Jelang Puasa dan Pilkada Polisi Waspadai Peredaran Upal

SUKABUMI — Polres Sukabumi waspadai peredaran uang palsu (upal) jelang bulan puasa dan pilkada Jabar. Terlebih pada awal 2018 Polres Sukabumi berhasil mengungkap dua kasus peredaran upal di dua lokasi berbeda.

“Kewaspadaan peredaran upal tidak hanya menjelang pilkada melainkan mendekati bulan puasa,” kata Kapolres Sukabumi AKBP Nasriadi kepada wartawan Kamis (19/4). Pasalnya aktivitas ekonomi seperti di pasar diperkirakan meningkat.

Karena itu polisi mengimbau kepada pedagang berhati-hati apabila ada orang yang memberikan uang dengan modus membeli barang kecil seperti permen dengan pecahan uang besar seperti Rp 100 ribu atau Rp 50 ribu.

“Nantinya, pelaku yang mengedarkan upal ini berharap kembalian yang akan memberikan keuntungan. Modus seperti ini seringkali terjadi di berbagai daerah,” ungkapnya.

Titik rawan peredaran upal saat ini lebih banyak di daerah sepi atau perkampungan bukan ramai. Di mana para pelaku singgah di warung yang dijaga ibu-ibu untuk membeli rokok atau permen dengan menggunakan upal.

“Ke depan warga dapat segera lapor ke petugas bila ditemukan upal,” tandas Nasriadi. Laporan ini akan segera ditindaklanjuti polisi untuk dilakukan pengungkapan.

Ia menjelaskan, sepanjang 2018 ada dua kasus peredaran upal yakni Kecamatan Simpenan dan Cikembar. “Berkas para tersangka sudah lengkap dan dilimpahkan ke kejaksaan untuk segera disidangkan di pengadilan,” pungkasnya. net

Lihat Juga...