Pemdes Padabunghar Realisasikan Dana Desa Tahap Dua 2018

“Bangun Sarana Umum di 16 Titik”

JAMPANGTENGAH — Pemerintah Desa (Pemdes) Padabeunghar, Kecamatan Jampang Tengah, Kabupaten Sukabumi, Jawa Barat, menganggarkan beberapa program fisik yang bersumber dari Dana Desa (DD) tahap dua 2018, Kamis,(02/08/2018). Dari informasi yang diperoleh www.sukabumizone.com menyebutkan, pembangunan yang dilakukan pemdes tersebar di 16 titik yang meliputi 10 pembangunan rabat beton jalan lingkungan, 5 MCK umum, dan satu rehab gedung PAUD.

“Hari ini “Rabu” adalah puncak dari proses pembangunan. Alhamdulillah seluruh pemabangunan telah mencapai 100 persen dan berjalan lancar,” kata Kepala Desa Padabunghar Hendrik diwakili Sekretaris Desa Padabunghar Edward saat disambangi www.sukabumizone.com Kamis, (02/08).

Dana desa tahap dua 2018 yang terserap untuk pembangunan fisik lanjut Edward, diantaranya Rp. 149.000.000,- untuk pembangunan 10 rabat beton jalan lingkungan, Rp. 86.000.000,- membangun MCK di empat kedusunan, dan Rp. 10.000.000,- rehab gedung PAUD. “Apabila dibulatkan DD tahap dua 2018 yang telah dipergunakan yakni kurang lebih Rp. 249.000.000,-,” ujar dia.

Menurut Edward, proses pembangunan dilaksanakan secara serentak sehingga tak dipungkiri ada beberapa kendala yang dijumpai. Salah satunya, keterlambatan pengiriman matrial. “Tidak ada kendala yang rumit. Hanya saja karena jumlah armada pengangkut matrial sedikit akhirnya bahan matrial agak terlambat sampai di lokasi pembangunan,” imbuhnya.

Sistem pengerjaan dilakukan menggunakan sistem Padat Karya Tunai (PKT). Dimana, dari seluruh anggaran maka, 30 persennya harus dialokasikan khusus untuk upah pekerja.” Jadi, pada proses pembangunan kami melibatkan masyarakat yang ada di wilayah, terutama bagi masyarakat dengan kategori rumah tangga miskin dan yang tidak memiliki pekerjaan. Itu jelas mereka kami libatkan agar berperan aktif sehingga menunjang faktor perekonomian sesuai dengan program pemerintah pusat,” tuturnya.

Ditanya terkait transparansi yang dilakukan pemdes terhadap masyarakat? Edward menjawab, dari sisi transparansi pemdes memiliki metodologi yang terdiri dari perencanaan, persiapan kegiatan dan sosialisasi. Pada tiga tahap tersebut pihaknya melakukan upaya untuk dapat terbuka kepada masyarakat.

“Misalnya saja pada sosialisasi dua tahap yang kami lakukan yakni sosialisasi pra pelaksanaan dan pasca pelaksanaan. Pada sosialisasi pra pelaksanaan yang dihadiri sejumlah tokoh masyarakat kami sampaikan seluruh program pembangunan yang akan dilakukan. Bahkan, kami memberikan keleluasaan kepada masyarakat untuk dapat melihat pagu anggaran pada Rencana Anggaran Biaaya (RAB). Apabila dituding pemdes tidak teransparan tentu tidak akan kami terima. Jelas-jelas pelaksanaan langsung melibatkan masyarakat hingga RAB pun dibuka. Saat pembangunan selalu dipasang papan proyek,” paparnya.

Namun, ia menegaskan terkait RAB itu hanya sebatas diketahui masyarakat dan tidak untuk disalah gunakan. “Jadi RAB ini dapat digunakan masyarakat sebatas untuk pengawasan tidak untuk disalah gunakan sesuai instruksi langsung kepala desa,” tandasnya.

Untuk itu, ia meminta dukungan dan partisipasi masyarakat terjalin harmonis dengan pemdes sehingga program yang digulirkan berjalan makasimal. ” Tapa dukungan semua pihak mustahil program yang dilaksanakan pemdes dapat berjalan dengan baik,” harapnya.

Selain itu, ia meminta kepada pemerintah pusat agar dapat menambah DD meski Desa Padabeunghar telah dinyatakan sebagai desa berkembang. “Pasalnya, masih ada 33 kilometer jalan desa yang belum tersentuh pembangunan itu salah satunya saja belum yang lainnya. Sehingga kami meminta anggaran DD diperbesar,”pungkasnya. Ismatullah

Lihat Juga...