Masykur Alwi Terpilih Sebagai Ketua DPD PPNI Kabupaten Sukabumi 2018-2023

SUKABUMI KAB — Persatuan Perawat Nasional Indonesia (PPNI) Dewan Pimpinan Daerah Kabupaten Sukabumi, Jawa Barat, menggelar Musyawarah Daerah (Musda) di Hotel Augusta Jalan Raya Cikukulu, Sabtu (4/8/2018). Musda yang mengangkat tema “Jadikan PPNI sebagai organisasi profesi yang bermartabat, independen, berkontribusi aktif dalam upaya pembangunan kesehatan demi Sukabumi lebih baik” dihadiri beberapa tamu undangan seperti Bupati Sukabumi H. Marwan Hamami yang diwakili Asda I Pemsos (Pemerintahan dan Sosial) Asep Abdul Wasit, Ketua PPNI Provinsi Wawan Hermawan, kader kesehatan dari puskesmas maupun rumah sakit se-Kabupaten Sukabumi dan tamu undangan lainnya.

Ketua Organisation Comite (OC) Musda PPNI DPD Kabupaten Sukabumi, Tatang Koswara mengatakan, salah satu agenda dalam Musda yakni pemilihan ketua. Dari tiga calon yang mengikuti pemilihan ketua PPNI. Dua diantaranya tidak mengkonfirmasi ke panitia. “Ditunggu sampai rapat pleno III (tiga) tak ada informasi maka, dari hasil pemilihan jatuh kepada Bapak Masykur Alwi sebagai Ketua PPNI DPD Kabupaten Sukabumi Priode 2018-2023,” kata Tatang kepada www.sukabumizone.com Sabtu, (04/07).

Menurut Tatang, sistem pemungutan suara diperoleh dari Dewan Perwakilan Komisariat (DPK) PPNI membawahi beberapa puskesmas dan rumah sakit. Setiap DPK mempunyai hak suara sebanyak tiga suara. “Total ada 14 DPK, ditambah suara dari DPD dan lembaga pendukung,” ujarnya.

Bupati Sukabumi H.Marwan Hamami yang diwakili Asda I Pemsos Kabupaten Sukabumi Asep Abdul Wasit mengucapkan selamat kepada Ketua DPD PPNI Kabupaten Sukabumi priode 2018-2023 yang terpilih. Ia berharap, kehadiran organisasi profesi keperawatan semakin profesional. “Juga semakin berkontribusi mewujudkan Kabupaten Sukabumi sehat secara keseluruhan,” harapnya.

Ketua PPNI DPW Provinsi Jawa Barat priode 2016-2021 Wawan Hermawan menjelaskan, Musda merupakan satu agenda wajib lima tahunan sesuai Anggaran Dasar dan Anggaran Rumah Tangga (AD/ART) di tubuh organisasi perofesi PPNI. “Dan untuk pemilihan di Kabupaten Sukabumi ini akan dijadikan proyeksi sebagai percontohan se-Jawa Barat terkait pemahaman AD/ART yang betul-betul terstruktur,”tandasnya.

Selain itu, ia mengulas terkait perlindungan terhadap profesi keperawatan di daerah yang kerap melakukan praktik keperawatan. Menurutnya, dalam undang-undang keperawatan jelas disebutkan bahwa bagaimana seorang perawat profesional boleh membuka praktik asalkan mengantongi izin SIPP, STR dan Nira. ” Meski demikian, kami meminta agar perawat di lapangan tetap memperhatikan aturan mainnya. Misalnya saja, seorang perawat tidak boleh sekali-kali melakukan praktik kedokteran. Praktik yang diperbolehkan hanya sebatas pelayanan tidak boleh memberikan obat-obat di luar kewenangan sebagai perawat. Ya, hanya sebatas obat dasar saja,” tuturnya.

Ia pun mengucapkan, selamat kepada Ketua PPNI Kabupaten Sukabumi terpilih serta meminta agar Ketua PPNI ke depan bukan hanya berani atau pintar. Namun, yang lebih penting adalah bagaimana seorang ketua mampu mengayomi dan mensejahterakan anggotanya. “Yang harus diperhatikan adalah ketua terpilih harus turun ke bawah tidak boleh duduk di meja dan tidak boleh menjadikan organisasi ini sebagai ajang bisnis individu kami adalah organisasi profesi pengabdi masyarakat,” jelasnya.

Di tempat yang sama,  mantan Ketua PPNI Kabupaten Sukabumi Harun Alrasyid meminta, Ketua PPNI terpilih dapat menggantikannya dan mampu menyelesaikan seluruh program yang belum dapat digulirkan semasa kepemimpinannya. “Tak kami pungkiri masih banyak pekerjaan yang tertunda bahkan, belum tersentuh sama sekali. Tentunya hal itu bukan tanpa alasan dimana, Kabupaten Sukabumi sebagai kabupaten terluas se Jawa dan Bali yang menjadi salah satu tantangan tersendiri dalam melakukan konsolidasi dengan 14 komisariat yang tersebar di Kabupaten Sukabumi,” cetusnya.

Ia berharap, kepemimpinan yang baru dapat meningkatkan kesadaran anggota dalam berorganisasi yang dinilainya masih cukup rendah.” Rasa memiliki anggota memang masih perlu ditingkatkan. Mudah-mudahan dengan terpilihanya ketua baru seluruh masalah yang belum dapat kami selesaikan dapat diselesaikan. Kami ucapkan selamat bekerja secara jujur, ikhlas dan profesional,” imbuh Harun yang juga menjabat sebagai Sekretaris Dinas Kesehatan Kabuapaten Sukabumi.

Ketua PPNI Kabupaten Sukabumi Priode 2018-2023 terpilih, Masykur Alawi mengatakan, dengan terpilihnya ia sebagai Ketua maka yang menjadi tujuan utamanya adalah PPNI lebih profesional dan bisa membawa perawat

Ketua PPNI DPD Kabupaten Sukabumi Priode 2018-2023 Masykur Alwi

sejahtera dan bisa bekerja dimana saja. “Perawat itu bisa bekerja dimana saja dalam bidang apa saja. Mereka bisa bekerja di birokrasi, ke depannya kami akan meningkatkan antara profesionalisme dan birokrasi,” tegasnya.

PPNI hanya fasilitator dan akselitator bagi tenaga kesehatan perawat lanjut Masykur. PPNI mempunyai 2.150 anggota. Itu membuktikan bahwa PPNI organisasi profesi dibidangnya yang paling besar. “Saya berharap lebih maju bermartabat dan lebih profesional dan PPNI lebih kuat lebih sejahtera. Kuat dalam artian struktural dan kuat di jaringan birokrasi,” jelasnya.

Menurtnya, langkah pertama yang akan dilakukan adalah perombakan kabinet atau struktural di tubuh PPNI yang akan menjadi penentu keberhasilan di masa yang akan datang.” Saya akan mencoba menempatkan orang-orang yang akan menduduki jabatan tertentu sesuai dengan kapasitanya. Jadi jangan asal-asalan sehingga diharapkan kabinet yang benar-benar berkualitas dan kompeten membawa DPD PPNI Kabupaten Sukabumi lebih baik dimasa yang akan datang. Saya berterimakasih kepada rekan-rekan yang telah memilih saya mudah-mudahan saya dapat menjalankan tugas dan amanah,”pungkasnya. Sep

Lihat Juga...