Seorang Anak Petani di Pelosok Sukabumi Harumkan Nama Indonesia

SUKABUMI — Prestasi membanggakan diraih atlet dayung asal Kecamatan Surade, Kabupaten Sukabumi, Jawa Barat, Ujang Hasbulloh (23). Pada ajang Asian Games 2018, ia bersama dengan tujuh atlet lainnya berhasil mempersembahkan medali emas untuk Indonesia.

Medali emas itu diperoleh dari kelas ringan putra delapan (Lightweight Men’s Eight/LM8) dengan catatan waktu 6,08.88 menit. Ke delapan atlet Indonesia itu adalah Tanzil Hadid, Muhad Yakin, Rio Rizki Darmawan, Jefri Ardianto, Ali Buton, Ferdiansyah, Ihram, Ardi Isadi, Ujang Hasbulloh.

Perlombaan ini digelar di venue Jakabaring Sports City Palembang, Sumatra Selatan pada 24 Agustus 2018 lalu. Tim Indonesia mampu mengalahkan Uzbekistan serta Hong Kong yang meraih posisi kedua serta ketiga.

“Saya merasa bangga sekali sebab ini prestasi pertama di tingkat Asia,’’ ujar Ujang kepada wartawan di sela-sela penyambutan sederhana oleh Pemkab Sukabumi di Pendopo Negara Kabupaten Sukabumi di Kota Sukabumi, belum lama ini.

Ujang yang kini tercatat sebagai warga Kota Bandung ini sejatinya berasal dari Kampung Sukasirna RT 05, RW 10, Desa Pasir Ipis, Kecamatan Surade, Kabupaten Sukabumi. Pada beberapa bulan lalu ia pindah menjadi warga Kota Bandung. Meskipun demikian, setelah meraih prestasi di Asian Games, ia tetap pulang ke kampung halaman di Surade serta disambut pemerintah daerah dan warga.

Ia mengatakan, upaya meraih medali emas bersama timnya di Asian Games tidak mudah. Terlebih pada saat final melawan tim tangguh dari negara Uzbekistan, Hongkong, India, Korea Selatan, serta Vietnam. “Saya persembahkan medali emas ini untuk orang tua serta bangsa Indonesia,” kata dia.

Saat ini, kedua orang tua Ujang, Sopudin (56) dan Saliyah (50) yang berprofesi sebagai petani masih tinggal di Surade, Kabupaten Sukabumi. Setelah Asian Games, ia masih fokus latihan walaupun sekarang diberikan liburan selama satu bulan. “Selanjutnya akan kembali bergabung dengan tim nasional untuk persiapan SEA Games 2019 mendatang,” tuturnya.

Ujang menjelaskan, ia kini masih kuliah di semester terakhir di PGSD Penjas, Fakultas Pendidikan Olahraga dan Kesehatan (FPOK) Universitas Pendidikan Indonesia (UPI) Bandung. “Saya terjun ke dayung karena mengikuti unit kegiatan mahasiswa (UKM) dayung sejak semester tiga,” imbuh dia.

Berkat berlatih, akhirnya Ujang terpilih menjadi tim dayung UPI Bandung dan menjadi perwakilan di kejuaraan di Cina dan terakhir kejuaraan mahasiswa di Malaysia. Bahkan, ia lolos seleksi untuk menjadi tim nasional dayung serta mengikuti pelatnas sejak Januari hingga Agustus 2018 lalu.

Selama proses pelatnas, ia masih diberikan waktu selama satu hari untuk kuliah yakni pada Senin. Sehingga selebihnya Ujang meminta tugas tambahan kepada dosen di kampusnya. “Sebenarnya saya bakatnya di sepak bola serta futsal,’’ ungkapnya.

Pada saat SMP di Darul Amal Sukabumi, Ujang meraih juara pertama futsal liga pendidikan Indonesia (LPI) tingkat Kabupaten Sukabumi. Sehingga sekolahnya mewakili Sukabumi di tingkat Jawa Barat.

Selepas SMP, ia meneruskan sekolah di MAN Surade Sukabumi. Berbekal pretasi di olahraga futsal, akhirnya bisa diterima di UPI Bandung.

Di kampus itu, Ujang berubah prestasinya dari sepak bola ke dayung. Ia mengakui kedua olahraga itu memiliki kesamaan yakni mengandalkan fisik serta daya tahan tubuh. Meskipun berbeda dalam teknik yang harus dipelajari lebih lanjut.

“Saya menilai potensi generasi muda di pelosok Sukabumi cukup besar namun belum digali,” tandas Ujang ketika diminta tanggapan mengenai bakat anak muda di selatan Sukabumi. Namun sayangnya mereka kurang mendapatkan informasi dan tidak ada penghubung untuk ke jenjang berikutnya.

Menurutnya, tidak mudah untuk bisa bergabung dengan tim nasional karena ada seleksi di tim UPI serta tim nasional. Sehingga, ia harus terus bekerja keras agar bisa meraih prestasi terbaik.

Diakui Ujang, meskipun putra asli Sukabumi, namun kini ia mewakili Kota Bandung. “Hal ini dikarenakan bergabung dengan UKM Dayung di UPI Bandung yang bekerja sama dengan Pemkot Bandung. Selain itu, di Kabupaten Sukabumi belum ada organisasi yang membina olahraga dayung,” pungkasnya. Rol

Lihat Juga...