sukabumi yang menempati urutan tiga kerawanan bencana secara nasional,” ungkap dia.

Kota Sukabumi diperkirakan akan terkena dampak dari bencana yang terjadi di Kabupaten Sukabumi. “Oleh karena itu Kota Sukabumi juga harus menyiapkan diri dalam menghadapi potensi bencana,” pungkasnya. red

Lihat Juga...