Diduga Penyebab Remaja Putri yang Tewas Akibat Minum Campuran Spiritus

SUKABUMI — Usaha pihak kepolisian Polres Sukabumi Kota dalam menyelidiki kasus tewasnya remaja putri akhirnya membuahkan hasil. Polisi berhasil mengungkap korban meninggal dunia akibat meminum cairan campuran air mineral serta spritus dan minuman perasa Kukubima.

“Kami awalnya menerima laporan dua remaja wanita yang alami penurunan kesadaran serta salah satunya tewas di rumah sakit,” ungkap Kapolres Sukabumi Kota AKBP Susatyo Purnomo Condro kepada wartawan di salah satu titik kejadian korban minum cairan campuran maut di Kecamatan Gunungguruh, Kabupaten Sukabumi Jumat, (27/4).

Korban meninggal dunia berinisial W (18 tahun) serta satu korban lainnya T (16) masih dalam perawatan di RSUD R Syamsudin SH Kota Sukabumi. Setelah mendapatkan informasi polisi langsung bergerak melakukan upaya cepat untuk mengungkap kasus tersebut.

“Hasilnya dalam waktu dua jam polisi melakukan penangkapan terhadap para tersangka yang diduga bersama-sama korban pada dua malam sebelum kejadian,”tandasnya.

Menurut Susatyo, polisi menetapkan tiga orang tersangka dalam perkara ini diantaranya DS (17), IR (16) serta DD (21). “Ketiganya berperan dalam menyiapkan minuman yang dikonsumsi korban,”ujarnya.

Dimana, dari hasil olah tempat kejadian perkara serta keterangan para tersangka mereka minum aqua yang dicampur dengan spiritus serta ditambahkan kukubima sebagai perasa. Lalu setelah disiapkan tiga tersangka kemudian dua orang DS dan IR menjemput korban untuk dibawa ke TKP pertama serta kedua.

”Di dua tkp korban diberikan minuman campuran maut aqua spiritus serta Kukubima,” imbuh Susatyo.
Sehingga polisi tidak menemukan miras serta hanya menemukan cairan campuran spiritus dan aqua serta minuman perasa. “Jumlah tersangka tidak menutup kemungkinan bertambah kalau ada fakta keterlibatan peran dari tujuh saksi lainnya,” terangnya.

Para pelaku, kata Susatyo, dijerat dengan Pasal 204 KUHP tentang membagikan makanan atau minuman yang dapat merusak kesehatan. “Ancaman hukuman maksimal 20 tahun penjara,”tuturnya.

Selain itu Pasal 170 tentang kekerasan bersama-sama karena kekerasan tidak hanya bentuk perbuatan, tapi membuat tidak sadar seseorang. Ancaman hukuman yang dikenakan selama 12 tahun penjara. Selain itu Pasal 80 Undang Undang tentang Perlindungan anak karena korban masih anak. rol

Lihat Juga...