Dai dan Pengurus Masjid di Sukabumi Dikumpulkan Polisi

SUKABUMI — Puluhan pengurus dewan kemakmuran masjid (DKM) serta dai dikumpulkan di Polres Sukabumi Kota, belum lama ini. Kegiatan itu dilakukan untuk mencegah keresahan di kalangan ulama akibat berita hoaks yang beredar di media sosial (medsos).

“Hari ini kami membekali para ulama dan DKM untuk mewaspadai adanya hoaks yang membahayakan persatuan serta kesatuan,” kata Kapolres Sukabumi Kota AKBP Susatyo Purnomo Condro kepada wartawan di Mapolres Sukabumi Kota belum lama ini.

Menurut Susatyo, hoaks dapat menyebar tanpa disadari di tengah masyarakat. Sehingga, dalam tausiah atau ceramah para ulama dapat memasukan muatan bagaimana berperilaku di dalam dunia maya tidak hanya berperilaku di dalam dunia nyata.

“Hal ini, untuk mengatur bagaimana hubungan antarmanusia dapat berjalan dengan baik. Kami harap para ulama serta dai di daerah tidak mudah terpengaruh dengan hoaks yang meresahkan itu,”tandasnya.

Wali Kota Sukabumi Mohamad Muraz yang hadir dalam kegiatan itu mengatakan, dikumpulkannya DKM serta marbot masjid untuk mengantisipasi hoaks yang diviralkan. “Khawatir hoaks itu menimbulkan keresahan di para ulama serta mengurangi kegiatan di masjid-masjid,” cetus dia.

Bahkan, ada warga yang menyampaikan untuk keluar malam ke masjid merasa khawatir. Selain itu, kata dia orang menjadi imam dan mengikuti pengajian malam-malam pun menjadi khawatir.

“Oleh karena itu, hoaks ini dinilai sudah cukup meresahkan. Dari penyampaian kapolres, berita tersebut kebanyakan hoaks yang berupaya menciptakan ketikdapercayaan para ulama terhadap jajaran polri dan pemerintah,” tandasnya.

Sekretaris Majelis Ulama Indonesia (MUI) Kota Sukabumi Muh Kusoy mengatakan, beredarnya hoaks dengan kalimat mengumpat, mencela serta menjelekkan orang lain di medsos sangat memprihatinkan. “Padahal perbuatan itu haram hukumnya,” cetus dia.

Di sisi lain, lanjut Kusoy, para ulama serta pesantren di Sukabumi mendapatkan jaminan keamanan dari polisi terkait adanya isu penganiayaan ulama. “Setiap pesantren dan ulama akan dijaga aparat kepolisian,” imbuhnya.

Khusus kepada ulama, jangan takut dan ragu dalam melaksanakan ibadah serta dakwah karena senantiasa dilindungi Allah. “Sementara terhadap umat, jangan percaya kalimat adu domba serta melakukan tabuyun atau kepada orang-orang yang paham,” pungkasnya. red

Lihat Juga...