Petugas Gabungan di Kota Sukabumi Gelar Patroli Simpatik Ramadhan

SUKABUMI — Petugas gabungan menggelar patroli simpatik Ramadhan di Kota Sukabumi Kamis, (24/5). Kegiatan itu untuk menjaga kesucian di bulan Ramadhan. “Kami hari ini mulai sosialisasi patroli simpatik dengan berkeliling ke seluruh wilayah Sukabumi,” kata Ketua V Majelis Ulama Indonesia (MUI) Kota Sukabumi, Fajar Laksana kepada wartawan di sela-sela patroli simpatik.

Petugas yang terlibat dalam patroli simpatik yakni MUI, perwakilan ormas Islam, Satpol PP, Polri dan TNI. Pada hari pertama patroli simpatik ini, petugas belum melakukan penindakan karena hanya bersifat sosialisasi melalui pengeras suara. Materi yang disampaikan yakni mengenai Peraturan Wali Kota Sukabumi Nomor 11 Tahun 2013 tentang Tertib Ramadhan di Kota Sukabumi.

Hal tersebut diperkuat dengan surat edaran wali Kota Sukabumi Nomor 677 Tahun 2018 yang ditandatangani Penjabat Wali Kota Sukabumi Dady Iskandar. “Dalam ketentuan itu disebutkan rumah makan, restoran, warung nasi serta jajanan lainnya diperolehkan berjualan mulai pukul 16.00 WIB,” ujarnya.

Selain itu tempat hiburan malam diminta tutup selama satu bulan penuh. Aturan lainnya serperti mengimbau masyarakat untuk menghormati bulan Ramadhan dengan tidak makan atau minum serta membatalkan secara sengaja dipertontonkan di depan umum. “Aturan tersebut juga mengimbau warga non-Muslim agar menghormati umat Islam yang tengah beribadah puasa. Poin lainnya melarang tindakan yang menggangu pelaksanaan ibadah seperti perjudian serta perbuatan maksiat,” tandasnya.

Menurutnya, pada hari pertama patroli simpatik petugas tidak turun melakukan penindakan. “Walaupun tadi di lapangan terlihat ada yang buka tapi kami belum tindak karena sosialisasi,” kata dia.

Rencananya, penindakan baru dilakukan pada Senin (28/5) hingga Kamis (31/5). “Proses itu akan dilakukan selama dua minggu secara berturut-turut,” imbuhnya.

Petugas yang diterjunkan masih sama yakini Satpol PP, Polri, TNI dan unsur MUI. Namun jumlah personel yang dikerahkan tidak banyak serta dilakukan secara simpatik.

Bila nantinya masih ditemukan pelanggaran seperti rumah makan yang masih buka maka akan diperikan peringatan pertama. “Jika melakukan pelanggarann hingga tiga kali, maka akan direkomendasikan kepada pemerintah agar izin usahanya dicabut karena membandel,” tegasnya.

Fajar mengatakan, sejumlah upaya ini untuk menjaga kesucian selama bulan Ramadhan. Harapannya umat Islam bisa menjalankan ibadah dengan khusyu. rol

Lihat Juga...