Di Sukabumi 12 Kecamatan Terkena Dampak Kekeringan

SUKABUMI — Sebanyak 12 kecamatan di Kabupaten Sukabumi, mengalami dampak kekeringan. Warga di belasan kecamatan itu mengeluhkan kesulitan mendapatkan pasokan air bersih akibat terdampak kekeringan.

“Data terakhir ada 12 kecamatan yang melaporkan terdampak kekeringan,’’ kata Kepala Seksi Kedaruratan, Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Sukabumi Eka Widiaman kepada wartawan, Senin (30/7). Jumlah itu hampir menyamai data kekeringan pada 2017 lalu yang mencapai 24 kecamatan di 61 desa.

Menurutnya, belasan kecamatan yang terdampak kekeringan berada di utara serta selatan Sukabumi. Ke-12 wilayah tersebut yakni Kecamatan Bantargadung, Palabuhanratu, Simpenan, Cikakak, Warungkiara, Parungkuda, Cibadak, Lengkong, Jampang Tengah, Bojonggenteng, Gunungguruh, serta Ciemas.

Ia menjelaskan, jumlah wilayah yang terkena dampak kekeringan diperkirakan akan terus bertambah banyak. Pasalnya, ada sejumlah wilayah yang belum melaporkan kekeringan.

“Kekeringan juga berdampak pada puluhan hektare lahan pertanian di Sukabumi yang mengalami gagal panen (puso) akibat kesulitan mendapatkan pasokan air. Data yang masuk ke dinas sampai dengan saat ini hanya 23 hektare yang puso,” ujar Kepala Dinas Pertanian (Distan) Kabupaten Sukabumi Dedah Herlina belum lama ini. Hal tersebut berdasarkan laporan dari petugas di lapangan di sejumlah wilayah yang terdampak kekeringan.

Wilayah yang lahan pertaniannya gagal panen itu di empat kecamatan. Rinciannya di Kecamatan Cisolok sebanyak tujuh hektare, Palabuhanratu sebanyak lima hektare, Waluran sebanyak lima hektare, dan Gunungguruh sebanyak enam hektare.

“Data ini baru sementara karena masih dilakukan pendataan di lapangan. Untuk mengatasinya pemkab biasnya menyiapkan alat pompa air yang akan disalurkan ke daerah yang masih terdapat sumber air,” tuturnya.

Selain kekeringan, puluhan hektare sawah lainnya di Kecamatan Bojonggenteng, Kabupaten Sukabumi terancam tidak mendapatkan pasokan air akibat saluran irigasi tertutup longsor. “Lokasi irigasi yang tertimbun longsor teparnya di Kampung Pasirhaur RT 23 RW 06, Desa Bojonggaling, Bojonggenteng,” pungkasnya. red

Lihat Juga...