Ribuan Sertifikat Diserahkan Jokowi di Sukabumi

SUKABUMI — Presiden Joko Widodo menghadiri kegiatan penyerahan sertifikat tanah untuk rakyat di Lapangan Sekarwangi, Kecamatan Cibadak Kabupaten Sukabumi, Jawa Barat Sabtu (7/4). Acara itu dihadiri ribuan warga yang akan mendapatkan sertifikat tanah dari berbagai daerah di Jawa Barat.

Dalam kesempatan itu hadir Gubernur Jawa Barat Ahmad Heryawan, Menteri Agraria dan Tata Ruang (ATR)/Kepala Badan Pertanahan Nasional (BPN), Sofyan A Djalil. Dan Bupati Sukabumi Marwan Hamami serta kepala daerah lainnya di Jabar.

”Hari ini ada penyerahan sertifikat tanah sebanyak 3.063 sertifikat dari lima kabupaten/kota di Jawa Barat,” kata Presiden Jokowi dalam sambutannya Sabtu sore.

Dalam kesempatan itu Jokowi sempat menghitung berapa warga yang mendapatkam sertifikat. Menurut Jokowi, sertifikat ini sebagai tanda bukti hukum atas tanah yang dimiliki. Presiden juga menanyakan mengapa warga tidak sejak lama mengurus sertifikat tanah padahal dokumen itu penting.

Menteri Agraria, Tata Ruang/Kepala BPN Sofyan Djalil mengatakan, warga yang mendapatkan sertifikat tanah berasal dari lima daerah di Jabar yakni Kabupaten/Kota Sukabumi, Kabupaten Cianjur, Kabupaten Purwakarta, serta Kabupaten Bandung Barat.

Penerima paling banyak sertifikat berasal dari Bandung Barat sebanyak 1.001 orang serta Cianjur sebanyak 1.000 orang. Sementara tuan rumah Kabupaten Sukabumi sebanyak 300 sertifikat.

Sofyan mengungkapkan, pada 2017 lalu pemerintah melakukan penyerahan sertifikat untuk rakyat sebanyak 5 juta sertifikat. Dari jumlah itu untuk Jabar mencapai sebanyak 594.500 sertifikat.

Sementara pada 2018, jumlah penerima sertifikat di Jabar meningkat menjadi 1.270.000 sertifikat. Sehingga warga yang memiliki tanah namun belum mempunyai sertifikat bisa segera mendapatkannya.

Ia mengatakan, sesuai arahan presiden paling lambat 2025 seluruh tanah di Indonesia sudah memiliki sertifikat. Pasalnya kepemilikan sertifikat atas tanah ini memiliki sejumlah manfaat.

Di antaranya, menghindari konflik atau sengketa tanah karena telah mempunya bukti hak atas tanah. Manfaat lainnya dengan ada sertifikat harga tanah lebih mahal.

Selain itu ujar Sofyan, bagi warga yang memerlukan sebagai jaminan pinjaman ke bank untuk mendapatkan kredit usaha rakyat. Karenan itu, ia berharap target penuntasan sertifikat tanah 2025 bisa tercapai dengan baik. red
ka tak lupa meminta foto bersama.

Tak lama, mantan Gubernur DKI Jakarta ini pun mengajak para pekerja berbincang-bincang mengenai program padat karya tunai yang mereka ikuti. Para pekerja diminta menyampaikan aspirasi terkait program ini. “Kalau bisa dinaikan pak upahnya,” ujar salah satu pekerja yang duduk di depan Jokowi.

“Baru juga berapa hari sudah minta naik lagi,” balas Jokowi sembari tersenyum menjawab permintaan tersebut. “Ayo siapa lagi yang mau ngomong?” lanjut Jokowi.

“Ini pak, kita minta ada jaminan keselamatan kerja sama asuransi pak,” ujar pekerja yang lain.

Mendapat permintaan itu, Jokowi pun meminta Menteri Perhubungan Budi Karya untuk mengurus permintaan tersebut. “Ya nanti sama pak Menhub,” ujarnya.

Ketika sudah tidak ada pertanyaan lebih lanjut, Jokowi pun akhirnya memilih berfoto bersama dengan para pekerja yang diajak berbincang. Setelahnya, dia pun beranjak kembali ke kereta api untuk segera melanjutkan kunjungan kerja dalam acara pembagian sertifikat tanah di Lapangan Sekarwangi, Kecamatan Cibadak, Kabupaten Sukabumi.

Petang harinya, Presiden beserta rombongan menuju Kota Sukabumi untuk bermalam dan melanjutkan kegiatan kunjungan kerja keesokan harinya.

Lihat Juga...