Selama Ramadhan THM di Sukabumi Ditutup

SUKABUMI — Satuan Polisi Pamong Praja Kota Sukabumi merazia sejumlah tempat hiburan (THM), belum lama ini. Langkah tersebut dilakukan untuk memastikan tempat itu tutup selama bulan Ramadhan.

“Kami melakukan razia. Hasilnya semua THM sudah tutup,” kata Kepala Bidang Penegak Peraturan Daerah (Gakda) Satpol PP Kota Sukabumi Ajat Sudrajat kepada wartawan, Selasa (15/5) malam. Dari pantauan, terlihat tidak ada aktivitas di beberapa THM seperti karaoke sertalokasi lainnya.

Menurut Ajat, THM itu tutup, walaupun surat imbauan dalam menghadapi bulan puasa belum turun. Tapi, kalau mengacu pada surat izin usaha ada klausul bahwa THM serta sejenisnya apabila memasuki bulan suci Ramadhan harus menghentikan segala kegiatannya.

“Nantinya, kegiatan di THM baru bisa beroperasi kembali selepas Lebaran atau Idul Fitri. Bila ada yang tidak mengindahkan isi dari surat izin usaha atau imbauan maka akan dilakukan tindakan tegas. Misalnya, surat izin usaha disita atau bahkan dicabut oleh pemerintah” ujarnya.

Ke depan, Satpol PP juga akan menggiatkan patroli simpatik bersama sejumlah elemen masyarakat pada waktu memasuki bulan puasa. “Keberadaan petugas patroli simpatik sebelumnya diresmikan dalam acara tarhib Ramadhan di Lapangan Merdeka, Kota Sukabumi, Sabtu (12/5),”tuturnya.

Patroli simpatik ini, lanjut Ajat, setiap tahunnya memang ditugaskan untuk menjaga kenyamanan umat Islam dalam menjalankan ibadah puasa pada bulan Ramadhan. “Mereka biasa akan memantau keberadaan rumah makan yang masih buka pada pagi atau siang hari,” imbuhnya.

Di sisi lain, Satpol PP juga tetap memantau peredaran minuman keras (miras). Hal itu untuk mencegah semaksimal mungkin peredaran miras di Sukabumi.

Salah satu tokoh ulama Kota Sukabumi, Fajar Laksana, mengatakan, masyarakat berharap selama bulan Ramadhan ini suasana kota dapat mendukung umat Islam dalam menjalankan ibadah puasa. “Upayanya patroli simpatik dengan melibatkan sejumlah elemen,” tandas dia.

Kapolres Sukabumi Kota AKBP Susatyo Purnomo Condro menjelaskan, menghadapi bulan puasa, pihaknya membentuk polisi masjid serta Ramadhan. “Polisi masjid mayoritas laki-laki ditugaskan menjaga masjid,” ungkapnya, Jumlah personel yang dikerahkan sebanyak 300 orang.

Sementara itu, polisi Ramadhan berisi polwan sebanyak 100 orang. Mereka akan memberikan layanan di sentra ekonomi serta perdagangan, seperti pasar serta mal. “Intinya, kehadiran polisi masjid dan polisi Ramadhan untuk memberikan kenyamanan dan keamanan bagi warga yang menjalankan ibadah puasa,” pungkasnya. rol

Lihat Juga...

Tinggalkan Balasan