Rp 1,3 Miliar Kerugian Akibat Bencana di Sukabumi

SUKABUMI — Angka kerugian yang diakibatkan bencana di Kota Sukabumi dalam kurun waktu Januari hingga April 2018 mencapai Rp 1,3 miliar. Kerugian terbesar yang tercatat adalah akibat bencana angin topan atau puting beliung.

Dari data yang tercatat di Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kota Sukabumi menyebutkan, jumlah kerugian bencana sejak Januari hingga April 2018 mencapai Rp 1.317.875.000. Besaran kerugian itu berasal dari bencana kebakaran, tanah longsor, banjir, angin topan, gempa bumi, serta cuaca ekstrem.

“Dalam kurun waktu bulan empat kerugian sudah menembus Rp 1,3 miliar,” ungkap Kepala Seksi Pencegahan dan Kesiapsiagaan, BPBD Kota Sukabumi Zulkarnain Barhami kepada wartawan Minggu (20/5). Jumlah ini hampir mendekati kerugian bencana selama satu tahun atau mencapai setengahnya pada 2017 lalu sebesar Rp 2,7 miliar.

Terlebih, besaran kerugian ini kemungkinan bertambah sebab pendataan akibat bencana lainnya belum mencapai satu tahun. Tapi pemerintah berharap kerugian materiil akibat bencana itu bisa ditekan dengan upaya peningkatan kesiapsiagaan menghadapi bencana.

“Bencana angin kencang atau topan di Kota Sukabumi menyumbang kerugian terbesar dalam kurun waktu Januari-April 2018. Total kerugian akibat bencana ini mencapai Rp 544.375.000,” tuturnya.

Jenis bencana lainnya yang menyumbang kerugian tertinggi adalah tanah longsor Rp 290 juta serta kebakaran Rp 272 juta. Sementara bencana cuaca ekstrem menyebabkan kerugian Rp 165 juta, gempa bumi Rp 36 juta, serta banjir Rp 9,5 juta.

Menurutnya, pada tahun sebelumnya yang mendominasi kerugian berasal dari tanah longsor serta kebakaran. Besaran kerugian dalam satu tahun untuk longsor mencapai Rp 1.057.800.000 serta kebakaran Rp 920.850.000.

Sementara pada 2017 lalu besaran kerugian akibat angin topan hanya Rp 20 juta dalam setahun. “Sehingga, terjadi lonjakan kerugian akibat bencana angon topan pada 2018,” tandasnya.

Pasalnya, pada 4 April 2018 lalu bencana angin topan menyebabkan kerugian cukup besar yakni Rp 502.250.000. Dampak kerusakan yang ditimbulkan tersebar di sebelas kelurahan serta menimpa sarana permukiman seta kendaraan bermotor. Daerah yang terdampak yakni Kecamatan Cikole, Karangtengah, Cisarua, Tipar, Karamat, Citamiang, Gunung Parang, Warudoyong, Gedong Panjang, Cibeureum Hilir, dan Nanggeleng.

Ia menjelaskan, kerugian terbesar dilaporkan terjadi di Kelurahan Cikole sebesar Rp 279.250.000. Di wilayah tersebut tercatat bencana menyebabkan 11 pohon tumbang, lima rumah rusak tiga mobil serta satu sepeda motor rusak, satu masjid rusak, dan satu gerobak.

“Sementara secara keseluruhan bencana angin kencang menyebabkan sejumlah kerusakan. Di antaranya 42 rumah, tujuh mobil, lima sepeda motor, enam baliho atau reklame, satu masjid, satu kios, dan tiga gerobak. Selain itu angin kencang juga menumbangkan 30 pohon,” pungkasnya. rol

Lihat Juga...