Polres Sukabumi Kota Sita Ratusan Botol Miras

SUKABUMI — Polres Sukabumi Kota meningkatkan razia peredaran minuman keras (miras) di berbagai titik Kota Sukabumi serta sekitarnya. Hasilnya diamankan sebanyak 600 botol miras berbagai merk.

“Hal ini dilakukan sebagai bentuk pihak kami dalam menyikapi adanya korban tewas akibat miras oplosan di berbagai daerah maka kami menggiatkan razia peredaran miras,” kata Kapolres Sukabumi Kota AKBP Susatyo Purnomo Condro kepada wartawan di Mapolres Sukabumi Kota Rabu (11/4). Pemantauan peredaran miras tersebut dilakukan bersama Dinas Kesehatan (Dinkes), Badan Pengawas Obat dan Makanan (BPOM), serta Majelis Ulama Indonesia (MUI).

Razia tersebut dilakukan secara intensif untuk bisa menekan peredaran miras yang ada di Sukabumi. Hasilnya dalam beberapa hari terakhir diamankan sebanyak 600 botol miras dari berbagai macam merk.

“Ratusan botol miras merupakan hasil razia di 15 polsek yang berada di wilayah hukum Polres Sukabumi Kota. Selain miras turut disita pula beberapa minuman fermentasi atau biang dari miras,” ujarnya.

Banyaknya barang bukti ungkap Susatyo harus menjadi perhatian khusus dari semua pihak terkait. Terlebih penjualan miras dilakukan secara sembunyi-sembunyi karena tidak dipajang di etalase toko jamu maupun kios lainnya. Karena itu polisi akan menerjukan petugas yang tidak menggunakan seragam dinas untuk memutus aliran peredaran miras.

“Upaya lainnya agar ada efek jera maka kami tengah mengkaji untuk menjerat peracik minuman campuran dengan undang-undang tentang kesehatan, pangan dan konsumen,” ujar Susatyo. Sehingga penjual atau peracik tidak hanya dikenakan tindak pidana ringan (tipiring) seperti yang biasa dilakukan.

Namun kata Susatyo, akan dikaji untuk tindak pidana yang sesuai sehingga bisa dilakukan penahanan terhadap pelaku. “Dengan upaya ini masyarakat yang bakal menjadi calon korban miras oplosan bisa mengerti bahaya peredaran miras,” tandasnya.

Kepala Seksi Farmasi Dinkes Kota Sukabumi Supriyanto menjelaskan, konsumsi miras dengan zat berbahaya lainnya akan mengancam kesehatan. “Efek buruk alkohol salah satunya merusak otak sebab menyerang saraf pusat,” singkatnya. red

Lihat Juga...

Tinggalkan Balasan