Wabub Sukabumi Minta IPDMIP Terserap Optimal

SUKABUMI KAB — Wakil Bupati Sukabumi Adjo Sardjono bersama 14 Gubernur dan 74 Bupati se-Indonesia menandatangani Naskah Perjanjian Hibah Daerah (NPHD) kegiatan peningkatan dan pengelolaan sistem irigasi melalui Integrated Participatory Development and Management of Irigation Program (IPDMIP) pada forum koordinasi kebijakan di Birawa Assembly Hall Hotel Bidakara Jakarta belum lama ini.

Penandatanganan perjanjian hibah kegiatan IPDMIP sebagai wujud komitmen bersama dalam pengelolaan irigasi secara integratif dan partisipatif mendorong untuk terwujudnya kedaulatan pangan nasional.

menurut Adjo dana hibah tersebut merupakan kegiatan yang sudah di programkan dan bersifat berkelanjutan.” Kegiatan ini sudah di program selama lima tahun khususnya untuk pemeliharaan jaringan irigasi, ini baru tahun pertama untuk penguatan kelembagaan dan SDM, sekarang mungkin dananya belum besar namun nanti ke depan untuk inprastruktur pertanian dapat menunjang swasembada pangan kemandirian” ungkap Adjo.

Ia menambahkan, rencana ke depan anggaran tersebut akan digunakan dan diterapkan dibeberapa lokasi di Kabupaten sukabumi.

“Dengan adanya dana hibah ini mudah – mudahan dapat dimanfaatkan secara optimal, efisien efektif dan juga akuntabel,” tambahnya.

Ia mengharapkan, leading sektor seperti dinas dan lembaga teknis yakni Bappeda, Dinas Pertanian dan Dinas Pekerjaan Umum dapat memanfaatkan program kegiatan IPDMIP dengan baik.

Diketahui kegiatan IPDMIP merupakan program Integrasi Pengembangan dan Pengelolaan Irigasi Partisipatif yang melibatkan Kementerian Perencanaan Pembangunan Nasional/BAPPENAS, Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat, Kementerian Pertanian, Kementerian Dalam Negeri, dan Kementerian Keuangan.

“Melalui IPDMIP, keberlanjutan dan peningkatan produksi pertanian beririgasi akan terwujud dengan menguatnya sistem dan kapasitas kelembagaan pertanian beririgasi yang berkelanjutan, membaiknya operasional, pemeliharaan dan pengelolaan sistem irigasi, membaiknya infrastruktur sistem irigasi, dan meningkatnya pendapatan pertanian beririgasi,” terangnya.

Program ini mendukung salah satu dari sembilan agenda prioritas pembangunan atau “Nawa Cita” yaitu program ke tujuh “Mewujudkan kemandirian ekonomi dengan menggerakkan sektor-sektor strategis ekonomi domestik”, mendukung empat sasaran strategis Kementerian PUPR khususnya sasaran “meningkatnya dukungan kedaulatan pangan dan ketahanan energi”, serta mendukung pilar pengelolaan sistem irigasi. Sep

Lihat Juga...