Polisi Selidiki Tewasnya Bapak dan Anak di Sukabumi

SUKABUMI — Polisi di Sukabumi lakukan penyelidikan terkait tewasnya bapak serta anak di Desa Cijangkar, Kecamatan Nyalindung, Kabupaten Sukabumi. Hasil sementara mengindikasikan korban bapak meninggal dunia sebab gantung diri. Sementara penyebab anaknya tewas masih terus diselidiki lebih lanjut.

Sebelumnya, bapak dan anak ditemukan tewas di sebuah perbukitan yang berada Gunung Sampai, Kampung Legok Arey, Desa Cijangkar, Kecamatan Nyalindung, Kabupaten Sukabumi, Jumat (23/3) pagi. Kedua jenazah ditemukan di lokasi berdekatan. Informasi yang diperoleh anak yang ditemukan tewas bernama Rafi (2,5) serta bapaknya Agung Akbar (30).

“Kami telah melakukan olah tempat kejadian perkara (TKP) secara mendetail di lokasi,” ungkap Kasat Reskrim Polres Sukabumi AKP Yadi Kusyadi kepada wartawan di lokasi kejadian. Selain itu polisi telah meminta keterangan sejumlah saksi baik di TKP maupun warga di sekitarnya.

Yadi menuturkan, polisi juga melakukan koordinasi dengan dokter forensik. Untuk sementara hasil visum menyebutkan penyebab bapak yang meninggal murni tidak ada tanda-tanda kekerasan serta diduga akibat gantung diri.

Sedangkan penyebab tewas anaknya memerlukan pendalaman serta analisa. “Selain itu, melakukan koordinasi dengan pihak terkait seperti aparatur desa dan kecamatan,” tuturnya.

Salah seorang tetangga korban, Jumyati alias Bemo (34) mengatakan, warga terlebih dahulu menemukan anaknya yang tergeletak di tanah. “Korban ditemukan kakeknya pada Jumat pagi sekitar pukul 05.30 WIB,” imbuh dia.

Pada waktu itu terang Jumyati, kakek korban menangis di pinggiran jalan raya sebab tengah mencari cucunya. Selanjutnya kakek korban naik ke perbukitan yang ada di seberang rumah dan akhirnya histeris berteriak menemukan cucunya dalam keadaan meninggal dunia.

“Pada saat ditemukan anak tersebut diduga mengalami luka cekikan di bagian leher. Selang satu jam setelah menemukan anak tersebut warga menemukan bapaknya yang tewas tergantung di pohon,” ujarnya.

Jarak antara lokasi penemuan jasad anak serta bapak ini ungkap Jumyati sekitar sepuluh meter. Ia menerangkan korban bapaknya meninggal dengan belitan tambang di bagian lehernya dan tegantung di pohon yang berjarak sekitar empat meter.

Menurutnya, warga tidak mengetahui problem atau masalah apa yang membelit keluarga korban. “Warga tahunya korban dalam hal ini bapak anak tersebut berperilaku baik dan pediam,” tandas dia.

Namun kata Jumyati warga melihat ayah dan anak ini pergi menggunakan angkutan kota (angkot) pada Kamis (22/3) pagi sekitar pukul 05.00 WIB. “Selepas itu warga baru melihat keduanya ditemukan meninggal dunia pada Jumat pagi,” pungkasnya. Rol

 

Lihat Juga...

Tinggalkan Balasan