Di Sukabumi Belasan Desa Terkena Dampak Kekeringan

SUKABUMI– Sebanyak 18 desa di Kabupaten Sukabumi, alami kekeringan. Sebab, warga di belasan desa tersebut melaporkan sulit mendapatkan pasokan air bersih. “Hingga Selasa (31/7) jumlah wilayah yang kekeringan sebanyak sembilan kecamatan yang terdiri atas 18 desa,” kata Kepala Bidang Kedaruratan dan Logistik, Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Sukabumi, Maman Suherman Kamis, (2/8). Data itu berdasarkan laporan tertulis dari kecamatan kepada BPBD Sukabumi.

Kesembilan kecamatan tersebut yakni Kecamatan Cibadak di Desa Sekarwangi dan Kelurahan Cibadak, Waluran di Desa Waluran Mandiri serta Desa Mangunjaya, Cikakak di Desa Cileungsing dan Desa Sukamuju, dan Kabandungan di Desa Kabandungan. “Selain itu Kecamatan Gunungguruh di Desa Gunungguruh, Warungkiara di Desa Sirnajaya, Lengkong Desa Tegal Lega, Lengkong, Neglasari, dan Langkapjaya,” ujarnya.

Terakhir di Kecamatan Parungkuda di Desa Palasari Hilir dan Langensari serta Bantargadung di Desa Bojonggaling, Bantargadung, serta Desa Boyongsari. “Data ini bersifat sementara karena ada wilayah terdampak kekeringan namun belum melaporkan secara resmi ke BPBD,” cetusnya.

Kepala Seksi Kedaruratan (BPBD) Kabupaten Sukabumi Eka Widiaman menambahkan, bila ditotalkan dengan laporan yang disampaikan melalui media komunikasi handphone (HP) maka jumlah yang terdampak tersebar dii 12 kecamatan. “Jumlah tersebut hampir menyamai data kekeringan pada 2017 lalu yang mencapai sebanyak 24 kecamatan sarta 61 desa,” cetusnya.

Menurutnya, belasan kecamatan yang terdampak kekeringan berada di utara serta selatan Sukabumi. “Ke 12 wilayah tersebut yakni Kecamatan Bantargadung, Palabuhanratu, Simpenan, Cikakak, Warungkiara, Parungkuda, Cibadak, Lengkong, Jampang Tengah, Bojonggenteng, Gunungguruh, serta Ciemas,”imbuhnya.

Jumlah wilayah yang terkena dampak kekeringan diperkirakan akan terus bertambah banyak. Sebab, ada sejumlah wilayah yang belum melaporkan kekeringan.

“Untuk memenuhi pasokan air bersih BPBD akan menerjunkan lima unit tangki air bersih,’’ tadasnya. Mobil tangka air bersih itu akan ditempatkan di tiga titik berbeda yaki Palabuhanratu, Jampang Kulon, serta kantor BPBD Kabupaten Sukabumi.

“Sejak seminggu yang lalu BPBD sudah menyalurkan sarana air bersih ke beberapa kecamatan. Di mana bila ada warga sebanyak 5.000 jiwa maka BPBD harus menyalurkan dua unit tangka air bersih,” tuturnya.

Ia menambahkan, walaupun status siaga darurat bencana kekeringan dari provinsi belum keluar namun jangan sampai masyarakat kesulitan mendapatkan air. “Sehingga BPBD bersama PDAM melakukan koordinasi untuk penyaluran air bersih,” pungkasnya. rol

Lihat Juga...