Bayi yang Alami Kelainan Genetik Langka Ditangani R Syamsudin SH Kota Sukabumi

SUKABUMI — Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) R Syamsudin SH Kota Sukabumi tangani kasus bayi yang mengalami kelainan genetik langka. Sebab, bayi itu mengalami sejumlah kelainan yang dinilai langka serta jarang ditemui sebelumnya.

Dari informasi yang diperoleh RSUD R Syamsudin menyebutkan, bayi itu berumur dua hari ini merupakan anak dari pasangan suami-istri Lindawati serta Diyan sebagai warga Desa/Kecamatan Bojongenteng, Kabupaten Sukabumi. Sebelumnya, proses melahirkan dilakukan di RSUD Sekarwangi Kecamatan Cibadak Kabupaten Sukabumi yang akhirnya dirujuk ke RSUD R Syamsudin SH pada Senin, (26/3) lalu.

“Pasien ini terdapat banyak kelainan kongenital secara diagnosa kedokteran sebagai trunbeli syindrom serta atresia ani dengan fistula,” kata Kepala Sub Bidang Pengembangan Mutu RSUD R Syamsudin SH Kota Sukabumi Bihantoro kepada wartawan belum lama ini.

Selain itu, bayi yang belum diberi nama ini kemungkinan mengalami kelainan lainnya dalam organ dalam. “Kelainan yang terlihat misalnya perut tidak mempunyai otot sehingga organ tubuh seperti keluar karena tidak ada otot yang menahannya,” tandasnya.

Kelainan kedua yakni menyambung antara kelamin dan alat pembuangan atau anus serta terakhir bentuk kaki tertekuk. “Dan kelainan lainnya yang masih harus dilakukan pemeriksaan lebih lanjut,” ujar dia.

Menurut Bihantoro, jenis kelamin dari bayi ini pun belum bisa dipastikan karena menyambungnya alat kelamin dengan anus. “Namun dari hasil pemeriksaan menyebutkan sekitar 97 persen laki-laki,” imbuhnya.

Kelainan yang dialami bayi tersebut sangat jarang ditemui atau langka. Bahkan kata dia dokter spesialis anak yang menanganinya mengaku baru pertama kali menangani kasus seperti itu. Dari segi keilmuan perbandingannya satu berbanding 40 ribu kelahiran.

“Karena itu penanganannya dinilai sulit. Kami akan segera merujuknya ke RSHS Bandung,” cetus Bihantoro.

Saat ini, keluarga dari bayi ini tengah mempersiapkan upaya rujukan bayi ke RSHS Bandung. Dia mengatakan, penanganan bayi ini menggunakan sarana jamkesda (Jaminan Kesehatan Daerah-red) karena berasal dari keluarga tidak mampu. red

Lihat Juga...