Dinkes Sukabumi Giatkan Penyuluhan Waspada Keracunan Makanan

SUKABUMI — Pemerintah Kabupaten Sukabumi lakukan penyuluhan mengatasi keracunan makanan. Hal tersebut dilakukan akibat dalam sebulan terakhir terjadi dua kasus keracunan dengan korban yang cukup banyak.

Terakhir, Kasus keracunan makanan terjadi di selatan Sukabumi tepatnya Kampung Pasir luhur RT 03 RW 01 Desa Tamanjaya, Kecamatan Ciemas pada Senin (19/3) lalu. Dimana sebanyak 15 orang warga menjadi korban dan mengalami gejala keracunan seperti mual, muntah serta buang air besar setelah menyantap makanan catering dalam acara syukuran warga.

Sebelumnya, kasus keracunan massal menimpa puluhan warga di Kampung Ciparanje Desa Nagrak Utara, Kecamatan Nagrak Rabu 28 Februari 2018 lalu. Mereka mengalami gejala keracunan setelah menyantap makanan yang disajikan dalam acara syukuran pernikahan salah satu warga yang digelar sehari sebelumnya.

“Kami melakukan penyuluhan yang diberikan kepada masyarakat oleh petugas kesling dan promkes perihal keracunan makanan,” kata Kepala Bidang Pencegahan dan Pengendalian Penyakit (P2P) Dinkes Kabupaten Sukabumi Hendra Priatna kepada wartawan Rabu (21/3). Langkah ini untuk mencegah terulangnya kembali keracunan makanan di tengah masyarakat.

Menurut Hendra, ke depan kasus keracunan yang diduga berasal dari makanan bisa dicegah semaksimal mungkin. “Caranya dengan mengolah makanan secara higienis serta menggunakan bahan baku yang baik serta sehat,” ujarnya.

Khusus di lokasi yang keracunan kata Hendra, petugas juga mewawancara pengolah makanan terkait dari bahan baku, proses pengolahan, proses pewadahan makanan, personal higienis. Upaya itu untuk mengetahui faktor resiko lainnya yang dapat mengakibatkan keracunan makanan.

Di sisi lain, kasus keracunan terakhir yang terjadi di Desa Tamanjaya terjadi setelah warga mengkonsumi makanan katering yang berisi nasi, mie, serta ayam pada Minggu, (18/3) malam sekitar pukul 20.00 WIB.

Selanjutnya terang Hendra, pada Senin pagi sekitar pukul 05.00 WIB sebagian warga mengalami gejala keracunan seperti muntah dan buang air besar lebih dari lima kali. “Korban keracunan langsung dibawa ke Puskesmas Tamanjaya untuk mendapatkan penanganan medis,” tuturnya.

Hingga Selasa (20/3) malam kondisi dari 15 pasien keracunan makanan masih stabil. Mereka lanjut Hendra hanya merasakan pusing serta sakit ulu hati. Ia menuturkan saat ini tidak ada pasien yang memerlukan penanganan secara khusus atau tidak ada yang di infus.

Dinkes ungkap Hendra telah membuka posko pelayanan kesehatan di daerah lokasi keracunan makanan empat hingga lima hari ke depan sejak kejadian. “Langkah ini sebagai upaya penanganan medis yang cepat tanggap serta konfrehensif,” tandasnya.

Petugas juga telah melakukan pengambilan sampel makanan untuk diperiksa di Balai Laboraturium Kesehatan Propinsi Jawa Barat (BLK). “Pemeriksaan sampel dilakukan untuk mengetahui penyebab pasti dari keracunan makanan tersebut,”pungkasnya. rol

Lihat Juga...