Polres Sukabumi Kota Bekuk 26 Orang karena Kasus Narkoba

SUKABUMI — Polres Sukabumi Kota membekuk 26 orang tersangka yang terlibat dalam kasus narkoba. Ironisnya dari puluhan tersangka itu ada salah seorang yang merupakan bakal calon anggota legislatif (Bacaleg) dari salah satu partai politik.

‘’ Pada kurun waktu tiga bulan Polres Sukabumi Kota berhasil mengungkap peredaran narkoba di wilayah Kota Sukabumi dan sekitar dengan menangkap 26 tersangka,’’ ungkap Kapolres Sukabumi Kota AKBP Susatyo Purnomo Condro kepada wartawan di Mapolres Sukabumi Kota, belum lama ini.

Puluhan tersangka tersebut berasal dari 19 kasus laporan kepolisian (LP). Dari para tersangka polisi mengamankan barang bukti narkoba jenis sabu seberat 15.44 gram serta ganja seberat 626.68 gram. “Selain itu turut disita obat keras seperti Tramadol dan Hexymer sebanyak 2.398 butir,” Susatyo belum lama ini.

Menurutnya, salah satu tersangka dalam kasus narkoba tersebut adalah Bacaleg salah satu partai politik yakni YK (46) warga Cikole Kota Sukabumi. Tersangka diamankan bersama dengan dua orang lainnya yakni SK (31) dan IH (41).

Barang bukti yang diamankan dari ketiganya adalah narkoba jenis sabu seberat 0.45 gram. Dari pemeriksaan sementara bacaleg dan kedua rekannya mengaku menggunakan narkoba. “Dari pemeriksaan urine ketiganya juga positif menggunakan narkoba,” ujarnya.

Selain narkoba, polisi juga menyita alat hisap sabu, alat timbang, serta handphone (HP). Ia menerangkan peran dari ketiganya masih di dalami apakah hanya pengguna atau pengedar.

Seluruh tersangka dijerat dengan Pasal 111 (1), Pasal 112 (2), Pasal 114 (1), dan Pasal 114 (2) Undang-Undang Nomor 35 Tahun 2009 tentang Narkotika dengan ancaman hukuman maksimal 20 tahun penjara. Sementara untuk peredaran obat keras diancam dengan Pasal 196 dan Pasal 197 Undang-Undang Nomor 36 Tahun 2009 tentang Kesehatan dengan ancaman hukuman maksimal 15 tahun penjara.

‘’ Dalam pengungkapan kasus ini kami berkoordinasi dengan Badan Narkotika Nasional Kabupaten (BNNK) Sukabumi,’’ ujar Susatyo. Terutama dalam melakukan upaya penanggulangan peredaran narkoba serta upaya direhabilitasi terhadap pengguna narkoba.

Upaya ini lanjutnya, sebagai bentuk komitmen dalam mengungkap dan mencegah peredaran narkoba. Sebabnya dampak negatif dari narkoba cukup banyak seperti menyebabkan kasus kekerasan di Sukabumi. “Sehingga ke depan polisi akan menggiatkan langkah pencegahan dan penegakan hukum,” pungkasnya. rol

Lihat Juga...

Tinggalkan Balasan