Debat Publik Pilkada Sukabumi Dibatalkan Mahasiswa Kecewa

SUKABUMI– Mendadaknya pembatalan debat publik calon wali Kota Sukabumi memicu kekecewaan di tengah masyarakat. Sebab, kegiatan itu seharusnya sudah dirancang dengan baik sejak awal sehingga tidak menemui kendala pada pelaksanaannya.

“Kami sangat menyayangkan dengan dibatalkannya giat debat publik pilwalkot Sukabumi ini,” kata Kepala Departemen Kebijakan Publik, Kesatuan Aksi Mahasiswa Muslim Indonesia (KAMMI) Daerah Sukabumi Oksa Bachtiar Camsyah, Kamis (21/6). Padahal kegiatan tesebut merupakan acara yang telah disusun serta di rencanakan jauh-jauh hari pihak penyelenggara dan termasuk dalam rangkaian pelaksanaan pilkada Kota Sukabumi.

Kondisi itu ujar Oksa, menjadi sebuah pencideraan terhadap keberlangsungan demokrasi di Sukabumi. Terlebih debat publik ini adalah momentum yang sangat penting bagi masyarakat untuk mengetahui program-program yang akan di jalankan para calon walikota serta wakil walikota di periode selanjutnya.

“Pembatalan giat debat publik ini, telah merugikan banyak pihak termasuk merugikan negara. Sebabnya persiapan yang telah di lakukan tentu sudah memakan dana yang tidak sedikit. Dana itu adalah dana rakyat yang seharusnya dijaga serta di pergunakan dengan baik,” ujarnya.

Sebelumnya, pelaksanaan debat publik calon wali Kota Sukabumi terpaksa dibatalkan pada Rabu (20/6) malam. Padahal sudah siap dilakukan di Gedung Anton Sudjarwo Komplek Setukpa Polri Jalan Bhayangkara Kota Sukabumi.

Kegiatan yang awalnya direncanakan pukul 19.00 WIB itu hingga pukul 21.00 WIB belum juga berlangsung. Hal tersebut menyebabkan para calon wali kota dan wakil wali Kota Sukabumi sempat bertanya-tanya. Setelah menunggu lama akhirnya Komisi Pemilihan Umum (KPU) Kota Sukabumi menyatakan acara tersebut batal.

“KPU mendapat musibah serta ujian karena pelaksanaan debat kedua malam hari ini dengan penuh rasa menyesal dan minta maaf khususnya kepada paslon dan masyarakat Sukabumi tidak bisa dilakukan,” kata Ketua KPU Kota Sukabumi, Hamzah di hadapan para paslon serta tim pendukungnya. Pernyataan itu disambut rasa kecewa dari tim paslon yang ada di dalam gedung.

Alasan pembatalan ungkap Hamzah sebab, pemilik gedung dalam hal ini bapak jenderal dari Jakarta tidak mengizinkan tempat tersebut dijadikan tempat debat publik pilkada. Hal itu berdasarkan hasil koordinasi dengan sejumlah pihak.

Setelah adanya pembatalan ini kata Hamzah, KPU meminta tim paslon wali Kota Sukabumi untuk tetap menjaga kondusivitas. ” Pembatalan ini bukan keinginan KPU sebab sudah dirancang sejak jauh hari ini musibah,” pungkasnya. rol

Lihat Juga...