Mayorita Bencana 2018 Di Kota Sukabumi Didominasi Angin Ribut

SUKABUMI — Selama kurun waktu Januari sempai awal Mei 2018 tercatat telah terjadi sebanyak 50 kejadian bencana di Kota Sukabumi, Jawa Barat. Sementara itu, jenis bencana yang paling tinggi kasusnya adalah angin ribut atau puting beliung.

“Data yang kami himpun sebanyak 50 kali kejadian bencana sejak Januari hingga awal Mei 2018,” ungkap Kepala Seksi Pencegahan dan Kesiapsiagaan, Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kota Sukabumi Zulkarnain Barhami kepada wartawan belum lama ini.

Dari 50 kejadian itu lanjut Zulkanain, jenis bencana yang paling tinggi kasusnya yakni angin topan sebanyak 15 kasus. Kejadian angin kencang ini terutama terjadi pada April. Pertama, bencana angin ribut atau puting beliung menerjang Kota Sukabumi Rabu, (4/4) 2018. “Wilayah yang terkena bencana ini berada di 11 kelurahan yakni Cikole, Karangtengah, Cisarua, Tipar, Karamat, Citamiang, Gunung Parang, Warudoyong, Gedong Panjang, Cibeureum Hilir, dan Nanggeleng,” ujarnya.

Bencana angin kencang menyebabkan pohon tumbang sebanyak 30. Selain itu menyebabkan kerusakan rumah sebanyak 42 unit, mobil tujuh unit, sepeda motor lima unit, baliho atau reklame enam buah, satu masjid, satu kios, serta tiga unit gerobak.

“Selanjutnya, pohon tumbang akibat angin kencang juga terjadi di halaman RSUD R Syamsudin SH di Jalan Rumah Sakit Kecamatan Cikole Kamis (26/4). Menyebabkan sebanyak 15 unit kendaraan roda empat mengalami kerusakan. Terakhir, pohon tumbang kembali terjadi pada Jumat (27/4) di Kampung Cibarombok RT 01 RW 01 Kelurahan Dayeuhluhur Kecamatan Warudoyong,” tandasnya.

Selain angin ribut, Zulkarnain mengatakan, bencana lainnya yang tinggi kasusnya yakni gempa bumi ada 11 kejadian. Cuaca ekstrem 11 kejadian, serta kebakaran 10 kejadian. “Sementara tanah longsor sebanyak sembilan kejadian serta banjir empat kejadian,” tuturnya.

Sementara wilayah yang paling tinggi kasus bencana adalah Cikole sebanyak 10 kejadian. Disusul berikutnya Kecamatan Lembursitu sebanyak sembila kejadian dan Cibeureum sebanyak delapan kejadian. “Di sisi lain, BPBD Kota Sukabumi menggiatkan simulasi latihan evakuasi mandiri. Kegiatan itu dilakukan agar masyarakat mempunyai kemampuan untuk menyelematkan diri ketika terjadi bencana,” imbuhnya. rol

Lihat Juga...