Gebyar Budaya Sunda Meriahkan Samenan di SDN Wangunreja

NYALINDUNG — Akhirnya, hari yang ditunggu-tunggu ratusan siswa Sekolah Dasar Negeri (SDN) Wangunreja, Desa Wangunreja, Kecamatan Nyalindung, Kabupaten Sukabumi, Jawa Barat, untuk menyaksikan meriahnya kenaikan kelas serta pelapasan siswa kelas enam yang telah berhasil melaksanakan Ujian Akhir Sekolah (UAS) tahun ajaran 2017/2018 pun tiba.

Tepatnya Minggu, (02/07) sekolah ini menggelar kenaikan kelas atau yang lebih dikenal samenan dengan berbagai pentas kreasi siswa misalnya, upacara adat, kesenian khas sunda, tari modern, dan kolaborasi dari keduanya, religi, Jaipong, lagu-lagu, dan masih banyak lagi pentas siswa yang ditampilkan.

Acara yang telah menjadi tradisi tahunan di sekolah tersebut juga dihadiri tamu undangan diantaranya, UPTD Kecamatan Nyalindug, aparatur desa, tokoh agama, tokoh masyarakat, komite sekolah, orang tua siswa dan lainnya.

Kepala SDN Wangunreja Supandi mengatakan, resepsi kenaikan kelas merupakan salah satu bentuk upaya orang tua siswa melalui tim komite dan pihak sekolah menggelar pesta untuk memeriahkan kelulusan pada ujian tahun ini.” Alhamdullilah tingkat kelulusan siswa kelas satu hingga kelas lima di SDN Wangunreja mencapai angka seratus persen. Sementara untuk kelas enam kami bersyukur telah mengukuti ujian dengan tertib sehingga dinyatakn lulus seratus persen dan dapat melanjutkan pendidikan kejenjang yang lebih tinggi,” kata Supandi kepada www.sukabumizone.com ketika ditemui di sela-sela acara Minggu, (01/07).

Lebih lanjut ia menjelaskan, pihaknya merasa gembira atas keberhasilan siswa yang dibinanya selama ini yang berhasil lulus pada ujian.” Melalui kenaikan kelas kami tingkatkan kualitas mutu pendidikan yang lebih baik serta tuntaskan wajar dikdas sembilan tahun,” paparnya.

Ia berharap, pada ajaran baru jumlah siswa bisa bertambah di banding dengan tahun sebelumnya.” Semoga dengan terselenggaranya kegiatan ini bisa memicu dan memotivasi baik untuk siswa baru maupun orang tua siswanya agar menyekolahkan anaknya di sini. Untuk itu, kami mohon semua element dapat berpartisipasi untuk membantu kemajuan dunia pendidikan,” tandasnya.

Tutur Supandi, samenan ini juga sebagai ajang evaluasi untuk mengetahui keberhasilan siswa dan guru dalam mendidik siswa sehingga bisa prestasi baik akademik maupun non akademik.” Sedangkan orang tua siswa kami yakin pasti akan merasa bangga saat melihat anaknya tampil di atas panggung. Disamping itu, samenan menjadi sarana pengikat silahturahmi semua pihak khususnya orang tua siswa dengan pihak sekolah. Sebab, tanpa dukungan masyarakat sebagai orang tua siswa acara ini tidak akan berjalan sesuai harapan,” imbuhnya.
Di tampat yang sama Ketua Komite SDN Wangunreja Oman Abdulrohman menambahkan, untuk melaksanakan samenana tersebut tim komite tetap mengacu pada aturan dimana ia beserta masyarakat sebagai orang tua siswa dan juga pihak sekolah selalu mengedepankan asas demokrasi atau menempuh sistem musyawarah dalam mengambil sebuah keputusan. “Tiga bulan sebelum acara ini dimulai kami selalu melakukan koordinasi yang hasilnya akan diambil suara terbanyak. Tentunya ada beberapa pilihan untuk menentukan kegiatan tahunan ini salah satunya, menggelar hiburan dengan samenan di sekolah, study tour ke tempat-tempat wisata atau lainnya. Hasilnya untuk tahun ini kami sepakat mengadakan samenan,” tutur pria ramah itu.

Disisi lain selaku ketua komite SDN Wangunreja ia sangat mengapreasiasi kinerja dari pihak sekolah. Pasalnya, dilihat dari kemajuan sekolah tampak jelas prestasi yang diraih siswa baik pada lomba akademik maupun nonakademik cukup banyak. “Ini fakta, jadi kami tim komite sebagai perwakilan dari masyarakat sangat berbangga hati ketika sekolah ini mampu bersaing dan berkembang dibawah pimpinan kepala sekolah saat ini. Dan mudah-mudahan prestasi yang telah diraih mampu ditingkatkan dan dikembangkan di masa yang akan datang,”pungkasnya. Sep

Lihat Juga...